Sandiaga Uno: Pemerintah Harus Cepat Selamatkan UMKM
Selasa, 28 Juli 2020 - 18:29 WIB
loading...
A
A
A
Hal lain yang tak kalah penting adalah akuntabilitas dalam mengelola keuangan dan mitigasi krisis. Banyak pelaku UMKM yang belum memahami bagaimana mengelola keuangan secara efektif. Seringkali menemukan kasus bahwa UMKM masih buta akuntansi. Tidak adanya catatan keuangan bisnis akan menyulitkan UMKM apa yang harus diprioritaskan.
Founder KAHMIPreneur yang juga anggota Komisi XI DPR Kamrussamad mengatakan, Covid-19 berdampak pada semua aspek, mulai dari kesehatan sosial, ekonomi, dan keuangan. Kalau masalah ekonomi ada perlambatan pertumbuhan mulai dari -0.4% hingga 1% pada masa pandemi ini. Selain itu, ada peningkatan kemiskinan dan pengangguran mulai dari 3% hingga 5%.
“Saya juga mengambil contoh di negara Asia seperti Korea Selatan, Singapura, dan Thailand, pertumbuhan pada kuartal pertama mulai dari -0.7 hingga 1.8. Tidak hanya itu pada kuwartal kedua juga semakin parah yaitu yaitu -3.3 hingga -12,” katanya.
Untuk sebaran koperasi, ada 126.343 unit yang tercatat aktif. Semuanya terdiri dari 756 unit dari Kementerian Koperasi dan UKM, dinas provinsi ada 4.672 dan dinas kabupaten dan kota ada sebanyak 120.915 unit. “Sedangkan jenisnya ada untuk simpan pinjam sebanyak 15%, koperasi jasa 3%, konsumen 59%, pemasaran 2%, dan produsen 21%,” paparnya.
Terkait pengembangan pada era 4.0, maka perlu juga digitaliasai koperasi. Selain itu, perlu juga kolaborasi bisnis sesama koperasi maupun pelaku usaha lainnya. “Dan yang paling utama adalah pengembangan sumber daya manusianya,” tandasnya.
Founder KAHMIPreneur yang juga anggota Komisi XI DPR Kamrussamad mengatakan, Covid-19 berdampak pada semua aspek, mulai dari kesehatan sosial, ekonomi, dan keuangan. Kalau masalah ekonomi ada perlambatan pertumbuhan mulai dari -0.4% hingga 1% pada masa pandemi ini. Selain itu, ada peningkatan kemiskinan dan pengangguran mulai dari 3% hingga 5%.
“Saya juga mengambil contoh di negara Asia seperti Korea Selatan, Singapura, dan Thailand, pertumbuhan pada kuartal pertama mulai dari -0.7 hingga 1.8. Tidak hanya itu pada kuwartal kedua juga semakin parah yaitu yaitu -3.3 hingga -12,” katanya.
Untuk sebaran koperasi, ada 126.343 unit yang tercatat aktif. Semuanya terdiri dari 756 unit dari Kementerian Koperasi dan UKM, dinas provinsi ada 4.672 dan dinas kabupaten dan kota ada sebanyak 120.915 unit. “Sedangkan jenisnya ada untuk simpan pinjam sebanyak 15%, koperasi jasa 3%, konsumen 59%, pemasaran 2%, dan produsen 21%,” paparnya.
Terkait pengembangan pada era 4.0, maka perlu juga digitaliasai koperasi. Selain itu, perlu juga kolaborasi bisnis sesama koperasi maupun pelaku usaha lainnya. “Dan yang paling utama adalah pengembangan sumber daya manusianya,” tandasnya.
(nbs)
Lihat Juga :