Sejumlah Tokoh Dukung Eka Gumilar Gerakkan Semangat Bela Negara
Rabu, 09 Agustus 2023 - 06:27 WIB
loading...
A
A
A
"Kita berharap inisiatif (bela negara Rekat Indonesia Raya) ini betul-betul memperkuat daya tahan bangsa Indonesia. Senior-senior itu berhak mempunyai kekhawatiran walaupun, boleh saja mereka meneruskan bela negara. Jadi generasi muda diajak untuk melanjutkan perjuangan bela negara," katanya.
Hikam lantas menjelaskan beberapa tantangan yang harus menjadi tanggung jawab semua pihak terkait potensi ancaman ketahanan Indonesia. Dia mencontohkan soal ancaman pembelahan yang disebabkan sentimen identitas, lemahnya solidaritas dan ketidak adilan, terutama dibidang pemerataan ekonomi.
"Jadi ada kesenjangangan antara yang kaya dan yang miskin. Dan juga penguasaan SDA di kalangan oligarki yang membuat ketidak adilan yang sebagian besar, dan yang paling meninjol adalah korupsi. Ini semua pada akhirnya berujung pada melemahnya solidaritas. Melemahnya solidaritas berujung pada ketahanan ancaman-ancaman yang ada di Indonesia," tegas Hikam.
Hal yang sama juga disampaikan Din Syamsuddin. Menurut Din, setiap prakarsa yang menggelorakan semangat bela negara sangat positif dan konstruktif. Dia mengatakan, setiap warga negara yang menginisiasi semangat bela negara tidak dilarang oleh UU.
"Boleh saja. Masyarakat madani memiliki hak untuk berbuat dan bersumbangsih bagi bangsa dan negara. Prakarsa demikian justeru harus diapresiasi bahkan didukung oleh negara atau Pemerintah," papar Din.
Din yang juga mantan Ketua Umum MUI ini meyakini apa yang dilakukan Rekat Indonesia Raya bakal efektif untuk generasi muda, selama setiap kegiatan ormas Rekat dimasukkan materi bela negara.
Hikam lantas menjelaskan beberapa tantangan yang harus menjadi tanggung jawab semua pihak terkait potensi ancaman ketahanan Indonesia. Dia mencontohkan soal ancaman pembelahan yang disebabkan sentimen identitas, lemahnya solidaritas dan ketidak adilan, terutama dibidang pemerataan ekonomi.
"Jadi ada kesenjangangan antara yang kaya dan yang miskin. Dan juga penguasaan SDA di kalangan oligarki yang membuat ketidak adilan yang sebagian besar, dan yang paling meninjol adalah korupsi. Ini semua pada akhirnya berujung pada melemahnya solidaritas. Melemahnya solidaritas berujung pada ketahanan ancaman-ancaman yang ada di Indonesia," tegas Hikam.
Hal yang sama juga disampaikan Din Syamsuddin. Menurut Din, setiap prakarsa yang menggelorakan semangat bela negara sangat positif dan konstruktif. Dia mengatakan, setiap warga negara yang menginisiasi semangat bela negara tidak dilarang oleh UU.
"Boleh saja. Masyarakat madani memiliki hak untuk berbuat dan bersumbangsih bagi bangsa dan negara. Prakarsa demikian justeru harus diapresiasi bahkan didukung oleh negara atau Pemerintah," papar Din.
Din yang juga mantan Ketua Umum MUI ini meyakini apa yang dilakukan Rekat Indonesia Raya bakal efektif untuk generasi muda, selama setiap kegiatan ormas Rekat dimasukkan materi bela negara.
Lihat Juga :