BP2MI Dorong Korsel Beri Pelatihan bagi Pekerja Migran Indonesia di Sektor Perikanan
Selasa, 10 Oktober 2023 - 12:41 WIB
loading...
Kepala BP2MI Benny Rhamdani bertemu puluhan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Korea Selatan. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) mendorong agar PMI di sektor Perikanan yang bekerja di Korea Selatan (Korsel) mendapat pelatihan. Hal itu penting untuk meningkatkan kompetensi dan keahlian para pekerja migran khususnya disektor perikanan.
Hal itu disampaikan Kepala BP2MI Benny Rhamdani saat melakukan kunjungan kerja di Kota Ulsan, Korea Selatan. Dalam kunjungan tersebut, sekitar 60 Pekerja Migran Indonesia berkumpul di sekitaran Pelabuhan Jeongja-Dong, Ulsan, untuk menyampaikan berbagai permasalahan selama bekerja di sektor perikanan di Korea Selatan.
Mereka menyampaikan, perbedaan penghasilan antara sektor manufaktur dan perikanan menjadi salah satu pemicu banyaknya Pekerja Migran Indonesia kaburan di Korea Selatan. Untuk gaji hampir sama, bedanya sektor perikanan tidak mendapatkan tunjangan lembur, padahal jam kerjanya panjang.
Baca juga: Bawa Misi Budaya, BP2MI Apresiasi Paguyuban Bumi Reyog Ponorogo di Korea Selatan
Mereka juga menilai, Pekerja Migran Indonesia sektor perikanan yang bekerja di Korea Selatan ini minim kompetensi dan keahlian dalam melaut. Mereka juga tidak ditunjang dengan kesiapan mental dan kemampuan fisik untuk melaut.
Menanggapi hal tersebut, Kepala BP2MI, Benny Rhamdani, mengatakan, bagaimana pekerja migran sektor perikanan memiliki kompetensi yang mumpuni, saat proses penempatan saja mereka hanya diuji secara bahasa saja. “HRD Korea menilai kompetensi Pekerja Migran Indonesia telah diwakili dengan adanya persyaratan sertifikat Basic Safety Training (BST),” jelas Benny, Selasa (10/10/2023).
Baca juga: BP2MI Temui 8 Pekerja Migran Indonesia yang Alami Kendala di Taiwan
Hal itu disampaikan Kepala BP2MI Benny Rhamdani saat melakukan kunjungan kerja di Kota Ulsan, Korea Selatan. Dalam kunjungan tersebut, sekitar 60 Pekerja Migran Indonesia berkumpul di sekitaran Pelabuhan Jeongja-Dong, Ulsan, untuk menyampaikan berbagai permasalahan selama bekerja di sektor perikanan di Korea Selatan.
Mereka menyampaikan, perbedaan penghasilan antara sektor manufaktur dan perikanan menjadi salah satu pemicu banyaknya Pekerja Migran Indonesia kaburan di Korea Selatan. Untuk gaji hampir sama, bedanya sektor perikanan tidak mendapatkan tunjangan lembur, padahal jam kerjanya panjang.
Baca juga: Bawa Misi Budaya, BP2MI Apresiasi Paguyuban Bumi Reyog Ponorogo di Korea Selatan
Mereka juga menilai, Pekerja Migran Indonesia sektor perikanan yang bekerja di Korea Selatan ini minim kompetensi dan keahlian dalam melaut. Mereka juga tidak ditunjang dengan kesiapan mental dan kemampuan fisik untuk melaut.
Menanggapi hal tersebut, Kepala BP2MI, Benny Rhamdani, mengatakan, bagaimana pekerja migran sektor perikanan memiliki kompetensi yang mumpuni, saat proses penempatan saja mereka hanya diuji secara bahasa saja. “HRD Korea menilai kompetensi Pekerja Migran Indonesia telah diwakili dengan adanya persyaratan sertifikat Basic Safety Training (BST),” jelas Benny, Selasa (10/10/2023).
Baca juga: BP2MI Temui 8 Pekerja Migran Indonesia yang Alami Kendala di Taiwan
Lihat Juga :