Profil Himawan Soetanto, Jenderal TNI yang Dukung Gerakan Mahasiswa pada Masa Orde Baru

Rabu, 23 Agustus 2023 - 12:31 WIB
loading...
Profil Himawan Soetanto,...
Letjen TNI (Purn) Raden Himawan Soetanto pernah menduduki sejumlah posisi penting seperti Kepala Staf Operasi Dephankam (1983), dan Kepala Staf Umum ABRI (1984). Foto/Wikipedia
A A A
JAKARTA - Letjen TNI (Purn) Raden Himawan Soetanto merupakan salah satu tokoh militer yang cukup kontroversial pada masanya karena dianggap mendukung gerakan mahasiswa.

Ketika Indonesia berada dalam genggaman rezim Soeharto, kebebasan untuk berpendapat memang ditekan semaksimal mungkin. Hal tersebut membuat setiap kelompok oposisi atau yang berbeda pandangan dengan pemerintah akan sulit menyampaikan pandangannya.

Dari situ muncul satu tokoh dari militer yang enggan untuk membungkam gerakan mahasiswa. Dia bahkan kerap membiarkan gerakan mahasiswa dan hanya memberikan pengamanan seadanya jika para pelajar melancarkan aksi demonstrasi selama tak berjalan anarkis.

Profil Himawan Soetanto


Raden Himawan Soetanto lahir pada 14 September 1929 di Magetan, Jawa Timur. Dia adalah anak dari seorang pejuang, Mayjen TNI Mohamad Mangoendiprodjo, pimpinan TKR di Jawa Timur dan tokoh peristiwa 10 November 1945.

Ketika masih berusia 16 tahun, Himawan sudah bergabung dengan pasukan Sawunggaling untuk bertempur bersama ayahnya di Palagan Surabaya. Usai itu, dia lantas menjadi kadet militer akademi di Yogyakarta dan turut bergabung dengan pasukan Siliwangi saat ber-long march kembali ke Jawa Barat.

Kemudian pada tahun 1948, dia mengikuti penugasan operasi menghadapi Belanda di front Subang atau Bandung Utara. Himawan juga pernah menjadi Perwira Operasi Resimen Infanteri 6/Sriwijaya.

Baca Juga Profil Brigjen Winarni, Jenderal TNI Wanita yang Bertugas Jadi Stafsus KSAD Dudung

Pada tahun yang sama, Himawan sempat mengikuti Infantry Officer Advanced Course di Fort Benning, AS. Setelah lulus dan menyandang pangkat letnan dua, dia langsung bertugas di batalyon artileri di kediri, Jawa Timur.

Tahun 1949, Himawan harus kembali berjuang untuk menghadapi Belanda dan menumpas gerakan DI/TII. Barulah setelah Indonesia bebas dari Belanda, pria asal Magetan ini ditunjuk menjadi Perwira Operasi Resimen Infanteri 6/Sriwijaya.

Dalam beberapa tahun, tugas operasi yang dijalani oleh Himawan terus bertambah. Salah satunya adalah operasi gempur pada 1963, untuk merebut kembali Polewali yang merupakan pusat dari pasukan pembangkang pimpinan Letkol Andi Selle, salah satu kekuatan utama pemberontakan Kahar Muzakar di Sulawesi Selatan.

Ketika Himawan menjabat sebagai Pangdam VI/Siliwangi periode 1975-1978, dia kembali harus menghadapi peristiwa besar.

Pada saat itu, pendudukan kampus ITB oleh tentara pasca Pemilihan umum 1977 yang muncul sebagai akibat penolakan pencalonan kembali Soeharto sebagai Presiden untuk Sidang Istimewa MPR RI 1977.

Namun, Himawan yang berkuasa di Jawa Barat justru enggan untuk menertibkan kampus ITB dari gerakan demonstrasi tersebut. Hal ini membuatnya harus dinonaktifkan sebagai Pangdam Siliwangi dan membuat para serdadu lain menyerbu kampus-kampus di Bandung.

Tindakannya yang enggan untuk menertibkan para mahasiswa ini membuat Himawan dimutasi menjadi Duta Besar Indonesia untuk Malaysia sementara waktu, sebelum akhirnya kembali dipindah tugaskan menjadi Panglima Kostranas pada 1978.

Selama bertugas di militer, Himawan tercatat pernah menduduki sejumlah posisi penting. Di antaranya Kepala Staf Operasi Dephankam (1983), dan Kepala Staf Umum ABRI (1984).
(okt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harumkan Nama Bangsa,...
Harumkan Nama Bangsa, Kolonel Cpn Jimmy Sirait Raih Gelar Master di US Army War College
5 Jenderal dengan Karier...
5 Jenderal dengan Karier Paling Moncer hingga Menjadi Panglima TNI
Jabat Wakil Kepala BGN,...
Jabat Wakil Kepala BGN, Mayjen Trenggono Ajukan Pensiun Dini dari TNI
Profil Mayjen TNI Trenggono,...
Profil Mayjen TNI Trenggono, Jenderal Jebolan Akmil 1993 yang Kini Jabat Wakil Kepala BGN
Pemakaman Militer Ryamizard...
Pemakaman Militer Ryamizard Ryacudu Berlangsung Khidmat, Sjafrie Jadi Inspektur Upacara
Ryamizard Ryacudu di...
Ryamizard Ryacudu di Mata Agum Gumelar: Biar Wajahnya Garang, tapi Humanis
Profil Pangkopassus...
Profil Pangkopassus Letjen TNI Djon Afriandi, Jenderal Kopassus Peraih Adhi Makayasa
Rekrutmen Taruna Akademi...
Rekrutmen Taruna Akademi TNI 2026 Resmi Dibuka, Lulusan SMA IPA Bisa Daftar
3 Pangdam Lulusan Akmil...
3 Pangdam Lulusan Akmil 1992 Teman Satu Angkatan Irjenad Letjen TNI Erwin Djatniko
Rekomendasi
Langkah Membumi 2026...
Langkah Membumi 2026 Dimulai, Hadirkan Program Sustainability yang Lebih Pop untuk Anak Muda
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
Kelab Pantai Favorit...
Kelab Pantai Favorit di Bali, Klive Beach Club Menjadi Ikon Baru Uluwatu
Berita Terkini
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
Paradoks Tata Kelola...
Paradoks Tata Kelola Batu Bara di Indonesia
Potensi Gula Non-Tebu...
Potensi Gula Non-Tebu yang Dianaktirikan
PDIP: Jika Seluruh Fraksi...
PDIP: Jika Seluruh Fraksi di DPR Hanya Manut Eksekutif, Apa Bedanya dengan Era Orde Baru?
Penahanan dr Tifa: Babak...
Penahanan dr Tifa: Babak Baru atau Babak Terakhir
Dari Ploso, Gus Mashum...
Dari Ploso, Gus Mashum Faqih Ingatkan Adab Jadi Penuntun Musyawarah NU
Infografis
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo UGM
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved