Edukasi Pemilih Milenial, BMI Gelar Kuliah Politik Pemilu 2024
Selasa, 19 September 2023 - 12:32 WIB
loading...
BMI menggelar kuliah politik dengan tema Kelompok Radikal, Pemilu Milenial, dan Gen Z: Isu dan Arah Politik 2024 di Jakarta, Senin (18/9/2023). Foto/Dok. SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Banteng Muda Indonesia (BMI) menggelar kuliah politik dengan tema Kelompok Radikal, Pemilu Milenial, dan Gen Z: Isu dan Arah Politik 2024. Kegiatan ini untuk mengantisipasi gerakan kelompok radikal menunggangi Pemilu 2024 .
Ketua Bidang Politik dan Keamanan DPP Banteng Muda Indonesia (BMI) Mixil Mina Munir mengatakan, radikalisme di kalangan anak muda sangatlah besar. Pada Pemilu 2014 dan 2019, kelompok radikal selalu menumpang momen pesta demokrasi untuk memperjuangan cita-citanya mengganti Pancasila dengan sistem khilafah.
"Pola yang sering dipakai adalah dengan menggunakan politik identitas, memproduksi hoax, menebarkan kebencian hingga politisasi agama. Semua itu digunakan jadi bahan bakar untuk meraih dukungan elektoral," kata Mixil di Kantor DPP BMI, Jalan Profesor Doktor Supomo, Jakarta, Senin (18/9/2023). Baca juga: Sinergi Saga-BMI Menangkan Ganjar Pranowo di Pilpres 2024
Mixil menjelaskan pada 2017 dan 2020, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah membubarkan HTI serta FPI. Namun dia menengarai dua kelompok tersebut tidak diam dan masih menggunakan media sosial untuk propaganda.
"Sel-selnya masih aktif dengan pola gerakan radikal yang tersembunyi dengan cara mengganti baju organisasinya. Pada Pemilu 2024 ini kita patut mencurigai langkah tersembunyi mereka. Tentu ini sangat berbahaya jika mereka berhasil mengambil alih kekuasaan," jelasnya.
Ketua Bidang Politik dan Keamanan DPP Banteng Muda Indonesia (BMI) Mixil Mina Munir mengatakan, radikalisme di kalangan anak muda sangatlah besar. Pada Pemilu 2014 dan 2019, kelompok radikal selalu menumpang momen pesta demokrasi untuk memperjuangan cita-citanya mengganti Pancasila dengan sistem khilafah.
"Pola yang sering dipakai adalah dengan menggunakan politik identitas, memproduksi hoax, menebarkan kebencian hingga politisasi agama. Semua itu digunakan jadi bahan bakar untuk meraih dukungan elektoral," kata Mixil di Kantor DPP BMI, Jalan Profesor Doktor Supomo, Jakarta, Senin (18/9/2023). Baca juga: Sinergi Saga-BMI Menangkan Ganjar Pranowo di Pilpres 2024
Mixil menjelaskan pada 2017 dan 2020, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah membubarkan HTI serta FPI. Namun dia menengarai dua kelompok tersebut tidak diam dan masih menggunakan media sosial untuk propaganda.
"Sel-selnya masih aktif dengan pola gerakan radikal yang tersembunyi dengan cara mengganti baju organisasinya. Pada Pemilu 2024 ini kita patut mencurigai langkah tersembunyi mereka. Tentu ini sangat berbahaya jika mereka berhasil mengambil alih kekuasaan," jelasnya.
Lihat Juga :