50.000 Kaum Syarikat Islam Akan Ramaikan Pengajian Nasional di Istiqlal

Jum'at, 06 Oktober 2023 - 19:19 WIB
loading...
50.000 Kaum Syarikat...
Sekretaris Jenderal Syarikat Islam, Ferry Juliantono. FOTO/IST
A A A
JAKARTA - Memperingati Milad ke-118, Syarikat Islam (SI) akan menyelenggarakan Silaturahmi dan Pengajian Nasional pada Sabtu (7/10/2023) besok. Rencananya acara bertema Meneguhkan Peran Syarikat Islam dalam Membangun Bangsa itu akan digelar di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat.

Sekretaris Jenderal Syarikat Islam, Ferry Juliantono mengatakan, Silaturahmi dan Pengajian Nasional akan dihadiri sekitar 50.000-an kaum Syarikat Islam yang berasal dari perwakilan seluruh Indonesia.

"Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang konsolidasi bagi Syarikat Islam dalam menghadapi Pemilu 2024 yang eskalasinya sekarang kian memanas. Fenomena politik yang destruktif yang saling menjatuhkan, menyebarkan berita bohong (hoax), dan politik uang sudah masuk pada tahap yang mengkhawatirkan," kata Ferry di Jakarta, Jumat (6/7/2023).

Baca juga: Ganjar Tampil di Tayangan Azan Magrib, Syarikat Islam Indonesia: Boleh dan Sah Saja

Di kesempatan yang sama, Ketua Umum Syarikat Islam Hamdan Zoelva mengimbau kepada para kontestan maupun pendukung agar berperilaku politik secara beradab dan lebih mengedepankan adu gagasan yang bersifat konstruktif untuk kemajuan bangsa. Di samping itu bagi penyelenggara pemilu harus memastikan dirinya bekerja secara independen, imparsial, dan profesional sesuai kerangka hukum yang berlaku serta penyelenggara negara (TNI, POlri, dan ASN) menjaga netralitasnya.

"Hal yang paling penting, bahwa pemilu bagi kaum Syarikat Islam harus dijadikan sebagai momentum terjalinnya persatuan ummat untuk mewujudkan pemilu yang berkualitas dan damai," katanya.

Selain masalah pemilu, Hamdan Zoelva juga menyoroti fenomena penegakan hukum yang dinilainya berada pada tahap sangat mengkhawatirkan. Hukum sejatinya diterapkan secara imparsial, berlaku kepada siapa pun dan berkeadilan.

"Penegakan hukum semestinya dilakukan tanpa pandang bulu, dan tak memihak yang dilakukan dengan mengedepankan prinsip-prinsip negara hukum yang berkeadilan," ujarnya.

Hamdan Zoelva juga menyoroti peringatan krisis pangan dunia dari Food and Agriculture Organization (FAO) yang disebabkan perubahan iklim. Sudah ada 22 negara membatasi ekspor bahan makanan dan pada sisi lain kondisi di dalam negeri yang sedang dilanda kemarau akan berpengaruh terhadap ketersediaan pangan.

"Oleh karena itu, pemerintah untuk segera menentukan langkah-langkah strategis memastikan ketersediaan pangan dalam negeri," kata Hamdan Zoelva.

Terkait konflik agraria sebagai akibat kebijakan pembangunan ekonomi seperti yang terjadi di Pulau Rempang, Batam, Kepulauan Riau, Hamdan meminta pemerintah menjadikan masyarakat sebagai subjek pembangunan dengan memberikan hak untuk berpartisipasi dan berkontribusi.

"Karena itu pendekatan dialog kepada masyarakat menjadi kata kunci sebagai penghargaan terhadap masyarakat hukum adat," kata mantan Ketua MK ini.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Komisi II DPR Bakal...
Komisi II DPR Bakal Panggil KPU Imbas Penggunaan Jet Pribadi
Saraswati Rahayu Mundur...
Saraswati Rahayu Mundur dari DPR, PB PII: Jadi Teladan Politik Generasi Muda
Terima Hewan Kurban...
Terima Hewan Kurban dari Kadin Indonesia, Wasekjen PP Syarikat Islam: Manifestasi Keteladanan Nabi
Peduli Terhadap Sesama,...
Peduli Terhadap Sesama, Kadin Indonesia Salurkan Hewan Kurban ke Laznas Syarikat Islam
Megawati Sentil Kader...
Megawati Sentil Kader PDIP Babak Belur di Pemilu 2024
PP Syarikat Islam Serahkan...
PP Syarikat Islam Serahkan Donasi untuk Gaza Palestina Rp1 Miliar
Cahaya Hati Cahaya Indonesia...
Cahaya Hati Cahaya Indonesia di Istiqlal, Doa untuk Bangsa dan Bazar UMKM Meriahkan Acara
Kantor Sekretariat DPD...
Kantor Sekretariat DPD Partai Perindo Puncak Jaya Dibakar, Deiron Kogoya: Pemilukada Sudah Selesai, Pelaku Harus Diusut!
DPW Partai Perindo Jakarta...
DPW Partai Perindo Jakarta Kunjungi KPU DKI Bahas Verifikasi Parpol hingga Dana Bantuan Politik
Rekomendasi
Larangan dan Sanksi...
Larangan dan Sanksi MPLS 2026, Atribut Tidak Relevan hingga Pungutan Biaya Dilarang
Densu Jadi Wajah Baru...
Densu Jadi Wajah Baru Caroline.id, Strategi Kepercayaan di Tengah Pasar Mobil Bekas yang Makin Sengit
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp15.000 Jadi Rp2,64 Juta per Gram
Berita Terkini
Dukung Dokter Tifa di...
Dukung Dokter Tifa di PN Jaktim, Roy Suryo Soroti Tersangka yang Dapat Restorative Justice
Lukashenko Jadi Presiden...
Lukashenko Jadi Presiden Negara Sahabat Pertama yang Nginap di Istana Negara
Profil Christina Endarwati...
Profil Christina Endarwati Ketua Majelis Hakim Sidang Dokter Tifa terkait Ijazah Jokowi
Rapat Paripurna RAPBN...
Rapat Paripurna RAPBN 2027 hingga Calon Anggota BS OJK Dihadiri 298 Anggota DPR
Hakim Tolak JPU soal...
Hakim Tolak JPU soal Uang Pengganti Rp4,8 Triliun ke Nadiem, Rekomendasikan Jalur TPPU
Hadapi Sidang Ijazah...
Hadapi Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa: Kita Tidak Ada Sponsor, Bohir Kita Hanya Allah
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved