Meredam Manuver OPM di Pasifik Selatan

Senin, 02 Oktober 2023 - 07:09 WIB
loading...
A A A
Tanpa banyak diketahui publik, selama lima tahun belakangan Indonesia ternyata telah banyak membantu Vanuatu meningkatkan kapasitas bidang perikanan, kewirausahaan, dan aksi iklim. Indonesia juga telah menunjukkan solidaritas dengan memberikan bantuan kemanusiaan pasca-musibah Siklon Judy dan Kevin pada Maret lalu.

Walaupun belum seratus persen meredam sikap Fiji, Indonesia beberapa tahun belakangan membangun kerja sama dan membantu negeri tersebut. Misalnya pada 2016 lalu Indonesia menggelontarkan dana USD5 juta pasca- bencana Topan Winston melanda. Bantuan di antaranya dimanfaatkan membangun kembali Queen Victoria School (QVS).

Upaya Indonesia mendekati negara-negara di Pasifik Selatan belakangan kian intensif dilakukan. Pada September 2022, Menlu Retno Marsudi mengunjungi Fiji dan Solomon untuk memperkuat kerja sama bilateral. Hal ini sebagai manifestasi politik luar negeri Indonesia yang telah memprioritaskan penguatan kerja sama dengan negara-negara Pasifik Selatan.

Hasil yang diperoleh, dengan Fiji pemerintah Indonesia akan membantu pembangunan Regional Agriculture Training Center untuk memperkuat ketahanan pangan negeri tersebut. Kedua negara juga sepakat membentuk Indonesia-Fiji Preferential Trade Agreement dan meratifikasi Defence Cooperation Agreement untuk mendorong kerja sama sektor strategis, seperti peacekeeping operations.

Adapun dengan Solomon, Indonesia membantu pembangunan lapangan futsal multiguna sebagai persiapan menyambut penyelenggaraan Pacific Games dan mendirikan rumah sakit untuk negara tersebut. Kedua negara juga setuju meningkatkan kerjasama dengan prinsip saling menguntungkan dan saling menghormati prinsip-prinsip kedaulatan.

Selanjutnya Indonesia-Solomon berencana mengkongkretkan kemitraan dalam bentuk kerja sama pembangunan seperti pada bidang perubahan iklim dan perikanan, dan beberapa kesepakatan lain, termasuk perdagangan. Pada Sidang Majelis Umum PBB ke-78 di New York, Solomon menyampaikan ucapan terima kasih ke pemerintah Indonesia atas kerja sama yang dilakukan selama ini.

baca juga: Mahfud MD: TNI-Polri Selalu Berhati-hati tetapi OPM Selalu Menyerang

Penguatan hubungan diplomasi dengan negara-negara Pasifik Selatan ini dipertegas dengan visi Indonesia yang digaungkan lewat ASEAN untuk menjadikan Indo-Pasifik sebagai kawasan damai, stabil dan makmur, sebagaimana tercermin dalam ASEAN Outlook on the Indo-Pacific. Indonesia juga telah meluncurkan kebijakan Visi Pacific Elevation pada 2019 dengan arah memperkuat kerja sama ekonomi dan pembangunan dengan negara-negara Pasifik.

Pada tahun yang sama Kementerian Luar Negeri juga telah menggelar Indonesia-South Pacific Forum (ISPF) resmi yang dihadiri lima belas negara, termasuk Indonesia. Bagi Indonesia, forum ini menjadi platform dialog untuk memperkuat kerja sama konkret perdagangan, mengurangi hambatan perdagangan dan investasi, mengingkatkan kapasitas dan kerja sama teknis, dan lainnya.

Perlu Konsistensi dan Kesinambungan

Walaupun belum sepenuhnya ‘mengamankan’ negara-negara Pasifik Selatan dari gerakan ULMWP atau OPM, beberapa pendekatan diplomatik telah mampu merangkul beberapa negara Pasifik Selatan mendekat ke Indonesia, seperti ditunjukkan Vanuatu dan Solomon. Pendekatan pragmatis dalam bentuk pemberian bantuan kemanusiaan ternyata diterima karena realitasnya negara-negara di kawasan Pasifik Selatan masih membutuhkan uluran tangan.

Pilihan kebijakan diplomasi melalui membangun kerjasama dengan negara-negara Pasifik Selatan, baik melalui hubungan bilateral maupun regional lewat kerangka ASEAN, sudah tepat dan perlu diteruskan. Pun langkah mendorong berlanjutnya ISPF, ASEAN-PIF, menjadi tuan rumah Archipegic and Island States Ministerial Forum AIS, menggelar Indonesia-Pasific Forum for Development (IPFD) pada akhir 2022 patut diapresiasi dan diteruskan di tahun-tahun mendatang.

