Indonesia Siap Hadiri KTT Perubahan Iklim di Dubai
Minggu, 06 Agustus 2023 - 07:09 WIB
loading...
A
A
A
Bahkan, baru sebulan lalu, dunia memecahkan rekor suhu udara permukaan rata-rata global harian selama 4 hari berturut-turut pada tanggal 3 hingga 6 Juli 2023. Semua hari sejak saat itu menjadi lebih panas dari rekor sebelumnya yaitu 16,80°C yang ditetapkan pada 13 Agustus 2016.
Hari terpanas terjadi pada 6 Juli 2023, ketika suhu rata-rata global mencapai 17,08°C, dan nilai yang tercatat pada 5 dan 7 Juli 2023 berada dalam kisaran 0,01°C.
Untuk itu, meski pada Persetujuan Paris 2015 disepakati untuk membatasi pemanasan global 1,5°C hingga 2°, dibandingkan dengan tingkat pra-industri, yang perlu dicapai pada atau sekitar pertengahan abad ini, maka Dunia khususnya Negara Pihak UNFCCC dan Paris Agreement harus meningkatkan target penurunan emisinya untuk mendukung pencapaian pembatasan suhu global benar-benar firm hanya 1,5°C guna menutup gap emisi global.
Menteri Siti mengharapkan, Paviliun Indonesia pada COP28 nanti mampu merefleksikan kepentingan Indonesia dengan tetap memperhatikan dan mendukung pilihan tema Presidensi Uni Emirat Arab.
"Paviliun Indonesia juga menjadi wahana diplomasi pada subyek-subyek dan antara lain pada subyek dalam situasi yang masih mengandung tension yang bisa dibawa dalam suasana yang friendly dan gembira," tutupnya.
Hari terpanas terjadi pada 6 Juli 2023, ketika suhu rata-rata global mencapai 17,08°C, dan nilai yang tercatat pada 5 dan 7 Juli 2023 berada dalam kisaran 0,01°C.
Untuk itu, meski pada Persetujuan Paris 2015 disepakati untuk membatasi pemanasan global 1,5°C hingga 2°, dibandingkan dengan tingkat pra-industri, yang perlu dicapai pada atau sekitar pertengahan abad ini, maka Dunia khususnya Negara Pihak UNFCCC dan Paris Agreement harus meningkatkan target penurunan emisinya untuk mendukung pencapaian pembatasan suhu global benar-benar firm hanya 1,5°C guna menutup gap emisi global.
Menteri Siti mengharapkan, Paviliun Indonesia pada COP28 nanti mampu merefleksikan kepentingan Indonesia dengan tetap memperhatikan dan mendukung pilihan tema Presidensi Uni Emirat Arab.
"Paviliun Indonesia juga menjadi wahana diplomasi pada subyek-subyek dan antara lain pada subyek dalam situasi yang masih mengandung tension yang bisa dibawa dalam suasana yang friendly dan gembira," tutupnya.
(maf)
Lihat Juga :