Pengamat Sebut NU, Jokowi, dan Sepakbola Punya Peran Kunci pada Pilpres 2024

Rabu, 11 Oktober 2023 - 00:31 WIB
loading...
Pengamat Sebut NU, Jokowi,...
Direktur Eksekutif Suropati Syndicate Muh Shujahri menilai tiga hal yang memiliki peran kunci pada Pilpres 2024. Ketiganya yakni NU, Presiden Jokowi, dan Sepakbola. Foto: Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Suropati Syndicate Muh Shujahri menilai tiga hal yang memiliki peran kunci pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Ketiganya, yakni Nahdlatul Ulama (NU), Presiden Jokowi, dan Sepakbola.

Shujahri berpandangan pentingnya Jawa Timur dalam pilpres di Indonesia. Sebab Jawa Timur yang sering disebut sebagai wilayah pertempuran (battle ground), menjadi penentu utama hasil Pilpres sejak tahun 2004.

Dengan jumlah pemilih mencapai 31 juta, Jawa Timur menjadi salah satu wilayah dengan jumlah pemilih terbesar setelah Jawa Barat yang memiliki total 35 juta pemilih.

Baca Juga: Ganjar Pranowo Disepakati Jadi Pemimpin Ideal oleh Gus-Gus Nusantara di Jawa Timur

Namun, perbedaannya terletak pada pola pemilihan. Pemilih di Jawa Barat cenderung memiliki kecenderungan yang sama, sementara di Jawa Timur, arah dukungan pemilih lebih dinamis.

"Jatim menjadi provinsi sulit ditebak. Hal ini karena komposisi wilayah Jatim yang memiliki karakter ideologi berbeda-beda. Setidaknya ada tiga kluster ideologi utama di sana, yakni Mataraman, Tapal Kuda, dan Arek," kata Shujahri dalam keterangan persnya, Selasa (10/10/2023).

Mataraman mencakup wilayah yang memiliki irisan dengan Jawa Tengah, sedangkan Tapal Kuda adalah basis kekuatan santri tradisional (NU) yang meliputi wilayah Probolinggo hingga Madura. Sedangkan wilayah Arek, di sisi lain adalah wilayah perkotaan yang meliputi Surabaya hingga Malang.

Menurut Shujahri, kompleksitas komposisi ideologi pemilih di Jawa Timur membuat politik di wilayah tersebut sulit diprediksi. Sejarah juga menunjukkan bahwa belum ada calon yang berhasil merepresentasikan satu kluster ideologi tertentu, terutama kluster tapal kuda (NU).

Baca Juga: Ganjar Pranowo Unggul dalam Berbagai Citra Personal yang Disukai Masyarakat Jatim

Shujahri menjelaskan, Klaster ini ditentukan oleh bagaimana calon bisa mendapatkan dukungan kiai khos, pesantren besar, maupun simpati dari santri. Di Tapal Kuda ada ratusan kiai khos dan pesantren besar.

"Jumlah santrinya pun bisa mencapai ratusan ribu. Walhasil, jadi pekerjaan amat besar bagi calon untuk bisa merebut suara mutlak dari kalangan santri," tambahnya.

Dalam konteks Pilpres 2014, kata dia, dukungan dari kiai khos kemungkinan akan terbagi ke beberapa calon presiden/wakil presiden yang memiliki koneksi dengan NU, sehingga suara dari wilayah tapal kuda akan terpecah.

Ia menekankan bahwa wilayah Mataraman memiliki dinamika politik yang unik, dan faktor-faktor ini akan berperan penting dalam menentukan hasil Pilpres di provinsi tersebut.

Shujahri juga menyoroti faktor-faktor lain yang bisa memengaruhi hasil di Jawa Timur, seperti mesin partai, dukungan dari Presiden Jokowi, dan bahkan sepakbola.
(thm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tata Kelola Saja Tidak...
Tata Kelola Saja Tidak Cukup, Gus Ma’shum: NU juga Butuh Tata Krama
Halaqoh Kiai Muda NU...
Halaqoh Kiai Muda NU Soroti Kepemimpinan di PBNU
Sapi Kurban Banpres...
Sapi Kurban Banpres Prabowo Dibiayai APBN, Ulama NU Sebut Sah Menurut Fikih
Keresahan Warga NU Menguat,...
Keresahan Warga NU Menguat, Mubes DIY Desak PBNU Kembali ke Khittah
Paradoks NU: Ketika...
Paradoks NU: Ketika Membesar, Jangan Sampai Kehilangan Akar
Kritik Tajam KH Abdul...
Kritik Tajam KH Abdul Muhaimin: Struktur PBNU Sekarang Seperti One Man Show
Bertemu PWNU dan PCNU...
Bertemu PWNU dan PCNU se-Bengkulu, Gus Salam: Soliditasnya Bisa Jadi Teladan PBNU
Calon Ketum PBNU Gus...
Calon Ketum PBNU Gus Salam Sowan ke Rais Syuriyah dan Ketua PWNU Sulsel
Iduladha 1447 Hijriah,...
Iduladha 1447 Hijriah, PW ISNU Aceh Salurkan Hewan Kurban ke Tiga Kabupaten-Kota
Rekomendasi
Kecerdasan Buatan Sedang...
Kecerdasan Buatan Sedang Mengubah Lanskap Keamanan Siber
Harga BYD M6 DM Dirilis:...
Harga BYD M6 DM Dirilis: Mulai Rp298 Juta, Klaim Irit 65 Km/Liter Setara Motor Matic
Perbandingan 5 Varian...
Perbandingan 5 Varian BYD M6 DM: Mana yang Pas untuk Kebutuhan Anda?
Berita Terkini
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Penampakan Andri Mulyono...
Penampakan Andri Mulyono Pakai Rompi Tahanan usai Jadi Tersangka Baru Pengadaan Motor Listrik BGN
Kejagung: Tersangka...
Kejagung: Tersangka Andri Mulyono Mark up Pengadaan Motor Listrik BGN
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Infografis
Reshuffle Kabinet Jokowi...
Reshuffle Kabinet Jokowi Lantik 3 Menteri dan 1 wakil Menteri
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved