Menelisik Status Upper Middle Income Country

Senin, 10 Juli 2023 - 11:46 WIB
loading...
A A A
Pada tahun 2020, ketika pandemi melanda dan menghentikan hampir seluruh aktivitas ekonomi global, Bank Dunia mencatat pendapatan per kapita Indonesia turun menjadi US$3.870 pada 2020. Penurunan pendapatan per kapita tersebut membawa Indonesia kembali masuk pada kategori negara berpendapatan menengah bawah (Lower Middle Income Country).

Kini, melalui kerja keras bersama untuk memulihkan ekonomi nasional pasca pandemi, Indonesia resmi berhasil kembali naik kelas menjadi negara berpenghasilan menengah atas alias upper middle income country berdasarkan kategorisasi terbaru yang dirilis Bank Dunia. Indonesia mampu kembali menyandang status kelompok negara berpendapatan menengah atas di tengah berbagai tekanan dan ketidakpastian global sebagaimana rilis Bank Dunia pada tanggal 1 Juli 2023 lalu. Menurut Bank Dunia, Gross National Income (GNI) per kapita Indonesia tercatat naik sebesar 9,8 % menjadi USD4.580 di 2022. Bank Dunia juga menyebut, perubahan kategori pendapatan Indonesia terjadi karena perekonomian nasional tumbuh 5,3% (yoy) pada 2022.

Keberhasilan Indonesia dalam meraih kembali status Upper Middle Income sayangnya belum mampu membawa Indonesia mempertahankan peringkat GNI-nya di Kawasan Asia Tenggara. Saat ini Indonesia berada di posisi ke-5 negara di Asia Tenggara.

Artinya, meski naik kelas, GNI per kapita Indonesia pada 2022 justru turun menempati peringkat ke-5 di Asia Tenggara. Pada tahun sebelumnya, GNI per kapita Indonesia menempati peringkat ke-4 di kawasan ini. Adapun posisi puncak ditempati oleh Singapura dengan PDB per kapita US$ 82.807,6 pada 2022. Lalu, Brunei Darussalam di posisi ke-2 dengan PDB per kapita sebesar US$ 37.152,5, diikuti Malaysia US$ 11.971,9, dan Thailand US$ 6.908,8. Di bawah Indonesia, terdapat Vietnam dan Filipina dengan GNI per kapita masing-masing sebesar US$4.010 dan US$3.950. Sementara itu, di urutan paling akhir ialah Myanmar dengan GNI per kapita US$1.210.

Peluang dan Tantangan Status Baru Indonesia


Perubahan status yang kini berhasil dicapai Indonesia merupakan buah dari kesungguhan pemerintah dan masyarakat Indonesia dalam menghadapi tantangan ekonomi akibat pandemi. Kebijakan-kebijakan yang diambil untuk memulihkan perekonomian dan mendorong pertumbuhan ekonomi berhasil memberikan dampak positif dan memberi harapan bagi kemajuan lebih lanjut. Melalui capaian tersebut, Indonesia memiliki optimisme untuk kian mendekati kategori negara maju dan menunjukkan bahwa potensi dan daya saing negara ini semakin berkembang.

Capaian status Indonesia menjadi negara berpendapatan menengah atas (upper middle income) di 2022 secara otomatis akan berdampak baik pada Indonesia, terutama dalam hal peningkatan investasi. Saat ini, Indonesia yang telah naik kelas tersebut memiliki daya tarik kuat bagi investor, baik investor yang ingin menanamkan modal di pasar keuangan Indonesia maupun investor asing / Foreign Direct Investment (FDI) yang juga ingin menanamkan modal di Indonesia.

Artinya, status baru ini akan membawa dampak positif bagi Indonesia karena dengan adanya peningkatan investasi asing yang masuk ke negara kita maka penciptaan lapangan kerja juga akan semakin terbuka. Selain itu, peningkatan status juga diharapkan dapat mendorong peningkatan kinerja transaksi berjalan, mendorong daya saing ekonomi, dan memperkuat dukungan keuangan.

Meski demikian, perjalanan Indonesia untuk menjadi negara maju masih cukup Panjang dan perlu perjuangan yang tak mudah. Hal ini karena status baru Indonesia tersebut ditopang oleh pemulihan mobilitas pascapandemi serta kenaikan harga komoditas pada 2022 lalu. Sehingga, ketika harga komoditas turun, maka sebetulnya Indonesia juga berisiko turun kembali ke level lower middle income country. Artinya, masih banyak tantangan dihadapi Indonesia ke depan.

Terutama pada paruh kedua tahun ini yang baru saja berlangsung. Beberapa tantangan yang perlu diwaspadai Indonesia adalah lingkungan global yang masih tidak stabil akibat ketegangan geopolitik yang masih berlangsung. Hal tersebut dapat berimbas pada pertumbuhan ekonomi dan aktivitas perdagangan dalam negeri, termasuk penurunan kinerja ekspor.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Pertumbuhan yang Berdampak
Pertumbuhan yang Berdampak
Pesta Elite, Resesi...
Pesta Elite, Resesi Sulit
Power Asymmetry: Ancaman...
Power Asymmetry: Ancaman Tersembunyi bagi Iklim Investasi Nasional
Pesan Suryopratomo untuk...
Pesan Suryopratomo untuk Pemerintah: Berikan Kepercayaan kepada Dunia Usaha
Bank Dunia Naikkan Status...
Bank Dunia Naikkan Status Vietnam dan Filipina Jadi Negara Berpendapatan Menengah Atas, Indonesia Kalah
Medan Tuan Rumah Rakernas...
Medan Tuan Rumah Rakernas Apeksi 2026, Momentum Rebranding Citra Kota
Panaskan Mesin Ekonomi,...
Panaskan Mesin Ekonomi, Purbaya Tawarkan Bunga Kredit 4% untuk UKM Eksportir
Rekomendasi
AQUA Sukses Redakan...
AQUA Sukses Redakan Dahaga Penonton yang Seru-seruan Bareng Idola di Musiczone Sarinah
Penampakan Lamborghini...
Penampakan Lamborghini hingga Aset Mewah Tersangka Aseng yang Disita Kejagung
Hyundai Hadirkan Powertrain...
Hyundai Hadirkan Powertrain Lengkap di GIIAS 2026
Berita Terkini
UI Kembangkan RehatPod,...
UI Kembangkan RehatPod, Solusi Isi Ulang Energi bagi Masyarakat Urban
Demam Piala Dunia: Ketika...
Demam Piala Dunia: Ketika Indonesia Tetap Menjadi Juara di Tribun Dunia
Kabar Duka, Sekjen AMSI...
Kabar Duka, Sekjen AMSI Maryadi Meninggal Dunia
Mitra Fahrudin Kantongi...
Mitra Fahrudin Kantongi Dukungan dari BM PAN DIY
Raja Juli Ngaku Diberi...
Raja Juli Ngaku Diberi Amplop oleh Bupati Kuansing, KPK: Jadi Pengayaan Informasi Penyidik
BPIP Gelar Penguatan...
BPIP Gelar Penguatan Kebajikan Pancasila, Marinus Gea: Harus Dihidupi, Bukan Sekadar Dihafalkan
Infografis
Cara Mengecek Status...
Cara Mengecek Status Akreditasi Perguruan Tinggi di BAN PT
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved