50 Tahun KNPI: Ikhtiar Menyongsong Bonus Demografi

Minggu, 23 Juli 2023 - 20:52 WIB
loading...
50 Tahun KNPI: Ikhtiar...
Haris Pertama, Ketua Umum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI). Foto/Istimewa
A A A
Haris Pertama
Ketua Umum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI)

PADA tengah malam buta, Kamis, 16 Agustus 1945, sekitar pukul 03.00, sejumlah pemuda menculik Soekarno dan Mohammad Hatta ke Rengasdengklok, Karawang. Penculikan dilakukan agar kedua Ketua dan Wakil Ketua Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) itu tidak "terprovokasi" Jepang tentang pengumandangan kemerdekaan Indonesia.

Sekitar 17 tahun sebelumnya, tepatnya 28 Oktober 1928, sejumlah pemuda dari berbagai daerah dan kelompok berhimpun dan sepakat bersatu yang ditandai dengan terbitnya ikrar Sumpah Pemuda: kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia; kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia; kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Dua kisah di atas merupakan sepenggal epos tentang peran sentral pemuda dalam membangun bangsa ini, terutama merebut kemerdekaan. Signifikannya dampak yang dihasilkan dari gerakan pemuda, tidak heran jika kemudian Soekarno dalam sebuah pidato menyampaikan, "Beri Aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya ... Beri Aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia."

Gerakan kepemudaan di Indonesia terus melanjutkan estafetnya pada era modern. Untuk menumbuhkan, meningkatkan, dan mengembangkan kesadaran sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, sejumlah organisasi kepemudaan (OKP) yang tergabung dalam kelompok Cipayung mendeklarasikan pembentukan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) di Jakarta, 23 Juli 1973.

People come and go; setiap orang ada masanya, setiap masa ada orangnya. Adagium ini secara tersirat mengajarkan tentang perjalanan hidup manusia: lahir dan berkembang dari bayi, anak-anak, remaja, dewasa, tua, dan mati.

Pemuda menjadi salah satu fase penting bagi kehidupan manusia. Ia memiliki karakter berani, menyukai tantangan, kreatif, pekerja keras, dan inovatif. Bahkan, menurut Mukhlish Muchad (2007), pemuda satu identitas yang potensial. Kedudukannya strategis sebagai penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber insani bagi pembangunan bangsanya.

Karakter tersebut tumbuh berkat pergolakan yang pernah dialami dan tengah dirasakan. Berbagai pengalaman tersebut memandunya untuk melangkah seperti apa yang diharapkannya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Islam: Agama yang Paling...
Islam: Agama yang Paling Disalahpahami
Mengubah Ledakan Populasi...
Mengubah Ledakan Populasi Lansia Indonesia Menjadi Kekuatan Emas: Menjemput Bonus Demografi Kedua
Asta Cita dan Reposisi...
Asta Cita dan Reposisi Peran Negara versus Pasar
Kasus dr Tifa dan Roy...
Kasus dr Tifa dan Roy Suryo P-21, Akankah Polemik Ijazah Berakhir di Pengadilan?
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Bahaya Romantisasi Oligarki...
Bahaya Romantisasi Oligarki Putih
Keberhasilan Memanfaatkan...
Keberhasilan Memanfaatkan Bonus Demografi Bergantung pada Kualitas Generasi Muda
Ketum DPP KNPI Minta...
Ketum DPP KNPI Minta Kapolri dan Propam Pantau Penanganan Kasus di Tanjungbalai
Safari Ramadan, KNPI...
Safari Ramadan, KNPI Ajak Pemuda Perkuat Solidaritas untuk Korban Banjir Sumatera
Rekomendasi
Berbekal PROPER Hijau,...
Berbekal PROPER Hijau, Langkah Nyata Transformasi Ekologis Diperkuat di Sulawesi Tenggara
Kemenag Buka Beasiswa...
Kemenag Buka Beasiswa INSIGHT Scholarship bagi Mahasiswa Internasional yang Ingin Kuliah di PTKIN
Pegadaian Gelar LEXIS...
Pegadaian Gelar LEXIS 2026, Langkah Strategis Layani Masyarakat di Tengah Transformasi Hukum Nasional
Berita Terkini
Dukung Blokir Konten...
Dukung Blokir Konten LGBT di Medsos, DPR: Jika Dibiarkan Menormalisasi Perilaku Menyimpang
Islam: Agama yang Paling...
Islam: Agama yang Paling Disalahpahami
Kejagung Geledah 6 Lokasi...
Kejagung Geledah 6 Lokasi terkait Dugaan Korupsi MBG, Sasar Kantor dan Rumah Tersangka
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Penampakan Andri Mulyono...
Penampakan Andri Mulyono Pakai Rompi Tahanan usai Jadi Tersangka Baru Pengadaan Motor Listrik BGN
Infografis
Jadwal Cuti Bersama...
Jadwal Cuti Bersama ASN Tahun 2026, Catat Tanggalnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved