Mutasi TNI, Anak Pejuang PDRI Jadi Inspektur Jenderal Tentara Nasional Indonesia
Rabu, 19 Juli 2023 - 17:24 WIB
loading...
A
A
A
Dihimpun dari berbagai sumber, Angkasa Dipua pernah ditugaskan di Komando Armada Timur Republik Indonesia (RI) di Surabaya ketika masih pangkat Letnan Dua. Alumni SMA Negeri 1 Bukittinggi ini juga pernah ditugaskan di Komando Armada Barat (Koarmabar) RI, Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) I Medan.
Baca juga: Mutasi TNI, 25 Perwira Bintang 1, 2, dan 3 Segera Tinggalkan TNI
Dia juga pernah ditugaskan di Lantamal IV Tanjungpinang dan Asisten Komandan Lantamal VIII Manado hingga 2009. Selain itu, dia juga pernah dipercaya sebagai Atase Pertahanan RI di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Hanoi, Laos saat berpangkat Kolonel.
Dia kemudian ke Tanah Air dan dipercaya sebagai Asintel Koarmabar pada 2016. Selanjutnya, dia dipercaya menjabat Paban I Ren Sintel Panglima TNI pada 2017, dan Kepala Dinas Pengamanan Angkatan Laut (Kadispamal).
Dia dilantik menjadi Asisten Pengamanan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Aspam KSAL) pada 6 Juli 2019.
Angkasa Dipua merupakan anak dari pasangan Zainul Kian dan Rakidah yang berasal dari Nagari Pua Data, Gunuang Omeh, Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Ayahnya merupakan pejuang pada masa Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI).
Baca juga: Mutasi TNI, 25 Perwira Bintang 1, 2, dan 3 Segera Tinggalkan TNI
Dia juga pernah ditugaskan di Lantamal IV Tanjungpinang dan Asisten Komandan Lantamal VIII Manado hingga 2009. Selain itu, dia juga pernah dipercaya sebagai Atase Pertahanan RI di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Hanoi, Laos saat berpangkat Kolonel.
Dia kemudian ke Tanah Air dan dipercaya sebagai Asintel Koarmabar pada 2016. Selanjutnya, dia dipercaya menjabat Paban I Ren Sintel Panglima TNI pada 2017, dan Kepala Dinas Pengamanan Angkatan Laut (Kadispamal).
Dia dilantik menjadi Asisten Pengamanan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Aspam KSAL) pada 6 Juli 2019.
Anak Pejuang PDRI
Angkasa Dipua merupakan anak dari pasangan Zainul Kian dan Rakidah yang berasal dari Nagari Pua Data, Gunuang Omeh, Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Ayahnya merupakan pejuang pada masa Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI).
Lihat Juga :