TNI dan Tantangan Indonesia Emas
Kamis, 05 Oktober 2023 - 08:39 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: SBY Hadiri Perayaan HUT ke-78 TNI di Monumen Nasional
Peran TNI sejauh ini dalam menjaga kedaulatan harus diapresiasi karena baik dengan patroli maupun deterence mampu membuat China tidak melanggar ketentuan kedaulatan. Tidak cukup dengan apresiasi, pemerintah seharusnya terus mempercepat akumulasi kekuatan dengan mencapai Minimum Essential Forces (MEF) karena Indonesia masih tertinggal dibanding dengan negara-negara di kawasan
Selain MEF, TNI juga perlu memulai modernisasi tidak hanya yang bersifat material berupa kekuatan militer tetapi juga modernisasi pasukan yang lebih adaptif dengan perubahan ancaman terutama ancaman perang siber. Mengingat model ancaman siber akan memaksa perubahan paradigma pertahanan dalam merespons ancaman dari yang sangat state centric menjadi sangat personal terutama menyangkut keamanan data pribadi.
Perubahan paradigma ancaman dan pertahanan di masa depan membutuhkan TNI yang lebih aware terhadap perubahan, sehingga perlunya membangun sinergi dan kolaborasi dalam menghadapi ancaman baru. TNI bisa berkolaborasi dengan mengadopsi quadruple helix model dengan memadukan government, private sector, civil society, dan university dalam menghadapi ancaman perang siber
Dengan mengadopsi kolaborasi dan sinergi tidak hanya mampu menghadapi model ancaman-ancaman baru, tapi juga akan meningkatkan kepercayaan publik terhadap TNI yang dekat dengan rakyat. Dukungan rakyat sangat penting bagi TNI agar percepatan reformasi dan modernisasi mempercepat profesionalisme TNI. Kemampuan TNI dalam merespons ancaman sekarang dan akan datang akan menentukan stabilitas keamanan negara yang tidak hanya memberi rasa aman kepada rakyat atau keutuhan kedaulatan negara, tetapi juga penting bagi pertumbuhan ekonomi.
Peran TNI sejauh ini dalam menjaga kedaulatan harus diapresiasi karena baik dengan patroli maupun deterence mampu membuat China tidak melanggar ketentuan kedaulatan. Tidak cukup dengan apresiasi, pemerintah seharusnya terus mempercepat akumulasi kekuatan dengan mencapai Minimum Essential Forces (MEF) karena Indonesia masih tertinggal dibanding dengan negara-negara di kawasan
Selain MEF, TNI juga perlu memulai modernisasi tidak hanya yang bersifat material berupa kekuatan militer tetapi juga modernisasi pasukan yang lebih adaptif dengan perubahan ancaman terutama ancaman perang siber. Mengingat model ancaman siber akan memaksa perubahan paradigma pertahanan dalam merespons ancaman dari yang sangat state centric menjadi sangat personal terutama menyangkut keamanan data pribadi.
Perubahan paradigma ancaman dan pertahanan di masa depan membutuhkan TNI yang lebih aware terhadap perubahan, sehingga perlunya membangun sinergi dan kolaborasi dalam menghadapi ancaman baru. TNI bisa berkolaborasi dengan mengadopsi quadruple helix model dengan memadukan government, private sector, civil society, dan university dalam menghadapi ancaman perang siber
Dengan mengadopsi kolaborasi dan sinergi tidak hanya mampu menghadapi model ancaman-ancaman baru, tapi juga akan meningkatkan kepercayaan publik terhadap TNI yang dekat dengan rakyat. Dukungan rakyat sangat penting bagi TNI agar percepatan reformasi dan modernisasi mempercepat profesionalisme TNI. Kemampuan TNI dalam merespons ancaman sekarang dan akan datang akan menentukan stabilitas keamanan negara yang tidak hanya memberi rasa aman kepada rakyat atau keutuhan kedaulatan negara, tetapi juga penting bagi pertumbuhan ekonomi.
Lihat Juga :