Cerita Mahfud MD Bertemu Eksil Korban 1965 di Belanda: Senang dan Haru
Senin, 28 Agustus 2023 - 08:43 WIB
loading...
Menko Polhukam Mahfud MD menceritakan pertemuan sekaligus berdialog dengan sejumlah eksil 1965 di Amsterdam, Belanda, Minggu (27/8/2023). Foto: IG @mohmahfudmd
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menceritakan pertemuan sekaligus berdialog dengan sejumlah eksil 1965 di Amsterdam, Belanda , Minggu (27/8/2023).
"Saya terharu bercampur senang saat hari ini di Amsterdam, Belanda, bertemu, saling sapa, dan berdialog dari dekat dengan saudara-saudara kita korban pelanggaran HAM yang berat di luar negeri, yang sebagian besar adalah eks Mahid (Mahasiswa Ikatan Dinas Indonesia di era Presiden Soekarno)," ujar Mahfud melalui Instagramnya @mohmahfudmd yang dikutip, Senin (28/8/2023).
Baca juga: Mahfud MD Bicara Kerja Sama Umat dan Moderasi Beragama di Gereja Kloosterkerk Belanda
Sekitar tahun 1960-an, para eksil itu dikirim ke luar negeri untuk melanjutkan pendidikan. Ketika di luar negeri, terjadi peristiwa G30S PKI yang kemudian pergantian pemerintahan.
"Banyak di antara mereka dicabut paspornya, menjadi stateless, terdampar dan terpaksa menetap di luar negeri," ucapnya.
![Cerita Mahfud MD Bertemu Eksil Korban 1965 di Belanda: Senang dan Haru]()
Melalui pertemuan ini, Mahfud dapat merasakan semangat korban 1965 dalam mencintai Indonesia tidak pernah padam. Hal itu terlihat dari antusias korban yang saat ini menetap di negara lain atau di luar Belanda.
Mereka sengaja datang ketika mendengar informasi bahwa pemerintah Indonesia akan menemui eksil korban 1965 di Belanda.
"Saya terharu bercampur senang saat hari ini di Amsterdam, Belanda, bertemu, saling sapa, dan berdialog dari dekat dengan saudara-saudara kita korban pelanggaran HAM yang berat di luar negeri, yang sebagian besar adalah eks Mahid (Mahasiswa Ikatan Dinas Indonesia di era Presiden Soekarno)," ujar Mahfud melalui Instagramnya @mohmahfudmd yang dikutip, Senin (28/8/2023).
Baca juga: Mahfud MD Bicara Kerja Sama Umat dan Moderasi Beragama di Gereja Kloosterkerk Belanda
Sekitar tahun 1960-an, para eksil itu dikirim ke luar negeri untuk melanjutkan pendidikan. Ketika di luar negeri, terjadi peristiwa G30S PKI yang kemudian pergantian pemerintahan.
"Banyak di antara mereka dicabut paspornya, menjadi stateless, terdampar dan terpaksa menetap di luar negeri," ucapnya.

Melalui pertemuan ini, Mahfud dapat merasakan semangat korban 1965 dalam mencintai Indonesia tidak pernah padam. Hal itu terlihat dari antusias korban yang saat ini menetap di negara lain atau di luar Belanda.
Mereka sengaja datang ketika mendengar informasi bahwa pemerintah Indonesia akan menemui eksil korban 1965 di Belanda.
Lihat Juga :