Polusi Udara Jakarta Sebaiknya Tak Dijadikan Komoditas Politik
Kamis, 24 Agustus 2023 - 22:24 WIB
loading...
A
A
A
Sebelumnya, Direktur Pengendalian Pencemaran Udara Ditjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) KLHK Luckmi Purwandari menduga ada pihak yang ingin menggiring opini di tengah isu polusi udara di Ibu Kota.
Baca juga: Polusi Memburuk, Airlangga Pastikan Pajak Karbon Tetap Dilanjutkan
"Memang foto itu (citra satelit udara) sudah beredar dan kami sebenarnya sudah melakukan kajian. Kalau dilihat di website copernicus sentinel-5p satellite menunjukkan bagaimana nitrogen dioksida di udara itu seperti apa," katanya dalam sebuah diskusi dengan tema Solusi Polusi Jakarta dikutip, Rabu (23/8/2023).
Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur & Transportasi Kemenko Marves Rachmat Kaimuddin mengungkapkan komitmen pemerintah untuk mengatasi polusi udara di Indonesia termasuk DKI Jakarta. Rachmat mengatakan beberapa penelitian mengungkapkan sejumlah faktor yang menyebabkan polusi udara. Di Jakarta polusi utamanya terkait Particulate Matter (PM2.5) disumbang oleh sektor transportasi sebanyak 67%, industri 26,8, dan PLTU sebesar 5,7%.
Pemerintah mempersiapkan strategi jangka pandang dan pendek untuk mengatasi persoalan polusi udara. Upaya ini dilakukan dengan mengurangi pembakaran yang dapat menyebabkan polusi termasuk pembakaran bahan bakar fosil, kendaraan bermotor, hingga pabrik dan polusi, sekaligus mendorong pengurangan emisi dari hasil pembakaran tersebut. Langkah ini juga dilaksanakan dengan mendorong penggunaan bahan bakar ramah lingkungan, menekan emisi lewat penerapan teknologi scrubber dan co-firing di pabrik dan industri termasuk PLTU.
Baca juga: Polusi Memburuk, Airlangga Pastikan Pajak Karbon Tetap Dilanjutkan
"Memang foto itu (citra satelit udara) sudah beredar dan kami sebenarnya sudah melakukan kajian. Kalau dilihat di website copernicus sentinel-5p satellite menunjukkan bagaimana nitrogen dioksida di udara itu seperti apa," katanya dalam sebuah diskusi dengan tema Solusi Polusi Jakarta dikutip, Rabu (23/8/2023).
Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur & Transportasi Kemenko Marves Rachmat Kaimuddin mengungkapkan komitmen pemerintah untuk mengatasi polusi udara di Indonesia termasuk DKI Jakarta. Rachmat mengatakan beberapa penelitian mengungkapkan sejumlah faktor yang menyebabkan polusi udara. Di Jakarta polusi utamanya terkait Particulate Matter (PM2.5) disumbang oleh sektor transportasi sebanyak 67%, industri 26,8, dan PLTU sebesar 5,7%.
Pemerintah mempersiapkan strategi jangka pandang dan pendek untuk mengatasi persoalan polusi udara. Upaya ini dilakukan dengan mengurangi pembakaran yang dapat menyebabkan polusi termasuk pembakaran bahan bakar fosil, kendaraan bermotor, hingga pabrik dan polusi, sekaligus mendorong pengurangan emisi dari hasil pembakaran tersebut. Langkah ini juga dilaksanakan dengan mendorong penggunaan bahan bakar ramah lingkungan, menekan emisi lewat penerapan teknologi scrubber dan co-firing di pabrik dan industri termasuk PLTU.
(abd)
Lihat Juga :