Sopan Santun dalam Pergaulan
Jum'at, 18 Agustus 2023 - 11:11 WIB
loading...
A
A
A
Inti cerita, perilaku tidak sopan dapat menyebabkan kesalahpahaman atau konflik antara individu atau kelompok. Hal ini dapat memperburuk hubungan dan menciptakan ketegangan.Lalu, apa sanksi bagi mereka yang dianggap tidak sopan? Ini pun bervariasi tergantung pada konteks, budaya, dan aturan yang berlaku di masyarakat atau lingkungan tertentu. Misalnya, kepada mereka yang dianggap tidak sopan mungkin dijauhi atau dihindari oleh orang lain dalam lingkungan sosial. Hal ini dapat mengakibatkan isolasi atau kesulitan dalam membangun hubungan interpersonal yang sehat.
Jika Anda orang bisnis, bisa jadi perilaku tidak sopan mengakibatkan hilangnya peluang kerja, kemitraan bisnis, atau pelanggan. Reputasi seseorang dapat terpengaruh jika dikenal sebagai orang yang tidak sopan. Sedangkan sanksi formal yang biasa berlaku di lingkungan kerja, perilaku tidak sopan yang sekaligus bisa melanggar hukum atau aturan etika tertentu, dapat mengakibatkan sanksi hukuman, denda, atau pemecatan dari pekerjaan.
Sementara cukuplah sampai di sini soal sopan santun ini. Saya tidak ingin membawa masalah ini ke soal etis dan tidak etis. Juga tidak ingin berwacana lebih jauh seperti yang dilakukan Martin Buber dalam “Between Man and Man” (London: The Fontana Library, 1947), yang membagi dua jenis karakter, yakni karakter alamiah dan karakter etis. Karakter alamiah, katanya, adalah karakter yang melekat dalam diri seseorang, yang menjadi temperamen tetap, yang sudah ada dari sananya.
Sedangkan karakter etis adalah sikap-sikap positif yang merupakan hasil pembentukan atau pendidikan. Atau menyeretnya masuk ke filsafat bahasa seperti yang dilakukan oleh J.L. Austin dan John Searle (konsep lokusi, ilokusi, dan perlokusi) atau Ludwig Wittgenstein dalam “Tractatus Logico-Philosophicus” dan “Philosophical Investigations”. Sebab hal itu membutuhkan pembahasan yang lebih panjang.
Jika Anda orang bisnis, bisa jadi perilaku tidak sopan mengakibatkan hilangnya peluang kerja, kemitraan bisnis, atau pelanggan. Reputasi seseorang dapat terpengaruh jika dikenal sebagai orang yang tidak sopan. Sedangkan sanksi formal yang biasa berlaku di lingkungan kerja, perilaku tidak sopan yang sekaligus bisa melanggar hukum atau aturan etika tertentu, dapat mengakibatkan sanksi hukuman, denda, atau pemecatan dari pekerjaan.
Sementara cukuplah sampai di sini soal sopan santun ini. Saya tidak ingin membawa masalah ini ke soal etis dan tidak etis. Juga tidak ingin berwacana lebih jauh seperti yang dilakukan Martin Buber dalam “Between Man and Man” (London: The Fontana Library, 1947), yang membagi dua jenis karakter, yakni karakter alamiah dan karakter etis. Karakter alamiah, katanya, adalah karakter yang melekat dalam diri seseorang, yang menjadi temperamen tetap, yang sudah ada dari sananya.
Sedangkan karakter etis adalah sikap-sikap positif yang merupakan hasil pembentukan atau pendidikan. Atau menyeretnya masuk ke filsafat bahasa seperti yang dilakukan oleh J.L. Austin dan John Searle (konsep lokusi, ilokusi, dan perlokusi) atau Ludwig Wittgenstein dalam “Tractatus Logico-Philosophicus” dan “Philosophical Investigations”. Sebab hal itu membutuhkan pembahasan yang lebih panjang.
(wur)
Lihat Juga :