ASEAN People Centrum Gugat Masalah Sistemik dalam ASEAN
Rabu, 09 Agustus 2023 - 21:05 WIB
loading...
A
A
A
“Harus disadari bahwa ASEAN itu hakekatnya adalah people, bahkan itu tercantum dalam Deklarasi dan Piagam ASEAN. Jadi ASEAN yang selama ini bersifat state-centric perlu diimbangi oleh ASEAN yang people centric. Kalau di Sisingamangaraja ada state regionalism, hari ini kita merumuskan non-state regionalism, people-based regionalism,” tambah Marzuki Darusman, Senior Advisor Synergy Policies.
Dinna Prapto Raharja menambahkan telah memberi nama inisiatif tersebut sebagai ASEAN People Centrum. Filosofinya adalah pergerakan menuju perubahan. ‘’Kami menghubungkan kerja-kerja masyarakat sipil di Indonesia, yakni dari unsur think-tank, jurnalis, organisasi kepemudaan dan organisasi masyarakat sipil dari berbagai isu dan tingkatan keterlibatan, untuk kemudian diperluas jejaring kerjanya di tataran negara-negara lain di Asia Tenggara,” paparnya.
Hadir dalam Temu Nasional ini unsur masyarakat sipil yang menangani isu pekerja, pekerja migran, pengarusutamaan hak perempuan, anak dan disabilitas, penanganan perdagangan orang, antikorupsi dan demokrasi, lingkungan hidup, pendidikan, kesehatan reproduksi, pencegahan kekejaman dalam politik, dan advokasi orang muda.
Dari unsur jurnalis, hadir perwakilan dari enam media massa digital, TV maupun cetak. Beberapa di antaranya Faisal Basri dan Marzuki Darusman sebagai Senior Advisor Synergy Policies, Timboel Siregar (BPJS Watch), Rena Herdiyani (Kalyanamitra) dan Taufiq Hidayat (Yayasan Autisma Indonesia).
Wahyu Susilo dari Migrant CARE mengungkapkan bahwa masalah yang terus muncul di ASEAN dikarenakan masyarakat sipil bergerak sendiri-sendiri termasuk dalam penanganan pekerja migran.
Dinna Prapto Raharja menambahkan telah memberi nama inisiatif tersebut sebagai ASEAN People Centrum. Filosofinya adalah pergerakan menuju perubahan. ‘’Kami menghubungkan kerja-kerja masyarakat sipil di Indonesia, yakni dari unsur think-tank, jurnalis, organisasi kepemudaan dan organisasi masyarakat sipil dari berbagai isu dan tingkatan keterlibatan, untuk kemudian diperluas jejaring kerjanya di tataran negara-negara lain di Asia Tenggara,” paparnya.
Hadir dalam Temu Nasional ini unsur masyarakat sipil yang menangani isu pekerja, pekerja migran, pengarusutamaan hak perempuan, anak dan disabilitas, penanganan perdagangan orang, antikorupsi dan demokrasi, lingkungan hidup, pendidikan, kesehatan reproduksi, pencegahan kekejaman dalam politik, dan advokasi orang muda.
Dari unsur jurnalis, hadir perwakilan dari enam media massa digital, TV maupun cetak. Beberapa di antaranya Faisal Basri dan Marzuki Darusman sebagai Senior Advisor Synergy Policies, Timboel Siregar (BPJS Watch), Rena Herdiyani (Kalyanamitra) dan Taufiq Hidayat (Yayasan Autisma Indonesia).
Wahyu Susilo dari Migrant CARE mengungkapkan bahwa masalah yang terus muncul di ASEAN dikarenakan masyarakat sipil bergerak sendiri-sendiri termasuk dalam penanganan pekerja migran.
Lihat Juga :