Ketum Muhammadiyah Anggap Pengawasan Tempat Ibadah adalah Kemunduran

Kamis, 07 September 2023 - 20:58 WIB
loading...
Ketum Muhammadiyah Anggap...
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir memandang wacana pengawasan tempat ibadah oleh pemerintah adalah sebuah kemunduran. FOTO/DOK.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir memandang wacana pengawasan tempat ibadah oleh pemerintah adalah sebuah kemunduran. Wacana ini sebelumnya dimunculkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Meski masih sebatas usulan tapi Haedar menekankan agar jangan sampai hal tersebut menjadi sebuah kebijakan. Sebab, kebijakan itu akan berdampak luas terhadap suasana kebangsaan di masa yang akan datang.

"Ya sebenarnya ini setback (kemunduran) ya BNPT," kata Haedar ditemui di Universitas Islam Indonesia (UII), Kamis (7/9/2023).

Baca juga: Penjelasan Kepala BNPT terkait Usulan Kontrol Tempat Ibadah

Jika kebijakan itu diterapkan, Haedar menyebut bakal memiliki dampak luas, termasuk potensi hilangnya daya kultural dari ketertiban sosial. Padahal salah satu kekuatan kultural bangsa Indonesia adalah umat beragama.

"Jadi kami percaya kepala BNPT dan jajaran BNPT untuk meninjau kembali dan tidak melanjutkan langkah untuk mengawasi tempat ibadah," katanya.

Haedar berpendapat ketika nanti ada pengawasan di masjid dan tempat ibadah lain, bahkan hingga sekolah, maka akan menimbulkan suasana yang terkesan dramatis bahkan terkesan ada alarm.

Menurutnya, pengawasan di masjid adalah suatu tindakan yang tidak proporsional. Sebab, masjid dan tempat-tempat ibadah lain itu menjadi sumber nilai berbangsa dan etika di masyarakat.

Baca juga: Soal Usulan BNPT Tempat Ibadah Perlu Dikontrol, MUI: Akan Rusak dan Zalim

"Seperti kita ketahui, umat beragama di Indonesia sendiri sudah punya sejarah panjang yang melekat dengan denyut nadi kehidupan bangsa," katanya.

Di samping itu, umat beragama juga ikut memperjuangkan kemerdekaan meletakkan fondasi ke-Indonesiaan bersama seluruh komponen bangsa. Karena itu, ketika dalam situasi kebangsaan ada satu dua kasus yang dikaitkan dengan agama, semestinya diambil tindakan-tindakan yang sejalan dengan hukum.

"Jangan lalu membuat kebijakan yang menggeneralisasi," tuturnya.

Haedar menjelaskan, ketika pengawasan yang dilakukan masyarakat dan sudah disokong pemerintah, maka berpotensi menimbulkan masalah baru. Apalagi ketika ada potensi konflik antargolongan.

Masyarakat, kata Haedar, sudah memiliki mekanisme sosial tersendiri untuk mengatasi hal-hal yang dikhawatirkan itu. Termasuk untuk melakukan kontrol satu sama lain secara mandiri.

"Saling kontrol satu sama lain itu hal yang wajar saja, tapi ketika itu di-endorse oleh negara supaya mengawasi masjid, mengawasi gereja, dan seterusnya itu malah berpotensi menciptakan konflik horizontal," ujarnya.

Haedar Nashir berharap kebijakan ini tak diterapkan untuk menciptakan suasana kondusif menjelang Pemilu 2024.

Sebelumnya, Kepala BNPT Rycko Amelza Dahniel dalam rapat dengan Komisi III DPR, Senin (4/9/2023), menanggapi salah seorang Anggota Komisi III yang menyinggung soal karyawan BUMN yakni PT KAI yang terpapar paham radikalisme. Menurutnya, ini ada kaitannya dengan aktivitas tempat ibadah yang kerap melancarkan kritik ke pemerintah.

Menanggapi hal ini, Rycko mengungkapkan perlunya ada kontrol dari pemerintah terhadap tempat ibadah. Menurutnya, hal itu mereka dapati di beberapa negara yang mana tempat ibadah dikontrol oleh pemerintah.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kader Muhammadiyah Uji...
Kader Muhammadiyah Uji Penetapan Awal Bulan Hijriah oleh Menag ke MK
Muktamar XIX Pemuda...
Muktamar XIX Pemuda Muhammadiyah, Affandi Komitmen Tingkatkan Kapasitas Intelektual
Tanwir II Pemuda Muhammadiyah...
Tanwir II Pemuda Muhammadiyah Dorong Kader Rebut Ruang Strategis Bangsa
Lembaga Falakiyah PBNU...
Lembaga Falakiyah PBNU Rilis Data Hilal, Iduladha Berpotensi Serentak 27 Mei 2026
Muhammadiyah Iduladha...
Muhammadiyah Iduladha 27 Mei 2026, Pemerintah Sidang Isbat 17 Mei
Muhammadiyah Terbitkan...
Muhammadiyah Terbitkan Edaran Efisiensi dan Hidup Hemat: Kurangi Kegiatan Seremonial hingga Perjalanan Luar Negeri
Dukung Rumah Pastori...
Dukung Rumah Pastori GPdI Eklesia Amban, Kemenag Komitmen Pembangunan Sarana Keagamaan
Kementerian HAM Kawal...
Kementerian HAM Kawal Penyelesaian Persoalan Tempat Ibadah Jemaat POUK Tesalonika Teluknaga
Pembangunan Masjid Nurlaila...
Pembangunan Masjid Nurlaila Naga di Manggarai Barat Perkuat Spiritual Masyarakat
Rekomendasi
Rekrutmen Penggerak...
Rekrutmen Penggerak HAM 2026 Resmi Diperpanjang, Daftar di Link Ini
2 Polisi Dibacok OTK...
2 Polisi Dibacok OTK saat Sedang Bertugas, Sahroni Geram: Negara Tidak Boleh Kalah dari Pelaku Kriminal!
Menkes Soroti Konsumsi...
Menkes Soroti Konsumsi Mayones Berlebihan, Satu Sendok Mengandung 100 Kalori
Berita Terkini
Masa Penahanan Dadan...
Masa Penahanan Dadan Hindayana Cs Diperpanjang 40 Hari ke Depan
Indonesia Berkomitmen...
Indonesia Berkomitmen dalam Transisi Energi Melindungi Lingkungan dan Pekerja
Panglima TNI Lantik...
Panglima TNI Lantik 1.737 Perwira Baru di Akmil Magelang
Deklarasi Kebangsaan,...
Deklarasi Kebangsaan, Gabungan Aliansi BEM Nasional Serukan 5 Tuntutan
Menkum Supratman Sampaikan...
Menkum Supratman Sampaikan Capaian Posbankum di Legal Forum Rusia dan Perkuat Kerja Sama Ekstradisi Narapidana
Didakwa Terima Suap...
Didakwa Terima Suap Rp4,8 Miliar, Hery Susanto: Saya Tidak Terima Uang
Infografis
Muhammadiyah Masuk 10...
Muhammadiyah Masuk 10 Organisasi Keagamaan Terkaya di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved