Jenderal TNI Pemilik Brevet Kualifikasi Intai Tempur, Nomor 3 dan 5 Mantan Panglima TNI
Minggu, 24 September 2023 - 06:09 WIB
loading...
A
A
A
Setelah lulus Akmil, dia ditunjuk sebagai Komandan Pleton Grup I Kopassandha. Kemudian setelah menyelesaikan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad). Pramono Edhie semakin sering menjabat di posisi strategis seperti Perwira Intel Operasi grup I Kopassus, hingga Wakil Komandan Grup 1/Kopassus pada tahun 1996.
Setelah Reformasi, Pramono Edhie terpilih menjadi Ajudan Presiden Megawati Soekarnoputri pada tahun 2001. Di tahun yang sama juga dia menempuh Sekolah Staf dan Komando Tentara Nasional Indonesia (Sesko TNI).
Pada tahun 2005, karier Pramono terus meningkat. Dimana kala itu dia ditunjuk menjadi Wakil Danjen Kopassus. Dua tahun berselang jabatan Danjen Kopassus diembannya.
Tahun 2009, Pramono Edhie mendapat promosi menjadi Pangdam III/Siliwangi hingga 2010. Naik jadi jenderal bintang tiga, Pramono Edhie ditunjuk menjadi Panglima Kostrad (2010–2011). Puncak karier militernya ketika diangkat menjadi KSAD menggantikan Jenderal TNI George Toisutta.
Sebab, Lulusan Akademi Militer (Akmil) 1976 dari kesatuan Infanteri ini pernah mengikuti pendidikan Raider. Selama meniti kariernya di TNI, George Toisutta pernah mengemban sejumlah jabatan penting di antaranya, Danrindam II/Sriwijaya, Danrem 051/Wijayakarta Kodam Jaya, dan Danpuslatpur Kodiklatad.
Bintang emas di pundaknya pecah menjadi Brigjen TNI, saat George Toisutta dipercaya menduduki jabatan Kasdivif 1/Kostrad, kemudian Kasgartap 1/Kodam Jaya, dan Kasdam Jaya. Karier militer George Toisutta terus meningkat. Dia kemudian diangkat jadi Panglima Komando Operasi (Pangkoops) TNI di Aceh, Panglima Divisi 1/Kostrad, Pangdam XVII/Trikora, Pangdam III/Siliwangi.
Selanjutnya, Pangkostrad dan puncaknya George diangkat menjadi KSAD. George Toisutta meninggal dunia pada Rabu, 12 Juni 2019 Pukul 05.26 WIB saat menjalani perawatan di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat. George Toisutta selanjutnya dimakamkan di TPU Dadi Kota Makassar, di samping makam Ibundanya.
Selain brevet kualifikasi Raider, George Toisutta juga memiliki brevet kualifikasi Komando Kopassus, Brevet Hiu Kencana, Brevet Para Dasar, Wing Penerbang TNI AD, Wing Penerbang TNI AU serta Brevet Kualifikasi Penanggulangan Teror (Gultor) Kopassus.
Dikutip dari laman Perpusnas, Ryamizard merupakan putra dari Mayjen TNI Musannif Ryacudu, seorang perwira tinggi TNI AD yang dikenal dekat dengan Presiden Soekarno.
Dalam riwayatnya, purnawirawan bintang empat ini sebelumnya pernah menempati sejumlah jabatan penting. Sebut saja seperti Pangdam V/Brawijaya (1999), Pangdam Jaya/Jayakarta (1999-2000), Pangkostrad (2000-2002), hingga Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD)(2002-2005).
Baca juga: Jenderal TNI Pemilik Brevet Kualifikasi Raider, Nomor 5 Penggagas sekaligus Menantu Wapres
Selain itu, pada era pemerintahan Presiden Jokowi, suami dari Nora Tristyana, putri Jenderal TNI Try Sutrisno yang merupakan Wapres Soeharto ini juga didaulat sebagai Menteri Pertahanan. Dia menempati posisi ini pada periode 27 Oktober 2014 hingga 20 Oktober 2019.
