alexametrics

Kiai Said Aqil Berharap Kasus Ety binti Toyib Jadi Pelajaran TKI

loading...
Kiai Said Aqil Berharap Kasus Ety binti Toyib Jadi Pelajaran TKI
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Majalengka, Jawa Barat, Ety binti Toyib Anwar yang dinyatakan bebas dari hukuman mati dari penjara Arab Saudi dan bisa kembali pulang ke Indonesia melakukan audiensi dengan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj secara virtual, Kamis (30/7/2020).

Etty datang ke Gedung PBNU di Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat sekitar pukul 14.00 WIB. Kehadiran Ety bersama anak sulung dan pihak Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) langsung disambut jajaran Pengurus Harian PBNU.

"Selamat datang kembali Ibu Ety di Tanah Air,” ucap Kiai Said saat menyampaikan kata sambutan jarak jauh.

Kiai Said lantas mengucapkan rasa syukur atas tibanya Ety binti Toyib ke Tanah Air. Kiai Said menginginkan peristiwa kelam yang dialami Ety tersebut dijadikan pelajaran bagi seluruh masyarakat Indonesia, terutama bagi mereka yang saat ini menjadi pekerja migran di sejumlah negara.



Sementara itu, Ety disambut Bendahara Umum PBNU H Bina Suhendra, Ketua Harian Tanfidziyah PBNU Robikin Emhas, dan Ketua NU Care-LAZISNU H Achmad Sudrajat.

(Baca juga: Kemenaker Siap Buka Pengiriman PMI ke Hong Kong-Taiwan)



Sebelumnya, Ety binti Toyib terjerat kasus hukum di Arab Saudi dan dinyatakan resmi bebas dari hukuman mati setelah mampu membayar diyat (denda) sebesar Rp15, 5 miliar. Sebanyak 80% denda tersebut atau sebesar Rp12,5 miliar dibantu Nahdlatul Ulama yang diupayakan NU Care-LAZISNU.

Achmad Sudrajat menuturkan, untuk mendapatkan uang sebesar itu, LAZISNU selama tujuh sampai delapan bulan berusaha menemui banyak kalangan. Mulai dari para kiai, santri, pejabat, pengusaha, dan masyarakat umum.
halaman ke-1 dari 2
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak