Sidang Etik Viktor Laiskodat Bisa Berlangsung Terbuka

Kamis, 10 Agustus 2017 - 13:49 WIB
Sidang Etik Viktor Laiskodat...
Sidang Etik Viktor Laiskodat Bisa Berlangsung Terbuka
A A A
JAKARTA - Sidang etik Ketua Fraksi Partai Nasdem Viktor Bungtilu Laiskodat di Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR bisa berlangsung terbuka. Hal demikian jika Viktor meminta terbuka atau tak keberatan, sidang etiknya digelar terbuka.

Ketua MKD DPR Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, sebenarnya dalam ketentuannya sidang etik MKD DPR digelar tertutup. "Bisa terbuka jika yang bersangkutan (Viktor) meminta atau tidak
keberatan terbuka," ujar Dasco di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (10/8/2017).

Maka itu dia enggan berspekulasi, apakah sidang etik Viktor Laiskodat nantinya digelar terbuka atau tertutup. "Ini masih jauh," papar politikus Partai Gerindra ini.

Sebab laporan terkait dugaan pelanggaran etik Viktor Laiskodat itu akan diverifikasi MKD setelah masa reses DPR nantinya.

"Karena verifikasi itu wajib sesuai standar operasional prosedur (SOP), MKD itu wajib harus dikasih tenaga ahli dan didampingi satu anggota MKD," ungkapnya.

Dasco mengatakan, yang melaporkan Viktor ke MKD hanya pihak Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Sementara organisasi sayap Partai Demokrat, Generasi Muda Demokrat dianggap tidak masuk kategori pelaporan.

"Kemarin itu kita cek dari sekretariat, dari Demokrat sudah memberikan rilis melapor ke Bareskrim Polri," katanya.

(Baca juga: Pekan Depan, Kehormatan DPR Bahas Kasus Viktor Laiskodat)


Diketahui, Viktor dilaporkan ke MKD DPR atas pidatonya saat acara deklarasi calon bupati di Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT) 1 Agustus lalu. Dalam pidatonya, Viktor menyebut Partai
Gerindra, Demokrat, PAN, dan PKS mendukung kelompok yang ingin membuat negara ini berbentuk khilafah.

Celakanya kata Viktor, partai-partai pendukung khilafah ada juga di NTT. Keempat partai itu
dikatakan Viktor mendukung ekstremis tumbuh di NTT. Viktor juga menyebut, pada situasi nasional, keempat partai ini mendukung kaum intoleran.

Viktor juga menyebut di negara khilafah tidak boleh ada perbedaan, semua orang harus salat. Hal itu terungkap dari video penggalan pidato Viktor di NTT yang tersebar di media sosial (medsos).

Maka itu, PKS dan Generasi Muda Demokrat melaporkan Viktor ke MKD DPR. Mereka meminta MKD DPR menjatuhkan sanksi berat berupa pemberhentian dari jabatan anggota DPR.

Selain itu, Partai Gerindra, Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional (PAN), dan PKS juga melaporkan Viktor ke Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri.
(maf)
Berita Terkait
Fraksi Nasdem DPR Sayangkan...
Fraksi Nasdem DPR Sayangkan Impor Ilegal Beras ke Sabang di Tengah Surplus Beras Nasional
Nyaleg, Gubernur NTT...
Nyaleg, Gubernur NTT Viktor Laiskodat Mengundurkan Diri
Dikecam Warga, Gubernur...
Dikecam Warga, Gubernur Viktor Laiskodat Dibela Advokat Ini
Sekolah Jam 5.30 Pagi,...
Sekolah Jam 5.30 Pagi, Surya Paloh Bela Gubernur NTT
Hadang Gubernur Viktor...
Hadang Gubernur Viktor Laiskodat, Viral Emak-emak Bertelanjang Dada
Video Emak-emak Bertelanjang...
Video Emak-emak Bertelanjang Dada Hadang Gubernur Viktor Laiskodat Viral
Berita Terkini
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus Korupsi Ekspor CPO ke Jaksa Penuntut Umum
Kejagung Geledah 6 Lokasi...
Kejagung Geledah 6 Lokasi terkait Korupsi MBG, Sasar Kantor dan Rumah Tersangka di Jakarta hingga Bandung
Kepala BGN Nanik Deyang...
Kepala BGN Nanik Deyang Pastikan Anak Orang Kaya Tak Akan Dapat MBG Lagi
KPK: Bupati Muara Enim...
KPK: Bupati Muara Enim Suap ASN BPK demi Pertahankan Opini WTP
Cegah Korupsi, Mendagri...
Cegah Korupsi, Mendagri Usul Kepala Daerah Dapat Persenan dari PAD
Duit Rp200 Juta hingga...
Duit Rp200 Juta hingga Mobil Disita KPK dalam OTT BPK
Infografis
3 Keutamaan Surat Al...
3 Keutamaan Surat Al Mulk, Bisa Jadi Syafaat Kelak di Hari Kiamat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved