Jenderal TNI Pemilik Brevet Kualifikasi Intai Tempur, Nomor 3 dan 5 Mantan Panglima TNI
Minggu, 24 September 2023 - 06:09 WIB
loading...
A
A
A
Setahun menjadi Gubernur Akmil, Gatot pun diangkat menjadi Pangdam Brawijaya menggantikan Mayor Jenderal TNI Suwarno. Tak sampai setahun, dirinya kembali ditugaskan sebagai Dankodiklat TNI AD.
Pada 2013, Gatot pun diangkat menjadi Pangkostrad menggantikan Letjen TNI Muhammad Munir. Pada 2014, pada masa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Gatot pun diangkat menjadi KSAD ke-30.
Puncak kariernya ada 2015, di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo, Gatot pun dilantik menjadi Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke-16 menggantikan Jenderal TNI Moeldoko.
Sejumlah jabatan penting yang pernah disematnya adalah Pangdam IV/Diponegoro (2009), Dankodiklat TNI AD (2010), Sekjen Kemhan (2013), hingga Kepala Staf TNI Angkatan Darat (2013).
Lahir di Desa Pesing, Kecamatan Purwoasri, Kediri, Jawa Timur, Moeldoko merupakan lulusan Akabri Darat (kini Akmil) tahun 1981. Prestasinya di Lembah Tidar sangatlah cemerlang. Moeldoko merupakan peraih Adhi Makayasa-Tri Sakti Wiratama.
Perjalanan waktu mengantarkannya pada berbagai promosi jabatan. Ketika bintang satu, Moeldoko mengemban jabatan sebagai Pa Ahli KSAD Bidang Ekonomi (2007),Direktur Doktrin Kodiklat TNI AD (2008), dan Kasdam Jaya (2008).
Naik pangkat menjadi jenderal bintang dua, jabatan strategis yang diembannya adalah Panglima Divisi Infanteri 1/Kostrad (2010), Pangdam XII/Tanjungpura, dan Pangdam III/Siliwangi (2010).
Kariernya terus meroket. Bintang emas di pundaknya juga bertambah. Menyandang pangkat Letjen, Moeldoko dipasrahi tanggung jawab sebagai Wakil Gubernur Lemhannas (2011). Namanya kian melejit saat ditunjuk sebagai Wakil KSAD pada 2013.
Tak butuh lama, dia melesat menjadi orang nomor satu di matra Darat atau KSAD pada 2013. Moeldoko menggantikan seniornya, Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo.
Menariknya, jabatan super strategis itu hanya dipegang hanya tiga bulan. Sebab, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menunjuknya sebagai Panglima TNI.
Moeldoko menjabat sebagai orang nomor satu di militer dalam kurun 2013-2015. Selepas dari TNI, Moeldoko dipercaya Presiden Jokowi menjadi Kepala Staf Presiden hingga kini.
Pria kelahiran Magelang 5 Mei 1955 ini merupakan anak dari sosok tokoh militer ternama di Indonesia Letjen TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo. Dia juga merupakan ipar dari Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono. Pramono Edhie merupakan adik dari Ani Yudhoyono.
Sebagai seorang anak dari jenderal, Pramono Edhie akhirnya memutuskan untuk mengikuti jejak sang ayah sebagai prajurit TNI. Dengan latar belakang keluarga militer, membuat perjalanan karier Pramono Edhie kian bersinar.
Pada 2013, Gatot pun diangkat menjadi Pangkostrad menggantikan Letjen TNI Muhammad Munir. Pada 2014, pada masa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Gatot pun diangkat menjadi KSAD ke-30.
Puncak kariernya ada 2015, di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo, Gatot pun dilantik menjadi Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke-16 menggantikan Jenderal TNI Moeldoko.
4. Jenderal TNI (Purn) Budiman
Jenderal TNI (Purn) Budiman merupakan peraih lulusan terbaik alias Adhi Makayasa Akademi Militer (Akmil) 1978 yang memiliki Brevet Taipur. Selain Akmil, pria kelahiran 25 September 1956 ini juga menjadi lulusan terbaik Seskoad (1994) serta Sesko TNI (2001).Sejumlah jabatan penting yang pernah disematnya adalah Pangdam IV/Diponegoro (2009), Dankodiklat TNI AD (2010), Sekjen Kemhan (2013), hingga Kepala Staf TNI Angkatan Darat (2013).
5. Jenderal TNI (Purn) Moeldoko
Moeldoko adalah salah satu mantan Panglima TNI yang menyandang Brevet Taipur. Sejumlah posisi strategis yang pernah diembannya selama berkarier di militer, membuatnya pantas memiliki brevet tersebut.Lahir di Desa Pesing, Kecamatan Purwoasri, Kediri, Jawa Timur, Moeldoko merupakan lulusan Akabri Darat (kini Akmil) tahun 1981. Prestasinya di Lembah Tidar sangatlah cemerlang. Moeldoko merupakan peraih Adhi Makayasa-Tri Sakti Wiratama.
Perjalanan waktu mengantarkannya pada berbagai promosi jabatan. Ketika bintang satu, Moeldoko mengemban jabatan sebagai Pa Ahli KSAD Bidang Ekonomi (2007),Direktur Doktrin Kodiklat TNI AD (2008), dan Kasdam Jaya (2008).
Naik pangkat menjadi jenderal bintang dua, jabatan strategis yang diembannya adalah Panglima Divisi Infanteri 1/Kostrad (2010), Pangdam XII/Tanjungpura, dan Pangdam III/Siliwangi (2010).
Kariernya terus meroket. Bintang emas di pundaknya juga bertambah. Menyandang pangkat Letjen, Moeldoko dipasrahi tanggung jawab sebagai Wakil Gubernur Lemhannas (2011). Namanya kian melejit saat ditunjuk sebagai Wakil KSAD pada 2013.
Tak butuh lama, dia melesat menjadi orang nomor satu di matra Darat atau KSAD pada 2013. Moeldoko menggantikan seniornya, Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo.
Menariknya, jabatan super strategis itu hanya dipegang hanya tiga bulan. Sebab, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menunjuknya sebagai Panglima TNI.
Moeldoko menjabat sebagai orang nomor satu di militer dalam kurun 2013-2015. Selepas dari TNI, Moeldoko dipercaya Presiden Jokowi menjadi Kepala Staf Presiden hingga kini.
6. Jenderal TNI (Purn) Pramono Edhie Wibowo
Pramono Edhie Wibowo merupakan tokoh militer yang pernah menjabat Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Sehingga lumrah saja jika lulusan Akademi Militer pada 1978 itu memiliki Brevet Taipur.Pria kelahiran Magelang 5 Mei 1955 ini merupakan anak dari sosok tokoh militer ternama di Indonesia Letjen TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo. Dia juga merupakan ipar dari Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono. Pramono Edhie merupakan adik dari Ani Yudhoyono.
Sebagai seorang anak dari jenderal, Pramono Edhie akhirnya memutuskan untuk mengikuti jejak sang ayah sebagai prajurit TNI. Dengan latar belakang keluarga militer, membuat perjalanan karier Pramono Edhie kian bersinar.
Lihat Juga :