PW Muhammadiyah Usulkan Pengadilan HAM di Papua

Selasa, 10 Oktober 2023 - 14:47 WIB
loading...
PW Muhammadiyah Usulkan...
Ketua PW Muhammadiyah Papua Subhan Hamid saat berdialog dengan Wapres Maruf Amin di Jayapura, Papua, Selasa (10/10/2023). FOTO/TANGKAPAN LAYAR YOUTUBE SETWAPRES
A A A
JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin menggelar dialog dengan para pegiat Hak Asasi Manusia (HAM) di Jayapura, Papua, Selasa (10/10/2023). Salah satu yang hadir adalah Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Papua.

Dalam dialog itu, Ketua PW Muhammadiyah Papua Subhan Hamid Massa berharap agar pengadilan HAM dibangun di Papua. Sebab, hingga saat ini masih banyak kasus HAM terjadi di tanah Papua.

"Mungkin karena banyaknya kasus HAM bisa digeser peradilan HAM itu berada di wilayah Papua, terutama mungkin kalau bisa di Kota Jayapura," kata Subhan yang disiarkan melalui kanal YouTube Setwapres, Selasa (10/10/2023).

Baca juga: Potret Kantor Wapres Ma’ruf Amin Selama 5 Hari di Papua

Subhan mengatakan, pendekatan dan penyelesaian HAM sebenarnya sudah ada dalam kultur Papua, dari struktur hingga sanksinya. Karena itu, ia berharap kearifan lokal ini dikaji mendalam terkait penyelesaian HAM.

"Maka perlu dikaji dan pendekatan, karena bisa jadi apa yang ada disepakati atau terbiasa di adat, jadi mungkin tidak terkonek dengan yang ada di pemegang jabatan, baik itu di Bupati atau Gubernur dan lain sebagainya, karena di dalam tradisi kultural juga ada, jadi kita diskusi," kata Subhan.

Selain itu, Subhan juga merekomendasikan kepada Wapres agar pemerintah mengedepankan pendekatan ekonomi kesejahteraan.

"Supaya kalau mereka sudah sejahtera mungkin pemikiran dengan hati lebih adem, lebih dingin untuk diajak dialog. Dan pendekatan hukum, jadi bukan keamanan karena memang di Papua ini secara adat tradisi dengan keputusan-keputusan adat itu yang memang bahkan sangat tegas, jadi pendekatan hukum yang baik dan tegas, dan berkesinambungan," katanya.

Baca juga: Jelang Pemilu 2024, Tokoh Papua Minta Warga Jaga Persatuan dan Cegah Hoaks

Subhan juga berharap agar pemerintah hadir di Papua baik di kota sampai ke pedalaman untuk memberikan rasa aman.

"Jadi hadir untuk memberikan rasa aman bahkan di dalam berbagai aspek, baik kemudian juga aparat sebagai apa namanya alat untuk itu juga mungkin lebih humanis. Jadi orang Papua itu terbiasa dengan tegas, jadi tegas, konkret itu," katanya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kolaborasi CLIK-Muhammadiyah...
Kolaborasi CLIK-Muhammadiyah Perkuat Literasi Data dan Keuangan untuk Dorong Kesejahteraan Masyarakat
Menlu dan Ketua MPR...
Menlu dan Ketua MPR Bawa Delegasi PBNU-Muhammadiyah ke Pemakaman Ali Khamenei
Membaca Penguatan Kelompok...
Membaca Penguatan Kelompok Rentan dalam Revisi UU HAM
Pertajam DIM RUU Pemilu,...
Pertajam DIM RUU Pemilu, DPR Buka Peluang Kunjungi NU, Muhammadiyah, hingga Walubi
Pigai Sebut Masyarakat...
Pigai Sebut Masyarakat Indonesia Belum Siap Terima LGBT
Asfinawati: Ujaran Kebencian...
Asfinawati: Ujaran Kebencian dalam HAM Menyangkut Ras hingga Agama Bukan Orang per Orang
Bea Cukai Papua Fasilitasi...
Bea Cukai Papua Fasilitasi dan Gerakkan Ekonomi Daerah, dari PSN hingga UMKM
Motivasi 2.000 Pelajar...
Motivasi 2.000 Pelajar Muhammadiyah, Mentan Amran: Struggle Now, Enjoy Your Life-Enjoy Now, Struggle for Life
Ledakan Bom Sisa Perang...
Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II di Biak Numfor Papua, 9 Tewas, 6 Luka-luka
Rekomendasi
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Integrasikan Penanganan Stunting dan Pemberdayaan UMKM
John Herdman Pede Timnas...
John Herdman Pede Timnas Indonesia Mampu Bersaing Juarai AFF 2026
Heboh Surat Dinas ke...
Heboh Surat Dinas ke AS dengan Keluarga Bocor, Menteri PU: Saya Nggak Jadi Berangkat
Berita Terkini
Dirjen Imigrasi Sebut...
Dirjen Imigrasi Sebut Pencekalan Febrie Adriansyah Masih Berlaku
Yusril Tegaskan Abdul...
Yusril Tegaskan Abdul Karim Bukan Ulama dan Aktivis Kemanusiaan Gaza
Soal Peluang Periksa...
Soal Peluang Periksa Nanik S Deyang di Kasus MBG, Kejagung: Minggu Ini Belum Ada Jadwal
Yusril Berkunjung ke...
Yusril Berkunjung ke MUI Malam Ini, Jelaskan Penangkapan WNA Palestina Abdul Karim Raeq Miqdad
KPK Panggil 4 Tersangka...
KPK Panggil 4 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Jatim
Pakar Minta Polisi Objektif...
Pakar Minta Polisi Objektif Usut Dugaan Penghinaan Terhadap Jurnalis
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved