BPKH Gelar Konferensi Haji Internasional ke-5 di ISEF 2023
Jum'at, 27 Oktober 2023 - 08:40 WIB
loading...
BPKH menyelenggarakan Konferensi Haji Internasional ke-5 dalam acara Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) di JCC, Jakarta, Jumat (27/10/2023). Foto/MPI
A
A
A
JAKARTA - Tahun 2023 menandai penyelenggaraan haji pertama dengan kapasitas maksimal setelah pandemi Covid-19 yang berkepanjangan. Diperkirakan lebih dari 1,85 juta jemaah dari sekitar 150 negara melaksanakan haji tahun ini, dengan sekitar 230.000 (terdiri dari sekitar 213 ribu jemaah reguler dan 17 ribu jemaah khusus) jemaah berasal dari Indonesia.
Ritual haji tahun ini telah membawa harapan baru dan peluang investasi di ekosistem haji, khususnya di sektor-sektor seperti hotel, katering, dan transportasi. Peluang investasi yang muncul dari pelaksanaan haji harus dieksplorasi oleh semua Pengelola Dana Haji dari berbagai negara bekerja sama dengan pemangku kepentingan lainnya.Baca juga: Istithaah Kesehatan Bakal Jadi Syarat Pelunasan Biaya Haji 2024
Oleh karena itu Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menyelenggarakan Konferensi Haji Internasional ke-5 dalam acara Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Selatan, Jumat (27/10/2023).
Kepala BPKH Fadlul Imansyah menyatakan Konferensi Haji Internasional akan menjadi platform diskusi antara pemangku kepentingan terkait tentang investasi langsung di ekosistem haji dan implementasi GRC di lembaga keuangan syariah.
“Konferensi ini diharapkan dapat mengungkap berbagai peluang investasi potensial, kerja sama masa depan dengan pemangku kepentingan, dan praktik terbaik dalam investasi haji dan implementasi Governance, Risk, and Compliance," ujar Fadlul dalam keterangannya, Jumat (27/10/2023).
Pada ISEF 2023 terutama dalam Konferensi Haji Internasional ke-5 akan membahas dua topik utama: Investasi Langsung di Ekosistem Haji dan Implementasi GRC di Lembaga Keuangan Syariah.
Sesi pertama akan membahas tentang Investasi Langsung di Ekosistem Haji. Investasi langsung di ekosistem haji dapat memberikan manfaat finansial yang signifikan dalam hal pengembalian investasi, mengingat potensi ekonomi dari jutaan orang yang berkumpul di Arab Saudi setiap tahun.
Ritual haji tahun ini telah membawa harapan baru dan peluang investasi di ekosistem haji, khususnya di sektor-sektor seperti hotel, katering, dan transportasi. Peluang investasi yang muncul dari pelaksanaan haji harus dieksplorasi oleh semua Pengelola Dana Haji dari berbagai negara bekerja sama dengan pemangku kepentingan lainnya.Baca juga: Istithaah Kesehatan Bakal Jadi Syarat Pelunasan Biaya Haji 2024
Oleh karena itu Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menyelenggarakan Konferensi Haji Internasional ke-5 dalam acara Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Selatan, Jumat (27/10/2023).
Kepala BPKH Fadlul Imansyah menyatakan Konferensi Haji Internasional akan menjadi platform diskusi antara pemangku kepentingan terkait tentang investasi langsung di ekosistem haji dan implementasi GRC di lembaga keuangan syariah.
“Konferensi ini diharapkan dapat mengungkap berbagai peluang investasi potensial, kerja sama masa depan dengan pemangku kepentingan, dan praktik terbaik dalam investasi haji dan implementasi Governance, Risk, and Compliance," ujar Fadlul dalam keterangannya, Jumat (27/10/2023).
Pada ISEF 2023 terutama dalam Konferensi Haji Internasional ke-5 akan membahas dua topik utama: Investasi Langsung di Ekosistem Haji dan Implementasi GRC di Lembaga Keuangan Syariah.
Sesi pertama akan membahas tentang Investasi Langsung di Ekosistem Haji. Investasi langsung di ekosistem haji dapat memberikan manfaat finansial yang signifikan dalam hal pengembalian investasi, mengingat potensi ekonomi dari jutaan orang yang berkumpul di Arab Saudi setiap tahun.
Lihat Juga :