Setelah Reformasi, Pramono Edhie terpilih menjadi Ajudan Presiden Megawati Soekarnoputri pada tahun 2001. Di tahun yang sama juga dia menempuh Sekolah Staf dan Komando Tentara Nasional Indonesia (Sesko TNI).
Pada tahun 2005, karier Pramono terus meningkat. Dimana kala itu dia ditunjuk menjadi Wakil Danjen Kopassus. Dua tahun berselang jabatan Danjen Kopassus diembannya.
Tahun 2009, Pramono Edhie mendapat promosi menjadi Pangdam III/Siliwangi hingga 2010. Naik jadi jenderal bintang tiga, Pramono Edhie ditunjuk menjadi Panglima Kostrad (2010–2011). Puncak karier militernya ketika diangkat menjadi KSAD menggantikan Jenderal TNI George Toisutta.
7. Jenderal TNI (Purn) George Toisutta
Pria kelahiran Makassar, Sulawesi Selatan pada 1 Juni 1953 juga merupakan Jenderal TNI yang memiliki Brevet Taipur. Sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ke-26, kepemilikan brevet tersebut sangat lumrah.Sebab, Lulusan Akademi Militer (Akmil) 1976 dari kesatuan Infanteri ini pernah mengikuti pendidikan Raider. Selama meniti kariernya di TNI, George Toisutta pernah mengemban sejumlah jabatan penting di antaranya, Danrindam II/Sriwijaya, Danrem 051/Wijayakarta Kodam Jaya, dan Danpuslatpur Kodiklatad.
Bintang emas di pundaknya pecah menjadi Brigjen TNI, saat George Toisutta dipercaya menduduki jabatan Kasdivif 1/Kostrad, kemudian Kasgartap 1/Kodam Jaya, dan Kasdam Jaya. Karier militer George Toisutta terus meningkat. Dia kemudian diangkat jadi Panglima Komando Operasi (Pangkoops) TNI di Aceh, Panglima Divisi 1/Kostrad, Pangdam XVII/Trikora, Pangdam III/Siliwangi.
Selanjutnya, Pangkostrad dan puncaknya George diangkat menjadi KSAD. George Toisutta meninggal dunia pada Rabu, 12 Juni 2019 Pukul 05.26 WIB saat menjalani perawatan di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat. George Toisutta selanjutnya dimakamkan di TPU Dadi Kota Makassar, di samping makam Ibundanya.
Selain brevet kualifikasi Raider, George Toisutta juga memiliki brevet kualifikasi Komando Kopassus, Brevet Hiu Kencana, Brevet Para Dasar, Wing Penerbang TNI AD, Wing Penerbang TNI AU serta Brevet Kualifikasi Penanggulangan Teror (Gultor) Kopassus.
8. Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu
Ryamizard Ryacudu merupakan Jenderal TNI sekaligus orang pertama yang memiliki Brevet Taipur. Wajar saja, sebab abituren Akmil 1974 ini menjadi pemrakarsa pembentukan Taipur ketika menjabat Pangkostrad pada 2001.Dikutip dari laman Perpusnas, Ryamizard merupakan putra dari Mayjen TNI Musannif Ryacudu, seorang perwira tinggi TNI AD yang dikenal dekat dengan Presiden Soekarno.
Dalam riwayatnya, purnawirawan bintang empat ini sebelumnya pernah menempati sejumlah jabatan penting. Sebut saja seperti Pangdam V/Brawijaya (1999), Pangdam Jaya/Jayakarta (1999-2000), Pangkostrad (2000-2002), hingga Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD)(2002-2005).
Baca juga: Jenderal TNI Pemilik Brevet Kualifikasi Raider, Nomor 5 Penggagas sekaligus Menantu Wapres
Selain itu, pada era pemerintahan Presiden Jokowi, suami dari Nora Tristyana, putri Jenderal TNI Try Sutrisno yang merupakan Wapres Soeharto ini juga didaulat sebagai Menteri Pertahanan. Dia menempati posisi ini pada periode 27 Oktober 2014 hingga 20 Oktober 2019.
(kri)
Lihat Juga :