BPIP-Kemenkop UKM Arusutamakan Peran Koperasi di Masa Depan
Jum'at, 31 Juli 2020 - 19:56 WIB
loading...
A
A
A
Ditegaskan, pihaknya terus melakukan pendampingan, pengawasan, penyuluhan, dan peningkatan SDM koperasi melalui 1.235 Petugas Penyuluh Koperasi Lapangan (PPKL) di 33 Provinsi, 341 kabupaten atau kota.(Baca juga: Ini 7 Sektor Prioritas Pengembangan Koperasi dan UMKM Tahun 2020 )
Di kesempatan yang sama, Kepala BPIP Yudian Wahyudi menyebutkan, kebijaksanaan koperasi sesuai dengan Pancasila. Dilihat dari sisi nilai-nilai kebersamaan, kegotongroyongan, saling membantu, ikhlas setelah memberi, dan rela berkorban. "Mewujudkan ekonomi Pancasila salah satunya melalui koperasi dan UMKM. Karena ada semangat gotong-royong, saling membantu, memberikan yang terbaik setelah itu adalah keikhlasan. Sebagai keberlanjutan kebijaksanaan demi perekonomian nasional," kata Yudi.
Pendiri Pondok Pesantren Nawesea Yogya ini meyakinkan, pemerintah pada umumnya sudah melakukan beragam program sebagai bentuk keberlanjutan ekonomi yang sesuai dengan ideologi Pancasila. Terlebih di momen Idul Adha, pemerintah melakukan di dua level. Menyembelih kurban sebagai simbol keikhlasan. Masjid Istiqlal tidak menyelenggarakan salat Ied karena ada ancaman virus corona.
Bersama Kemenkop UKM, BPIP akan bergotongroyong juga untuk membantu penyelesaian masalah ekonomi dari dampak COVID-19. “Kami juga dukung dan sambut program untuk melakukan sinkronisasi peraturan perundangan yang tidak sesuai dengan Pancasila, kita sesuaikan sebagai bentuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat Indonesia,” kata Yudi lagi.
Senada dikatakan Staf Khusus Presiden Arif Budimanta Sebayang. Ia menyebut pembangunan Koperasi Pangan menjadi langkah efektif karena mayoritas masyarakat di Indonesia bergerak di sektor pertanian baik menjadi petani, nelayan, hingga pemanfaatan kehutanan. "Pertanian memang menjadi jati diri masyarakat Indonesia, sehingga mengembangkan Koperasi Pangan merupakan langkah yang efektif," kata Arif.
Peneliti dari Universitas Gajah Mada Hempri Suyatna menimpali, koperasi berbasis pertanian, nelayan, kehutanan, koperasi jati diri masyarakat Indonesia. "Bicara konteks Pancasila ekonomi adanya moral, Ketuhanan Yang Maha Esa. Ekonomi kita bersumber moral, kebaikan dan etika moral bisnis," kata Hempri.
Di kesempatan yang sama, Kepala BPIP Yudian Wahyudi menyebutkan, kebijaksanaan koperasi sesuai dengan Pancasila. Dilihat dari sisi nilai-nilai kebersamaan, kegotongroyongan, saling membantu, ikhlas setelah memberi, dan rela berkorban. "Mewujudkan ekonomi Pancasila salah satunya melalui koperasi dan UMKM. Karena ada semangat gotong-royong, saling membantu, memberikan yang terbaik setelah itu adalah keikhlasan. Sebagai keberlanjutan kebijaksanaan demi perekonomian nasional," kata Yudi.
Pendiri Pondok Pesantren Nawesea Yogya ini meyakinkan, pemerintah pada umumnya sudah melakukan beragam program sebagai bentuk keberlanjutan ekonomi yang sesuai dengan ideologi Pancasila. Terlebih di momen Idul Adha, pemerintah melakukan di dua level. Menyembelih kurban sebagai simbol keikhlasan. Masjid Istiqlal tidak menyelenggarakan salat Ied karena ada ancaman virus corona.
Bersama Kemenkop UKM, BPIP akan bergotongroyong juga untuk membantu penyelesaian masalah ekonomi dari dampak COVID-19. “Kami juga dukung dan sambut program untuk melakukan sinkronisasi peraturan perundangan yang tidak sesuai dengan Pancasila, kita sesuaikan sebagai bentuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat Indonesia,” kata Yudi lagi.
Senada dikatakan Staf Khusus Presiden Arif Budimanta Sebayang. Ia menyebut pembangunan Koperasi Pangan menjadi langkah efektif karena mayoritas masyarakat di Indonesia bergerak di sektor pertanian baik menjadi petani, nelayan, hingga pemanfaatan kehutanan. "Pertanian memang menjadi jati diri masyarakat Indonesia, sehingga mengembangkan Koperasi Pangan merupakan langkah yang efektif," kata Arif.
Peneliti dari Universitas Gajah Mada Hempri Suyatna menimpali, koperasi berbasis pertanian, nelayan, kehutanan, koperasi jati diri masyarakat Indonesia. "Bicara konteks Pancasila ekonomi adanya moral, Ketuhanan Yang Maha Esa. Ekonomi kita bersumber moral, kebaikan dan etika moral bisnis," kata Hempri.
Lihat Juga :