BNPB Catat Karhutla di Kalbar Lebih 54 Ribu Hektar Sejak Januari-September 2023

Kamis, 21 September 2023 - 06:48 WIB
loading...
BNPB Catat Karhutla...
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat luas kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) mencapai lebih 54 ribu hektar. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat luas kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) mencapai lebih 54 ribu hektar. Tepatnya 54.402,81 hektar dari awal Januari hingga September 2023.

Saat ini masih ada karhutla yang dalam penanganan. Bahkan pemerintah provinsi telah menetapkan status siaga darurat bencana yang berlaku hingga 31 Oktober 2023.

Baca juga: Terdampak Karhutla Sumsel, 5 Santri Ogan Ilir Dirawat di RS, 30 Siswa Mengungsi

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan hujan yang turun beberapa hari terakhir membantu penanganan karhutla di wilayah Kalbar. Bahkan, kondisi kualitas udara Kota Pontianak dan sekitarnya pun terpantau baik beberapa hari terakhir.

Hal tersebut disampaikan Suharyanto saat melakukan kunjungan kerja Rapat Koordinasi (rakor) Penanganan Darurat Bencana Karhutla di Provinsi Kalbar. “Kalbar alhamdullilah, tiga hari ini hujan terus,” ujar Suharyanto dalam keterangannya dikutip, Kamis (21/9/2023).

Namun demikian, Suharyanto mengingatkan Pemerintah Provinsi Kalbar dan unsur terkait lain untuk mewaspadai kondisi cuaca dalam beberapa hari ke depan. “Pantauan BMKG, beberapa hari kedepan akan panas,” katanya.

Suharyanto menekankan apabila tidak ada potensi hujan, teknologi modifikasi cuaca (TMC) dapat dilakukan jika memang dibutuhkan untuk penanganan karhutla.

Sementara itu, Pj Gubernur Kalbar Harisson Azroi menyampaikan jajarannya telah berupaya dalam penanganan karhutla. Berbagai langkah telah dilakukan pemerintah provinsi yang dibantu TNI, Polri, Manggala Agni, dan unsur terkait lain, termasuk dukungan Pemerintah Pusat.

Langkah-langkah yang dilakukan pemerintah provinsi, antara lain pembentukan komando satgas, penetapan pos komando yang berpusat di Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kalbar, apel siaga dan kesiapsiagaan Polda dan Kodam, penyebaran informasi hot spot, pengecekan lapangan oleh Satgas Darat dan Udara.

“Kami juga melakukan pembasahan lahan gambut serta TMC,” ucap Harisson.

Harisson juga mengungkapkan fenomena yang terjadi di wilayahnya. Menurutnya, kejadian hutan dan lahan yang terbakar pada 2020-2021 tidak terlalu banyak karena pandemi Covid-19.

Selama pandemi tersebut, juga tidak ada kasus demam berdarah (DBD). “Saat Covid-19 berlalu, kasus karhutla dan angka DBD naik,” ujarnya.

Baca juga: Kepala BNPB Sebut Indonesia Butuh 50 Heli Water Bombing untuk Hadapi El Nino

Setelah wilayahnya diguyur hujan beberapa hari, Harisson berharap kondisi kualitas udara baik dapat terus berlanjut. Dia pun menambahkan hujan masih turun di wilayah Kubu Raya dan sekitarnya dengan intensitas ringan hingga sedang.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kejagung: Ada Keterlibatan...
Kejagung: Ada Keterlibatan Penyelenggara Negara di Kasus Korupsi Tambang Bauksit Kalbar
Polemik Lomba Cerdas...
Polemik Lomba Cerdas Cermat, MPR Evaluasi Penggunaan Speaker
Ketua MPR Tegaskan Final...
Ketua MPR Tegaskan Final Cerdas Cermat di Kalbar Diulang, Juri Independen
BNPB Ungkap Indonesia...
BNPB Ungkap Indonesia Peringkat Ketiga Negara dengan Risiko Bencana Tertinggi di Dunia
Kolaborasi dan Deteksi...
Kolaborasi dan Deteksi Dini Hadapi Ancaman Karhutla 2026
Perangkap Kerugian Lingkungan...
Perangkap Kerugian Lingkungan dan Ancaman Ketidakpastian Hukum bagi Investasi Indonesia
BMKG Ingatkan Dampak...
BMKG Ingatkan Dampak El Nino, Ancaman Karhutla dan Kekeringan Mengintai
Data BNPB: Karhutla...
Data BNPB: Karhutla di 2 Provinsi Hanguskan 8,3 Hektare Lahan
Korban Tewas Gempa Magnitudo...
Korban Tewas Gempa Magnitudo 6,7 di Sulteng Bertambah Jadi 3 Orang
Rekomendasi
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Siapa Bagher Ghalibaf?...
Siapa Bagher Ghalibaf? Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Menundukkan AS
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Berita Terkini
Prabowo Resmikan 1.151...
Prabowo Resmikan 1.151 Km Jalan Daerah: Jadi Urat Nadi Perekonomian Rakyat
Tingkatkan Layanan Kesehatan...
Tingkatkan Layanan Kesehatan di Rumah Sakit, RS Pelni Gelar Pelatihan AI
Mahasiswa UBK Desak...
Mahasiswa UBK Desak Pengurus BEM yang Bertemu Gibran Mundur dari Jabatan karena Diduga Terima Uang
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dikabulkan Penangguhan Penahannya, Kubu Jokowi Buka Suara
Penahanan Roy Suryo...
Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangguhkan Kejaksaan, Kapolri: Kewajiban Kami Telah Selesai
37 Organisasi Tolak...
37 Organisasi Tolak Desakan MUI Agar Pelaku dan Pengkampanye LGBT Dipidana
Infografis
Penjualan Obat Penenang...
Penjualan Obat Penenang di Israel Meningkat sejak Perang Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved