Survei INES: Masyarakat Ingin Prabowo Lanjutkan Program Jokowi
Rabu, 05 Juli 2023 - 17:02 WIB
loading...
A
A
A
Lalu, Ganjar 30,3 persen, Airlangga 20,4 persen, Anies 2,8 persen, dan 8,4 persen tidak memilih. "Sementara hasil sebaran suara pendukung dan pemilih Prabowo di Pilpres 2019 terhadap tingkat elektabilitas empat kandidat capres jika pilpres digelar hari ini, yaitu Prabowo 64,2 persen, Ganjar 6,1 persen, Airlangga 8,4 persen, Anies 10,8 persen, dan tokoh lainnya sebanyak 10,5 persen tidak memilih," ujar Tri Sasono dalam keterangan tertulis, Rabu (5/7/2023).
Tri mengungkapkan, faktor popularitas (terkenal), akseptabilitas (diterima), dan elektabilitas (dipilih), merupakan modal sangat penting bagi setiap capres dalam tiap pemilihan (election). “Sekalipun berdiri sendiri, ketiga faktor itu terintegrasi jadi satu urutan gradasi nan tak terpisahkan. Itulah yang harus diraih para calon. Itu proses yang tak boleh ditinggalkan. Artinya, wajib dilakukan oleh para calon,” ujar Tri.
Dalam hal popularitas, kata dia, di pikiran masyarakat Prabowo dikenal oleh 97,4 persen responden. Kemudian Ganjar 78,8 persen, Anies 76,9 persen, dan Airlangga 49,8 persen. Begitu juga pada sisi akseptablitas, Prabowo juga paling tinggi yaitu 81,7 persen.
Selanjutnya, Ganjar 60,8 persen, Airlangga 59,8 persen, dan Anies 47,9 persen. Oleh karena itu, bagi setiap capres yang melakukan sosialisasi, tahap akseptabilitas menjadi moment crucial (paling penting) bagi kesuksesan menghadapi Pilpres 2024.
“Di sinilah nasib calon dipertaruhkan, berhasil atau gigit jari. Pada tahap ini pemilih mulai berpikir, siapa calon yang akan dielus. Agar berhasil melewatinya, calon harus berjuang ekstra keras,” ucapnya.
Lebih lanjut dia menjelaskan, akseptabilitas merupakan kemampuan untuk menerima atau merespons intervensi atau perlakuan tertentu. Kemampuan yang dimaksud adalah segala sesuatu yang dimiliki, baik secara faktual maupun potensial yang mampu menggerakkan individu untuk menerima suatu tindakan atau perlakuan.
Akseptabilitas sangat dipengaruhi oleh persepektif terhadap konteks, konten, dan kualitas yang ada. Dalam tahap akseptabilitas, pemilih menerima seorang capres. Penerimaan ini merupakan proses alam bawah sadar berbentuk persepsi yang terbangun.
Tri mengungkapkan, faktor popularitas (terkenal), akseptabilitas (diterima), dan elektabilitas (dipilih), merupakan modal sangat penting bagi setiap capres dalam tiap pemilihan (election). “Sekalipun berdiri sendiri, ketiga faktor itu terintegrasi jadi satu urutan gradasi nan tak terpisahkan. Itulah yang harus diraih para calon. Itu proses yang tak boleh ditinggalkan. Artinya, wajib dilakukan oleh para calon,” ujar Tri.
Dalam hal popularitas, kata dia, di pikiran masyarakat Prabowo dikenal oleh 97,4 persen responden. Kemudian Ganjar 78,8 persen, Anies 76,9 persen, dan Airlangga 49,8 persen. Begitu juga pada sisi akseptablitas, Prabowo juga paling tinggi yaitu 81,7 persen.
Selanjutnya, Ganjar 60,8 persen, Airlangga 59,8 persen, dan Anies 47,9 persen. Oleh karena itu, bagi setiap capres yang melakukan sosialisasi, tahap akseptabilitas menjadi moment crucial (paling penting) bagi kesuksesan menghadapi Pilpres 2024.
“Di sinilah nasib calon dipertaruhkan, berhasil atau gigit jari. Pada tahap ini pemilih mulai berpikir, siapa calon yang akan dielus. Agar berhasil melewatinya, calon harus berjuang ekstra keras,” ucapnya.
Lebih lanjut dia menjelaskan, akseptabilitas merupakan kemampuan untuk menerima atau merespons intervensi atau perlakuan tertentu. Kemampuan yang dimaksud adalah segala sesuatu yang dimiliki, baik secara faktual maupun potensial yang mampu menggerakkan individu untuk menerima suatu tindakan atau perlakuan.
Akseptabilitas sangat dipengaruhi oleh persepektif terhadap konteks, konten, dan kualitas yang ada. Dalam tahap akseptabilitas, pemilih menerima seorang capres. Penerimaan ini merupakan proses alam bawah sadar berbentuk persepsi yang terbangun.
Lihat Juga :