Uang Makan Santri Rp2.000 Sehari, Legislator PKS: Sungguh Memprihatinkan

Kamis, 30 Juli 2020 - 11:47 WIB
loading...
Uang Makan Santri Rp2.000...
Rasa haru dan kaget tak tertahan di hati Kapolsek Samigaluh Kulonprogo AKP Heru Meiyanto saat berkunjung ke sebuah pesantren yang ada di wilayah tugasnya. SINDOnews/Suharjono
A A A
JAKARTA - Anggota Komisi X DPR RI Sakinah Al-Jufri mengaku prihatin adanya uang makan para santri sebesar Rp2.000 sehari di sebuah pesantren di daerah Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini pun mengaku kaget.

"Itu bukan wilayah dapil saya. Tapi saya pun cukup kaget ada uang makan per hari Rp2.000," ujar Sakinah kepada SINDOnews, Kamis (30/7/2020).

Legislator asal Daerah Pemilihan Sulawesi Tengah ini mengatakan, Kementerian Agama memiliki data jumlah pondok pesantren di Indonesia. "Dan kondisi pesantren santri-santrinya harus menjadi perhatian pemerintah meskipun itu swasta," ujarnya.

Sebab, kata sekretaris jenderal Pengurus Pusat Wanita Islam Al- Khairaat (WIA) ini, pondok pesantren memiliki peran yang cukup besar dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Menurut dia, hal tersebut seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah.

Dia melanjutkan, keberadaan pesantren bisa sangat membantu tugas pemerintah. "Kalau saat ini ada pondok dan santrinya makan sehari Rp2.000 ini sungguh memprihatinkan, bagaimana kesejahteraan santri, dan para guru," pungkasnya.

Besaran uang makan santri Rp2.000 sehari itu terungkap dalam kunjungan Kapolsek Samigaluh Kulon Progo AKP Heru Meiyanto ke sebuah pesantren di wilayah tugasnya. (Baca juga: Kunjungi Pesantren, Kapolsek Ini Kaget Uang Makan Santri Rp 2 Ribu Sehari ).
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sari Yuliati Minta Kasus...
Sari Yuliati Minta Kasus Pembakaran Santri di Lombok Diusut Tuntas
Pesantren dan AI, Cucun...
Pesantren dan AI, Cucun Tekankan Pentingnya Etika serta Nilai Keagamaan dalam Teknologi
Darunnajah Gelar 4th...
Darunnajah Gelar 4th ICOP Bersama Menteri ATR/BPN, Siap Optimalisasi Wakaf Nasional
PBNU: Segelintir Kasus...
PBNU: Segelintir Kasus Kekerasan Seksual Tak Mewakili Wajah Pesantren
Mengenal Gareth Morgan:...
Mengenal Gareth Morgan: di Balik Metafora Organisme Pesantren
PBNU: Iduladha 2026...
PBNU: Iduladha 2026 Jadi Pengingat Kemanusiaan di Tengah Dunia yang Terluka
Bertemu PWNU dan PCNU...
Bertemu PWNU dan PCNU se-Bengkulu, Gus Salam: Soliditasnya Bisa Jadi Teladan PBNU
Teladani KH. Wahab Hasbullah,...
Teladani KH. Wahab Hasbullah, Menag Dorong Pesantren Cetak Generasi Unggul
Workshop Pengasuh Bahas...
Workshop Pengasuh Bahas Strategi Pesantren Tetap Berkembang di Era Disrupsi
Rekomendasi
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Bukan Modal Besar, Refa...
Bukan Modal Besar, Refa Ardhi Sebut Hal Ini yang Membantunya Raih 1 Juta Subscribers
Cicil Emas BSI Makin...
Cicil Emas BSI Makin Diminati, Meningkat Lebih dari 97,90% Setahun
Berita Terkini
Kejagung Pelajari Bukti...
Kejagung Pelajari Bukti Terkait Pengajuan Justice Collaborator Eks Waka BGN Sony Sonjaya
Sidang PLK di PTUN,...
Sidang PLK di PTUN, Ahli Tegaskan Pencabutan Badan Hukum oleh Kemenkum Sudah Tepat
Sony Sonjaya Belum Ajukan...
Sony Sonjaya Belum Ajukan Permohonan Perlindungan Justice Collaborator ke LPSK
Komisi VI DPR: Kenaikan...
Komisi VI DPR: Kenaikan Harga BBM Dilakukan Tiba-tiba, Kami Belum dapat Informasi
Gelar OTT, KPK Tangkap...
Gelar OTT, KPK Tangkap 5 ASN BPK
Kapolri: Banyak Pejabat...
Kapolri: Banyak Pejabat Kirim WA Minta Titipan Lolos Akpol
Infografis
5 Manfaat Makan Kurma...
5 Manfaat Makan Kurma Saat Sahur dan Buka Puasa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved