Survei Indikator: TNI Lembaga Paling Dipercaya Publik
Minggu, 02 Juli 2023 - 15:49 WIB
loading...
Panglima TNI Laksmana TNI Yudo Margono melepas 850 prajurit TNI AD yang akan bertugas dalam Satgas Pamtas RI-PGN ke Provinsi Papua dan Papua Barat, di Pelabuhan Boom Baru Palembang, Jumat (24/3/2023). FOTO/MPI/MUSHAFUL IMAM
A
A
A
JAKARTA - Tentara Nasional Indonesia ( TNI ) menjadi lembaga paling dipercaya publik berdasarkan hasil survei terbaru Indikator Politik Indonesia. Kepercayaan publik terhadap TNI melampaui Presiden, Kejaksaan Agung, Kepolisian, hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"TNI paling dipercaya publik, nah temuan kami salah satunya karena TNI berhasil menarik diri dari urusan politik praktis. Itu lah yang menyebabkan TNI pulih," kata peneliti utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi saat memaparkan secara daring hasil survei bertajuk Evaluasi Publik atas Kinerja Lembaga Penegak hukum dan Perpajakan, Minggu (2/7/2023).
"Pernah di awal-awal Reformasi TNI jeblok, tapi belakangan reformasi militer justru memberikan insentif dipercaya publik, karena mereka tidak lagi terlibat urusan day to day politik praktis," katanya.
Berdasarkan hasil survei, kata Burhanuddin, TNI sangat dipercaya publik dengan persentase sebesar 23,5%, cukup percaya 72,3%, kurang percaya 3,0%.
"Presiden sangat percaya 21,3%, cukup percaya 71,5%, kurang percaya 6,6%. Kejaksaan Agung sangat percaya 9,7%, cukup percaya 71,5%, kurang percaya 13,6%," katanya.
Kemudian Polri sangat dipercaya publik dengan persentase 10,8%, cukup percaya 65,6%, kurang percaya 20,0%. Lalu KPK sangat percaya 10,0%, cukup percaya 65,7%, kurang percaya 20,6%.
"TNI paling dipercaya publik, nah temuan kami salah satunya karena TNI berhasil menarik diri dari urusan politik praktis. Itu lah yang menyebabkan TNI pulih," kata peneliti utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi saat memaparkan secara daring hasil survei bertajuk Evaluasi Publik atas Kinerja Lembaga Penegak hukum dan Perpajakan, Minggu (2/7/2023).
"Pernah di awal-awal Reformasi TNI jeblok, tapi belakangan reformasi militer justru memberikan insentif dipercaya publik, karena mereka tidak lagi terlibat urusan day to day politik praktis," katanya.
Berdasarkan hasil survei, kata Burhanuddin, TNI sangat dipercaya publik dengan persentase sebesar 23,5%, cukup percaya 72,3%, kurang percaya 3,0%.
"Presiden sangat percaya 21,3%, cukup percaya 71,5%, kurang percaya 6,6%. Kejaksaan Agung sangat percaya 9,7%, cukup percaya 71,5%, kurang percaya 13,6%," katanya.
Kemudian Polri sangat dipercaya publik dengan persentase 10,8%, cukup percaya 65,6%, kurang percaya 20,0%. Lalu KPK sangat percaya 10,0%, cukup percaya 65,7%, kurang percaya 20,6%.
Lihat Juga :