Pemeriksaan Tembus 30.261 per Hari, Pemerintah Upayakan Penuhi Standar WHO
Kamis, 30 Juli 2020 - 13:27 WIB
loading...
A
A
A
Wiku mengungkapkan, kemampuan testing menjadi kunci untuk melakukan tracing dengan baik dan benar. "Tracing yang baik dan benar tidak mungkin dilakukan tanpa ada dukungan testing yang luas dan cepat serta kerjasama keterbukaan dari seluruh warga negara di Indonesia," katanya.
Hasil testing ini kata Wiku, akan digunakan sebagai dasar treatment apabila cukup isolasi mandiri atau perlu dilakukan isolasi di rumah sakit atau perlu pengobatan. Saat ini, kata Wiku sudah lebih 300 laboratorium yang difungsikan untuk melakukan pemeriksaan spesimen untuk menemukan kasus Corona.
"Perlu kami sampaikan pada saat ini sudah terdapat lebih dari 300 laboratorium yang mampu melakukan pemeriksaan Covid-19. Laboratorium tersebut terdiri dari 11 Kementerian Lembaga yaitu dari Kementerian Kesehatan, pemerintah daerah, asosiasi Rumah Sakit Swasta, Kemendikbud, Dikti, Kemenristek, Badan POM, Kementerian Pertanian, BUMN, TNI Polri dan Kementerian Agama," jelasnya.
Namun kata Wiku, pihaknya masih akan mengupayakan untuk melaporkan data ini secara real time kepada masyarakat. "Kami perlu sampaikan bahwa belum bisa melaporkannya secara real-time. Tapi upaya keras kita lakukan dengan peningkatan integrasi data seluruh Indonesia agar kami bisa melaporkan lebih cepat sehingga mendekati ke real time," tuturnya.
Hasil testing ini kata Wiku, akan digunakan sebagai dasar treatment apabila cukup isolasi mandiri atau perlu dilakukan isolasi di rumah sakit atau perlu pengobatan. Saat ini, kata Wiku sudah lebih 300 laboratorium yang difungsikan untuk melakukan pemeriksaan spesimen untuk menemukan kasus Corona.
"Perlu kami sampaikan pada saat ini sudah terdapat lebih dari 300 laboratorium yang mampu melakukan pemeriksaan Covid-19. Laboratorium tersebut terdiri dari 11 Kementerian Lembaga yaitu dari Kementerian Kesehatan, pemerintah daerah, asosiasi Rumah Sakit Swasta, Kemendikbud, Dikti, Kemenristek, Badan POM, Kementerian Pertanian, BUMN, TNI Polri dan Kementerian Agama," jelasnya.
Namun kata Wiku, pihaknya masih akan mengupayakan untuk melaporkan data ini secara real time kepada masyarakat. "Kami perlu sampaikan bahwa belum bisa melaporkannya secara real-time. Tapi upaya keras kita lakukan dengan peningkatan integrasi data seluruh Indonesia agar kami bisa melaporkan lebih cepat sehingga mendekati ke real time," tuturnya.
(maf)
Lihat Juga :