Indonesia Tuan Rumah Konferensi MHM Tingkat Asia Tenggara, Bahas Agama dan Perubahan Iklim
Jum'at, 29 September 2023 - 08:52 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Wapres Apresiasi Upaya Majelis Hukama Muslimin Perkuat Persaudaraan
Anggota Majelis Hukama Muslimin asal Indonesia Prof. Dr. M. Quraish Shihab mengatakan, dunia saat ini menghadapi ancaman perubahan iklim akibat kerusakan alam dan lingkungan. Hal ini menunjukkan bahwa dampak perubahan iklim sudah nyata dan terasa akibat kekeringan, pemanasan global, mencairnya salju di Antartika, dan naiknya permukaan air laut.
“Kita semua, individu, kelompok, organisasi masyarakat, organisasi keagamaan, harus bekerja sama untuk meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dan mencegah penyebaran polusi,” tegasnya.
Quraish Shihab menambahkan langkah penanggulangan tersebut harus dilakukan dalam skala seluas-luasnya. Upaya yang dilakukan untuk mencegah dampak perubahan iklim kini tidak lagi terbatas hanya pada aspek ilmu pengetahuan dan teknologi, karena dibutuhkan peran yang mendesak dari para tokoh agama untuk meningkatkan kesadaran akan masalah kemanusiaan ini.
Anggota Komite Eksekutif Majelis Hukama Muslimin TGB M. Zainul Majdi menjelaskan, konferensi yang akan dihadiri oleh banyak tokoh pemerintahan, tokoh agama, dan tokoh masyarakat dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Vietnam, Myanmar, dan Kamboja, itu akan membahas sejumlah topik penting.
Di antara isu-isu penting yang menjadi perhatian konferensi ini adalah 1) Negara dan Tantangan Perubahan Iklim: Visi, Strategi, Aksi; 2) Menuju Teologi Hijau (Green Theology): Bagaimana Keyakinan Agama Membangun Kesadaran Pelestarian Lingkungan?; 3) Peran Institusi dan Tokoh Agama dalam Penanggulangan Dampak Perubahan Iklim; 4) Urgensi Kebijakan Pembangunan Bidang Keagamaan dalam Mengatasi Krisis Lingkungan dan Perubahan Iklim; 5) Agama, Sains, dan Perubahan Iklim: Perspektif dan Pengalaman; dan 6) Bersama Selamatkan Bumi: Mempertemukan Nurani, Tanggung Jawab, dan Kolaborasi Negara-Nagara Dunia dalam Mengatasi Krisis Lingkungan dan Perubahan Iklim.
Anggota Majelis Hukama Muslimin asal Indonesia Prof. Dr. M. Quraish Shihab mengatakan, dunia saat ini menghadapi ancaman perubahan iklim akibat kerusakan alam dan lingkungan. Hal ini menunjukkan bahwa dampak perubahan iklim sudah nyata dan terasa akibat kekeringan, pemanasan global, mencairnya salju di Antartika, dan naiknya permukaan air laut.
“Kita semua, individu, kelompok, organisasi masyarakat, organisasi keagamaan, harus bekerja sama untuk meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dan mencegah penyebaran polusi,” tegasnya.
Quraish Shihab menambahkan langkah penanggulangan tersebut harus dilakukan dalam skala seluas-luasnya. Upaya yang dilakukan untuk mencegah dampak perubahan iklim kini tidak lagi terbatas hanya pada aspek ilmu pengetahuan dan teknologi, karena dibutuhkan peran yang mendesak dari para tokoh agama untuk meningkatkan kesadaran akan masalah kemanusiaan ini.
Anggota Komite Eksekutif Majelis Hukama Muslimin TGB M. Zainul Majdi menjelaskan, konferensi yang akan dihadiri oleh banyak tokoh pemerintahan, tokoh agama, dan tokoh masyarakat dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Vietnam, Myanmar, dan Kamboja, itu akan membahas sejumlah topik penting.
Di antara isu-isu penting yang menjadi perhatian konferensi ini adalah 1) Negara dan Tantangan Perubahan Iklim: Visi, Strategi, Aksi; 2) Menuju Teologi Hijau (Green Theology): Bagaimana Keyakinan Agama Membangun Kesadaran Pelestarian Lingkungan?; 3) Peran Institusi dan Tokoh Agama dalam Penanggulangan Dampak Perubahan Iklim; 4) Urgensi Kebijakan Pembangunan Bidang Keagamaan dalam Mengatasi Krisis Lingkungan dan Perubahan Iklim; 5) Agama, Sains, dan Perubahan Iklim: Perspektif dan Pengalaman; dan 6) Bersama Selamatkan Bumi: Mempertemukan Nurani, Tanggung Jawab, dan Kolaborasi Negara-Nagara Dunia dalam Mengatasi Krisis Lingkungan dan Perubahan Iklim.
Lihat Juga :