Ganjar Pranowo-Mahfud MD: Indonesia Perlu Pemimpin yang Antikorupsi
Kamis, 19 Oktober 2023 - 23:11 WIB
loading...
A
A
A
Selain sejarah perjuangannya, Mohammad Hatta juga menjadi contoh dalam membangun Indonesia yang antikorupsi. Hatta diakui sebagai sosok yang berintegritas tinggi. Meski menjadi Pejabat Negara, menteri, orang penting di Indonesia dan juga perdana menteri, ia merupakan tokoh yang hidup sederhana dan penuh kejujuran. Ia meyakini kedua nilai tersebut dapat menjadi pilar penting untuk menanamkan sikap antikorupsi.
Dia membuktikannya bukan dengan kata-kata tapi dengan tindakan. Sekretaris pribadi Bung Hatta, Iding Wangsa Widjaja mengatakan, dia ditegur karena ketahuan menggunakan tiga lembar kertas kantor sekretariat wakil presiden untuk kepentingan pribadi.
Dia tegas tidak hanya terhadap rekan-rekannya tetapi juga terhadap anak-anaknya. Gemala Rabiah Hatta pernah mendapat tendangan dari ayahnya saat Gemala kedapatan menggunakan amplop berlogo Konsulat Jendral RI untuk kepentingan non negara.
Nilai-nilai antikorupsi yang diajarkannya menjadi kompas yang membimbing kita sebagai insan yang antikorupsi. Saat itu, korupsi merajalela di seluruh negeri. Mulai dari menteri hingga desa semuanya terlibat korupsi.
Sikap anti korupsinya membuat ia tidak ingin meracuni dirinya dan mengotori jiwanya dengan harta yang bukan miliknya. Hatta selalu teringat pepatah Jerman “Der Mensch ist, war est izt, yang berarti sikap manusia sepadan dengan caranya mendapat makan.
“Mari kita lindungi diri dari godaan untuk mengambil apa yang bukan milik kita. Jangan sampai cara kita memenuhi kebutuhan membuat korupsi menjadi hal biasa dan menjadi budaya di Indonesia. Hal inilah yang diingatkan Bung Hatta kepada kita pada 1961,” katanya.
Dia membuktikannya bukan dengan kata-kata tapi dengan tindakan. Sekretaris pribadi Bung Hatta, Iding Wangsa Widjaja mengatakan, dia ditegur karena ketahuan menggunakan tiga lembar kertas kantor sekretariat wakil presiden untuk kepentingan pribadi.
Dia tegas tidak hanya terhadap rekan-rekannya tetapi juga terhadap anak-anaknya. Gemala Rabiah Hatta pernah mendapat tendangan dari ayahnya saat Gemala kedapatan menggunakan amplop berlogo Konsulat Jendral RI untuk kepentingan non negara.
Nilai-nilai antikorupsi yang diajarkannya menjadi kompas yang membimbing kita sebagai insan yang antikorupsi. Saat itu, korupsi merajalela di seluruh negeri. Mulai dari menteri hingga desa semuanya terlibat korupsi.
Sikap anti korupsinya membuat ia tidak ingin meracuni dirinya dan mengotori jiwanya dengan harta yang bukan miliknya. Hatta selalu teringat pepatah Jerman “Der Mensch ist, war est izt, yang berarti sikap manusia sepadan dengan caranya mendapat makan.
“Mari kita lindungi diri dari godaan untuk mengambil apa yang bukan milik kita. Jangan sampai cara kita memenuhi kebutuhan membuat korupsi menjadi hal biasa dan menjadi budaya di Indonesia. Hal inilah yang diingatkan Bung Hatta kepada kita pada 1961,” katanya.
(cip)
Lihat Juga :