Rieke Diah Pitaloka Ingin Pelaku TPPO Pekerja Migran di Suriah Dihukum Berat
Selasa, 01 Agustus 2023 - 09:51 WIB
loading...
Aktivis Pekerja Migran Indonesia (PMI) Rieke Diah Pitaloka mengawal kasus dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) pekerja migran Indonesia asal Karawang, Jawa Barat, Dede Asiah (DA). Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Aktivis Pekerja Migran Indonesia (PMI) Rieke Diah Pitaloka ingin pelaku kasus dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) pekerja migran Indonesia ke Suriah dihukum berat. Rieke meminta dukungan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk memerangi kasus dugaan TPPO.
Salah satu kasus yang dibawa Rieke adalah pekerja migran Indonesia asal Karawang, Jawa Barat, Dede Asiah (DA) yang terindikasi menjadi korban TPPO. "Saya dampingi suami (Yongki, red) dari Dede Asiah," ujar Rieke di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Senin (31/7/2023).
Kedatangannya ke Komnas HAM sekaligus sebagai rangkaian peringatan Hari Anti TPPO Internasional. Rieke dan rombongan disambut baik Komnas HAM.
Dukungan penuh dari Komnas HAM pun telah dikantongi. "Bagaimana Bu Dede Asiah yang menjadi korban perdagangan orang bisa dipulangkan ke Indonesia. Bu Dede Asiah ini berangkat dari tahun 2022," ujar anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) DPR ini.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) khususnya Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Damaskus, Suriah sedang mengupayakan pemulangan DA. "Sudah bisa dievakuasi dari rumah majikan dan sekarang posisinya ada di KBRI Suriah," kata Rieke.
Salah satu kasus yang dibawa Rieke adalah pekerja migran Indonesia asal Karawang, Jawa Barat, Dede Asiah (DA) yang terindikasi menjadi korban TPPO. "Saya dampingi suami (Yongki, red) dari Dede Asiah," ujar Rieke di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Senin (31/7/2023).
Kedatangannya ke Komnas HAM sekaligus sebagai rangkaian peringatan Hari Anti TPPO Internasional. Rieke dan rombongan disambut baik Komnas HAM.
Dukungan penuh dari Komnas HAM pun telah dikantongi. "Bagaimana Bu Dede Asiah yang menjadi korban perdagangan orang bisa dipulangkan ke Indonesia. Bu Dede Asiah ini berangkat dari tahun 2022," ujar anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) DPR ini.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) khususnya Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Damaskus, Suriah sedang mengupayakan pemulangan DA. "Sudah bisa dievakuasi dari rumah majikan dan sekarang posisinya ada di KBRI Suriah," kata Rieke.
Lihat Juga :