Ukur Efektivitas Tata Kelola Daerah dengan ITKPD, Kepala BSKDN Imbau Jajarannya Perkuat Metodologi
Rabu, 19 Juli 2023 - 00:58 WIB
loading...
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo meminta jajarannya dalam mengukur efektivitas tata kelola dan kualitas daerah berpegang teguh pada metodologi pengukur. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Yusharto Huntoyungo meminta jajarannya dalam mengukur efektivitas tata kelola dan kualitas daerah berpegang teguh pada metodologi pengukur yang digunakan dalam Indeks Tata Kelola Pemerintahan Daerah (ITKPD).
Yusharto mengatakan, ITKPD dikembangkan sebagai indeks yang integratif, universal, dan komprehensif untuk mengukur efektivitas tata kelola pemerintahan daerah.
Selain itu, ITKPD juga mampu menggambarkan kualitas daerah yang ditentukan berdasarkan tiga aspek, meliputi kualitas lingkungan pendukung, kualitas tata kelola pemerintahan, dan capaian pembangunan daerah.
"Dengan demikian akan membuat hasil pengukuran dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," kata Yusharto pada Selasa (18/7/2023).
Menurut dia, berdasarkan rancang bangun per 23 Juni 2023, pengukuran ITKPD menggunakan 3 aspek, 16 variabel, 19 fokus, hingga 93 indiktor. Hal itu berbeda dengan rancang bangun yang telah dilakukan uji coba tahap 1 pada Agustus 2022 yang pengukurannya masih menggunakan 3 aspek, 16 variabel, 21 vokus, dan 60 indikator.
Yusharto mengatakan, ITKPD dikembangkan sebagai indeks yang integratif, universal, dan komprehensif untuk mengukur efektivitas tata kelola pemerintahan daerah.
Selain itu, ITKPD juga mampu menggambarkan kualitas daerah yang ditentukan berdasarkan tiga aspek, meliputi kualitas lingkungan pendukung, kualitas tata kelola pemerintahan, dan capaian pembangunan daerah.
"Dengan demikian akan membuat hasil pengukuran dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," kata Yusharto pada Selasa (18/7/2023).
Menurut dia, berdasarkan rancang bangun per 23 Juni 2023, pengukuran ITKPD menggunakan 3 aspek, 16 variabel, 19 fokus, hingga 93 indiktor. Hal itu berbeda dengan rancang bangun yang telah dilakukan uji coba tahap 1 pada Agustus 2022 yang pengukurannya masih menggunakan 3 aspek, 16 variabel, 21 vokus, dan 60 indikator.
Lihat Juga :