alexametrics

Percepatan Pencapaian SDGs: Belajar dari Provinsi NTB

loading...
Pembangunan SDM menempati prioritas tinggi karena masih rendahnya rata-rata pendidikan dan kapasitas SDM di Provinsi NTB. Mengurangi secara signifi­kan tingkat dropout di jenjang pendidikan dasar dan menengah serta mencapai wajib belajar 12 tahun secara bertahap adalah agenda yang mendesak untuk dituntaskan. Pendidikan sampai dengan minimal tamat jenjang SMA akan mampu meningkatkan kapasitas dan skill dari angkatan kerja sehingga sangat memengaruhi daerah dalam me­ning­katkan perekonomiannya. Meningkatkan kualitas pendidikan (termasuk soft skills, perilaku dari anak didik) tidak kalah penting dari aksesibilitas karena akan sangat membentuk SDM dalam hal etos kerja, perilaku individu dalam ke­luarga dan masyarakat.

Di bidang kesehatan, Provinsi NTB menghadapi masalah masih tingginya angka kematian ibu melahirkan (AKI), angka kematian bayi (AKB) serta insiden stunting. Tidak ada jalan pintas untuk pembangunan di bidang kesehatan, kecuali dengan penerapan continuum of care, yaitu konsep perawatan kesehatan yang diawali dengan hidup sehat sejak 1000 hari pertama kehidupan, pada usia 2-3 tahun dengan asupan gizi yang baik dan seterusnya sampai dengan lanjut usia.

Tidak ada upaya pengentasan kemiskinan yang berkelanjutan, tanpa didukung oleh perekonomian daerah yang tumbuh sesuai dengan potensinya. Sektor pertanian dan peternakan yang masih merupakan sumber pencaharian sebagian besar penduduk daerah perdesaan masih tetap menjadi prioritas untuk dikembangkan. Provinsi NTB sangat beruntung karena dikaruniai keindahan alam dan kekayaan budaya sebagai basis keunggulan sektor pariwisata. KEK Mandalika yang sudah mulai menggeliat serta Kawasan Samota (Teluk Saleh, Pulau Moyo dan Gunung Tambora) adalah dua destinasi wisata nasional yang mencerminkan potensi dan peluang pengem­bangan wisata NTB.

Semua ini didukung oleh ekonomi kreatif yang merupakan kekayaan budaya di provinsi ini seperti kerajinan tenun, gera­bah, dan usaha-usaha pengembangannya.

Kemajuan yang cukup signifikan selama 10 tahun terakhir terutama dirasakan da­lam pem­bangunan infra­struk­tur dasar dan konektivitas. Kemajuan ini tercermin dari pemenuhan target 100% aksesibilitas rumah tangga terhadap air bersih dan sanitasi yang layak serta 100% elektrifikasi rasio, termasuk untuk daerah per­desaan sebelum tahun 2020. Pembangunan waduk dan bendungan di lokasi tertentu, yang rawan kekeringan (contoh: waduk Pandanduri di Kabupaten Lombok Timur) masih menjadi prioritas tinggi. Untuk kelancaran arus barang dan jasa antar daerah termasuk dengan provinsi lain, maka perluasan pembangunan dan pemeliharaan jalan raya berdasarkan performance based contract harus dilanjutkan sampai ke tingkat provinsi, kabupaten dan kota. Termasuk ke dalam prioritas pembangunan infrastruktur adalah perkuatan konektivitas melalui perluasan Bandara Internasional Lombok dan pelabuhan-pelabuhan.

Pengelolaan lingkungan termasuk kawasan wisata masih menjadi catatan untuk perbaikan. Untuk itu diperlukan sosial­isasi dan pendidikan yang terus menerus kepada masyarakat. Meskipun SDGs mensyaratkan keterlibatan semua pihak, untuk daerah seperti Provinsi NTB yang masih harus mengejar ketertinggalan dari daerah lain, maka peran pemerintah sangat krusial. Institusi dan tata kelola dari kebijakan dan program pemerintah, SDM Aparatur dari segi tingkat pendidikan dan kualitas sangat urgen untuk ditingkatkan.



Pemanfaatan e-government dapat membantu perbaikan pelayanan publik, terutama untuk sektor-sektor yang memerlukan kecepatan pelayanan.

Sebagai penutup, kesemua faktor di atas tidak akan berhasil tanpa adanya kepemimpinan atau leadership dari pimpinan daerah. Di samping itu, peran ulama dan tokoh masyarakat tidak kalah pentingnya untuk memotivasi, mendidik, menjadi panutan bagi masyarakat agar mampu meningkatkan peran dan kontribusinya bagi kemajuan daerahnya masing-masing.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak