Environmental Institute: Indonesia Harus Beralih ke Energi Bersih
Rabu, 30 Agustus 2023 - 15:48 WIB
loading...
A
A
A
“Sektor energi merupakan penyumbang terbesar emisi karbon. Angkanya mencapai 37,5 miliar ton. Penyumbang emisi lainnya berasal dari lahan, limbah, juga perhutanan. Dari sektor energi, penyumbang emisi terbesar berasal dari pembangkit listrik, industri, transportasi dan lainnya," katanya.
Mahawan menyebut, karbon dioksida dilepaskan ketika bahan bakar fosil seperti minyak, batu bara, atau gas alam digunakan sebagai bahan bakar mobil dan pesawat, serta untuk konsumsi rumah tangga, dan pabrik. "Ketika gas memasuki atmosfer, maka karbon-karbon itu memerangkap panas sehingga mempengaruhi pemanasan iklim," katanya.
Baca juga: Krisis Energi, Uni Eropa Terancam Gelap Gulita
Peristiwa cuaca ekstrem meningkatkan emisi karbon dioksida pada tahun lalu. Menurut Mahawan, peristiwa tersebut di antaranya bencana kekeringan yang mengurangi debit air yang digunakan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan gelombang panas. Kedua hal tersebut mendorong meningkatkan kebutuhan energi fosil.
“Data-data ilmu pengetahuan dan penelitian menunjukkan pengembangan energi mikro hydro bisa mengurangi emisi dan akan mengurangi bencana hidro meteorologi di Indonesia. Pembangunan PLTA menjadi kontributor penting bagi energi hijau sekaligus mengurangi emisi," ucapnya.
Mahawan menyebut, karbon dioksida dilepaskan ketika bahan bakar fosil seperti minyak, batu bara, atau gas alam digunakan sebagai bahan bakar mobil dan pesawat, serta untuk konsumsi rumah tangga, dan pabrik. "Ketika gas memasuki atmosfer, maka karbon-karbon itu memerangkap panas sehingga mempengaruhi pemanasan iklim," katanya.
Baca juga: Krisis Energi, Uni Eropa Terancam Gelap Gulita
Peristiwa cuaca ekstrem meningkatkan emisi karbon dioksida pada tahun lalu. Menurut Mahawan, peristiwa tersebut di antaranya bencana kekeringan yang mengurangi debit air yang digunakan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan gelombang panas. Kedua hal tersebut mendorong meningkatkan kebutuhan energi fosil.
“Data-data ilmu pengetahuan dan penelitian menunjukkan pengembangan energi mikro hydro bisa mengurangi emisi dan akan mengurangi bencana hidro meteorologi di Indonesia. Pembangunan PLTA menjadi kontributor penting bagi energi hijau sekaligus mengurangi emisi," ucapnya.
(cip)
Lihat Juga :