Tak kalah pentingnya adalah upaya mendekati negara-negara Pasifik Selatan melalui forum multilateral G-20. Di bawah Presidensi Indonesia, untuk kali pertama kelompok negara yang memiliki produksi domestik bruto (PDB) di dunia tersebut mengundang wakil Pasific Islands Forum. Langkah tersebut tidak sia-sia karena G-20 mendedikasikan 10 proyek kerja sama untuk mereka, dan dua di antaranya diinisiasi Indonesia.

Bentuk diplomasi kreatif melalui berbagai kerja sama juga perlu dikembangkan. Beberapa pilihan kerja sama yang bisa digarap antara lain pemberian beasiswa kepada pelajar asal Pasifik Selatan, terutama anggota MSG, agar bisa belajar di perguruan tinggi di Indonesia. Juga program pertukaran budaya, sehingga masyarakat di negara tersebut mengenal keragaman budaya Indonsia, termasuk Papua yang masih terpelihara.

Bila ditelusuri, kerja sama yang dibangun Indonesia dengan negara-negara Pasifik Selatan ternyata tidak hanya berhenti pada meredanya isu Papua, tapi secara luas akan menciptakan kesejahteraan bersama dan membangun stabilitas di kawasan Indo-Pasifik. Tentu, upaya tersebut membutuhkan konsistensi dan kesinambungan, dalam hal ini mengintensifkan diplomasi di berbagai level forum dan kerja sama kreatif melalui melalui berbagai bentuk program.(*)
(hdr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tim Kolaborasi Film...
Tim Kolaborasi Film Pesta Babi Buka Suara setelah Mama Sinta Lapor Polisi
Yorrys Raweyai Soroti...
Yorrys Raweyai Soroti Eksploitasi Hutan di Tanah Papua dan Dorong Pembentukan Pansus
Kritik dalam Film Pesta...
Kritik dalam Film Pesta Babi Jadi Bahan Evaluasi Pembangunan di Papua
Ketum Gerakan Cinta...
Ketum Gerakan Cinta Prabowo Sebut Film Pesta Babi Provokatif
Pengamat Militer: Pembangunan,...
Pengamat Militer: Pembangunan, Keamanan, dan Keadilan Sosial Kunci Atasi Konflik Papua
Pemuda Bulan Bintang:...
Pemuda Bulan Bintang: Jika Anak Muda Sayang Papua, Mari Tonton Pesta Babi
Gempa Magnitudo 5,4...
Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Sarmi Papua
Update Ledakan Bom Sisa...
Update Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II di Biak Numfor Papua: 19 Orang Terluka, 55 Mengungsi
Anggota KKB Pelaku Pembakaran...
Anggota KKB Pelaku Pembakaran Perumahan Pemkab dan Penembakan Pesawat Ditangkap
Rekomendasi
Wardatina Mawa Tuntut...
Wardatina Mawa Tuntut Nafkah Anak Rp25 Juta, Bukan Rp500 Ribu
Gold Medalist Berterima...
Gold Medalist Berterima Kasih kepada Penggemar yang Tetap Mendukung Kim Soo-hyun
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
Berita Terkini
Pengadilan Tinggi Singapura...
Pengadilan Tinggi Singapura Tolak Gugatan Paulus Tanos, Menkum Koordinasi KPK dan Polri
Eks Wakil Kepala BGN...
Eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya Masih Syok setelah Jadi Tersangka Korupsi
Bahas RUU Polri, Habiburokhman...
Bahas RUU Polri, Habiburokhman Soroti Polisi Aktif di Ormas
Alasan Prabowo Pilih...
Alasan Prabowo Pilih Nanik S Deyang jadi Kepala BGN Gantikan Dadan Hindayana
Silmy Karim Tersangka...
Silmy Karim Tersangka Korupsi, Komisi III DPR: Usut Tuntas Tanpa Pandang Bulu
Hebat! Kota Semarang...
Hebat! Kota Semarang Raih Penghargaan Nasional Creative Financing, Bukti Inovasi Pemkot Hadirkan Pembangunan yang Berdampak
Infografis
Daftar Skuad Timnas...
Daftar Skuad Timnas Mesir di Piala Dunia 2026, Mohamed Salah Ujung Tombak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved