Suhu Pulau Jawa Semakin Panas, Surabaya Bisa Tembus 42 Derajat Celsius
Jum'at, 29 September 2023 - 14:26 WIB
loading...
A
A
A
Guswanto mengatakan bahwa sejumlah wilayah yang berada di bagian Selatan garis Equator termasuk Ibu Kota masih masuk musim kemarau. Tak hanya itu, fenomena El Nino pun menjadi salah satu penyebab pembentukan awan hujan relatif rendah.
"Sebagian wilayah Indonesia, khususnya wilayah bagian Selatan equator (termasuk DKI Jakarta) cenderung masih musim kemarau. Hal tersebut akibat dari angin timuran yang berasal dari Belahan Bumi Selatan yang membawa massa udara kering masih cukup kuat berembus," ujarnya.
"Pengaruh El Nino dan IOD Positif menyebabkan potensi pembentukan awan hujan relatif menjadi lebih rendah sehingga musim hujan akan menjadi lebih lambat sebagian besar terjadi pada bulan November," tambahnya.
Lebih lanjut, Guswanto menyebut akibat dari kondisi atmosfer yang relatif kering sehingga polutan yang udara sulit terdispersi dan tercuci oleh curah hujan sulit terjadi.
"Selain itu potensi kebakaran hutan dan lahan di Sumatra, Kalimantan, dan Jawa lebih sering terjadi," tuturnya.
"Sebagian wilayah Indonesia, khususnya wilayah bagian Selatan equator (termasuk DKI Jakarta) cenderung masih musim kemarau. Hal tersebut akibat dari angin timuran yang berasal dari Belahan Bumi Selatan yang membawa massa udara kering masih cukup kuat berembus," ujarnya.
"Pengaruh El Nino dan IOD Positif menyebabkan potensi pembentukan awan hujan relatif menjadi lebih rendah sehingga musim hujan akan menjadi lebih lambat sebagian besar terjadi pada bulan November," tambahnya.
Lebih lanjut, Guswanto menyebut akibat dari kondisi atmosfer yang relatif kering sehingga polutan yang udara sulit terdispersi dan tercuci oleh curah hujan sulit terjadi.
"Selain itu potensi kebakaran hutan dan lahan di Sumatra, Kalimantan, dan Jawa lebih sering terjadi," tuturnya.
(zik)
Lihat Juga :