Dilema Menormalkan Aktivitas Perkantoran

Rabu, 29 Juli 2020 - 06:05 WIB
loading...
A A A
Apabila dilihat dari penyebaran dan penularan positif di gedung-gedung perkantoran yang baru saja diumumkan oleh Pemerintah, pengelolaan pegawai menjadi kunci penting dalam menekan upaya penyebaran atau penularan virus yang terjadi di kantor-kantor. Tantangan itu semakin berat mengingat kebanyakan pegawai yang teridentifikasi positif di kantor-kantor tersebut juga tidak menunjukkan gejala-gejala klinis sebagai orang yang terkena virus. Mereka sebagian besar adalah orang sehat dan tidak merasakan adanya sakit, sampai hasil pemeriksaan menunjukkan fakta adanya virus di tubuh mereka.

Secara lebih dalam, penularan virus Covid-19 di perkantoran juga berpotensi menimbulkan kecemasan baru bagi masyarakat secara umum, karena bisa memicu adanya kekhawatiran yang meluas di tengah upaya pemerintah untuk memulihkan perekonomian. Lagi-lagi, kendalanya adalah adanya fakta-fakta yang terus berubah terkait pandemi, dan mulai menurunnya tingkat kesadaran masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan, bahkan dalam level yang paling sederhana yaitu menggunakan masker bagi setiap orang.

Apabila berita penyebaran dan penularan virus melalui perkantoran-perkantoran tidak dikelola dan ditangani secara baik dan paripurna, kita akan berhadapan dengan suatu kondisi di mana kekhawatiran jauh lebih besar dan mengalahkan upaya-upaya untuk menggerakkan aktivitas di tengah-tengah masyarakat. Oleh karena itu, dalam hal penanganan penyebaran dan penularan virus di perkantoran-perkantoran tersebut, diperlukan upaya pendisiplinan yang lebih tinggi bagi para pengelola kantor terhadap para pegawai yang bekerja, terutama dalam menjalankan protokol-protokol dasar.

Dalam kasus-kasus tertentu, kepanikan jauh lebih terasa karena pola aktivitas di perkantoran pada umumnya cenderung saling terhubung. Apabila dalam satu gedung perkantoran ada informasi adanya pasien positif Covid-19, protokolnya adalah menutup seluruh gedung tersebut untuk disterilisasi dan dilakukan penanganan tertentu. Jika gedung itu ada dalam satu kawasan, ada kepanikan berikutnya yang berlanjut di mana kantor-kantor di kawasan tersebut juga menjadi lebih khawatir.

Di situlah kita sedang berada pada dilema yang tidak mudah, dan di situ pulalah kita harus memperlihatkan upaya yang lebih keras dalam menjalankan protokol kesehatan ketika kita ingin menyeimbangkan antara tuntutan kesehatan dan tuntutan ekonomi secara bersama-sama.
(ras)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
Bukan Perintah Menyerang,...
Bukan Perintah Menyerang, Ini Ayat Al-Quran yang Mengizinkan Perang
Tidak Semua Yoghurt...
Tidak Semua Yoghurt Sehat, Salah Pilih Bisa Bikin Gula Darah Naik
Kasus Dugaan Pemerasan...
Kasus Dugaan Pemerasan Pengusaha Muda, Ini Tanggapan Kuasa Hukum Tersangka
Berita Terkini
Didik Rachbini Prediksi...
Didik Rachbini Prediksi Safari Politik Jokowi Menjadi Faktor Negatif Ekonomi Nasional
Gus Yaqut Dibantarkan,...
Gus Yaqut Dibantarkan, KPK: Petugas Pengawal Tahanan Lakukan Pengamanan Melekat
Penegak Hukum Terkoneksi...
Penegak Hukum Terkoneksi Politik, Ubedilah Badrun: Mestinya Independen
Kepercayaan Publik terhadap...
Kepercayaan Publik terhadap Polri Meningkat Jadi Modal Sosial yang Harus Diperkuat
Silaturahmi di Lampung,...
Silaturahmi di Lampung, Jokowi: Aku Masih Seperti yang Dulu
Tak Bisa Ditunda, Tata...
Tak Bisa Ditunda, Tata Kelola, Dana, dan Independensi PBNU Harus Dibenahi
Infografis
Aktivitas Gempa Bumi...
Aktivitas Gempa Bumi Bisa Dipengaruhi Panas Matahari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved