Said Aqil Ajak Muslim Indonesia Jadi Duta Islam Nusantara

Selasa, 01 Agustus 2017 - 10:10 WIB
Said Aqil Ajak Muslim Indonesia Jadi Duta Islam Nusantara
Said Aqil Ajak Muslim Indonesia Jadi Duta Islam Nusantara
A A A
JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menghadiri Halal bihalal dengan warga muslim dan Nahdliyin Hong Kong, pada Minggu 30 Juli 2017, di Aula BNI Hong Kong.

Agenda ini diselenggarakan oleh Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCI NU) Hong Kong. Pada acara tersebut, Said memberi arahan dan tausyiah tentang Islam Nusantara, di tengah perspektif politik dan geostrategis global.

"Saat ini warga muslim di seluruh dunia sedang mencari referensi beragama yang tepat, berislam yang ramah dan moderat. Setelah konflik di Timur Tengah dan kondisi politik Turki yang tidak stabil, warga muslim internasional sedang melirik Islam di Indonesia," kata Said.

Menurut dia, Indonesia memiliki warisan nilai dan tradisi keislaman yang demikian istimewa. "Islam Nusantara dengan segenap karakter dan pengetahuannya menjadi referensi dalam berislam," ungkap Said.

Said mengajak segenap warga muslim Indonesia, baik yang berada di tanah air, maupun yang sedang di berbagai negara, untuk tetap menjalin persaudaraan dan menguatkan tali silaturahmi.

Dia juga menyampaikan pentingnya menjaga tradisi keislaman, sebagai khazanah budaya dan pengetahuan yang menjadi penguat beragama, serta media dakwah yang santun dan ramah.

"Sebagai warga muslim, kita wajib menjaga persaudaraan. Sesungguhnya setiap warga muslim itu saudara, apalagi sesama muslim dari Indonesia, sesama pengamal Islam Nusantara," ucap Said.

Dalam ceramahnya, Said mengajak kepada seluruh warga muslim Indonesia yang sedang di Hong Kong untuk menjadi duta Islam Nusantara. "Saudara-saudaraku warga muslim dari Indonesia, maupun warga muslim seluruh dunia yang sedang di Hong Kong, kita perlu memberi contoh berislam yang santun, beragama yang ramah. Bukan menjadi bagian kelompok teror yang bertentangan dengan Islam. Muslim yang santun, yang ramah, menjadi Duta dari Islam Nusantara," tutur Said.

Dia juga mengungkapkan duka mendalam atas konflik yang terjadi di Jerussalem yang menyebabkan beberapa orang terluka dan memicu konflik di beberapa kawasan.

"Mengenai insiden di kawasan al-Aqsha Yerussalem, PBNU telah meminta Pemerintah Indonesia untuk bersikap dalam kapasitasnya di politik internasional. PBNU memberi dukungan kepada muslim Palestina untuk mendapatkan hak dan kebebasan beribadah di kawasan al-Aqsha, semoga menjadi pertimbangan oleh pemerintah Israel. Syukur sekarang suhu politik sudah mereda," tuturnya.

Setelah acara Halal bihalal, Kiai Said meresmikan mushala dan sekretariat PCI NU yang terletak di jantung kota Hong Kong. "Semoga perjuangan teman-teman NU di sini (Hong Kong-red) selalu diberi kekuatan dan semoga mendapat balasan yang berlipat ganda," ujar Said.

Dalam safari dakwahnya, Said Aqil didampingi Ketua PP Muslimat NU Nurhayati, dan Ketua Umum PP Pagar Nusa Nabil Haroen dan PCINU Hong Kong, serta beberapa pejabat dari Konjen RI di Hong Kong dan pejabat pemerintahan dan tokoh muslim setempat, Abdul Muhaemin Karim.
(dam)
Copyright © 2024 SINDOnews.com
All Rights Reserved
berita/ rendering in 0.5884 seconds (0.1#10.140)