Podcast Aksi Nyata, Eva Mutia: Perempuan Indonesia Masih Skeptis Terhadap Politik
Senin, 21 Agustus 2023 - 20:16 WIB
loading...
Sekjen DPP Kartini Perindo sekaligus Bacaleg DPR RI Dapil Jawa Barat 5 Partai Perindo Eva Mutia menyebut perempuan Indonesia masih skeptis terhadap politik. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Aturan di Indonesia menyebut keterwakilan perempuan dalam politik mencapai 30%. Namun demikian, kuota tersebut pun masih belum terwujud di parlemen.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Kartini Perindo sekaligus Bacaleg DPR RI Dapil Jawa Barat 5 Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Eva Mutia mengatakan ada alasan yang mendasari mengapa kuota 30% keterwakilan perempuan belum dapat dipenuhi. Salah satunya, perempuan dinilai masih memiliki pandangan skeptis pada politik.
"Kalau menurut saya perempuan di Indonesia masih skeptis terhadap politik, mereka masih takut," kata Eva Mutia dalam Podcast Aksi Nyata, Senin (21/8/2023).
Baca juga: Anggota DPR Ini Ungkap Alasan Perempuan Enggan Berpolitik
Ada sebagian perempuan yang menganggap dunia politik tidak bersih. Selain itu, perempuan juga sudah dipusingkan oleh urusan lain seperti rumah tangga sehingga merasa kerepotan kalau harus terjun ke bidang politik. "Mereka berpikir politik itu kotor, males repot," lanjut Eva.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Kartini Perindo sekaligus Bacaleg DPR RI Dapil Jawa Barat 5 Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Eva Mutia mengatakan ada alasan yang mendasari mengapa kuota 30% keterwakilan perempuan belum dapat dipenuhi. Salah satunya, perempuan dinilai masih memiliki pandangan skeptis pada politik.
"Kalau menurut saya perempuan di Indonesia masih skeptis terhadap politik, mereka masih takut," kata Eva Mutia dalam Podcast Aksi Nyata, Senin (21/8/2023).
Baca juga: Anggota DPR Ini Ungkap Alasan Perempuan Enggan Berpolitik
Ada sebagian perempuan yang menganggap dunia politik tidak bersih. Selain itu, perempuan juga sudah dipusingkan oleh urusan lain seperti rumah tangga sehingga merasa kerepotan kalau harus terjun ke bidang politik. "Mereka berpikir politik itu kotor, males repot," lanjut Eva.
Lihat Juga :