Anak Dahlan Iskan Digadang Maju Pilkada Surabaya, PKB: Sebaiknya Nahdliyin
Minggu, 26 Juli 2020 - 19:01 WIB
loading...
A
A
A
Selain faktor elektabilitas, kata Hasan, pada dasarnya basis suara warga Surabaya adalah kombinasi "merah dan hijau " atau nasionalis dan religius maka ada baiknya Machfud mengambil wakil dari kalangan Nahdliyin.(Baca juga: Cegah Klaster Baru, Protokol Perkantoran Disarankan Sama dengan Pesawat )
"Kalau kita lihat itu kan Surabaya 'merah sama hijau' kultur masyarakatnya, ada baiknya Pak Mahfud yang berlatar belakang polisi, mengambil Nahdiyin dan sebagainya. Kalau toh sama anak Pak Dahlan juga enggak masalah. Intinya bisa menambah daya dorong untuk kemenangan Pak Machfud Arifin," tuturnya.
Menurut Hasan, Machfud Arifin adalah sosok yang komunikatif sehingga semua elemen partai yang mendukungnya pasti diajak bicara, termasuk soal penentuan nama calon wakilnya.
Apakah PKB tidak menyodorkan nama dari kalangan Nahdliyin sebagai pendamping Machfud, Hasan mengaku tidak ada. "Kita kan sudah usung Pak Machfud. Enggak ada, tapi faktor tadi itu jadi pertimbangan dia untuk milih wakil, tentunya keseimbangan seluruh partai yang dukung dia," katanya.
Hasan menyebutkan sejauh ini sudah ada sejumlah parpol yang berkoalisi untuk mengusung Machfud Arifin di Pilkada Surabaya. Antara lain, PKB, PPP, Partai Nasdem, Partai Golkar, Partai Demokrat, PAN, Partai Gerindra, dan terbaru PKS. Masih ada dua parpol yang belum jelas arah dukungannya yakni PDIP dan PSI. Namun, PDIP sebagai parpol penguasa di Surabaya kemungkinan besar akan mengusung calon sendiri.
"Kalau kita lihat itu kan Surabaya 'merah sama hijau' kultur masyarakatnya, ada baiknya Pak Mahfud yang berlatar belakang polisi, mengambil Nahdiyin dan sebagainya. Kalau toh sama anak Pak Dahlan juga enggak masalah. Intinya bisa menambah daya dorong untuk kemenangan Pak Machfud Arifin," tuturnya.
Menurut Hasan, Machfud Arifin adalah sosok yang komunikatif sehingga semua elemen partai yang mendukungnya pasti diajak bicara, termasuk soal penentuan nama calon wakilnya.
Apakah PKB tidak menyodorkan nama dari kalangan Nahdliyin sebagai pendamping Machfud, Hasan mengaku tidak ada. "Kita kan sudah usung Pak Machfud. Enggak ada, tapi faktor tadi itu jadi pertimbangan dia untuk milih wakil, tentunya keseimbangan seluruh partai yang dukung dia," katanya.
Hasan menyebutkan sejauh ini sudah ada sejumlah parpol yang berkoalisi untuk mengusung Machfud Arifin di Pilkada Surabaya. Antara lain, PKB, PPP, Partai Nasdem, Partai Golkar, Partai Demokrat, PAN, Partai Gerindra, dan terbaru PKS. Masih ada dua parpol yang belum jelas arah dukungannya yakni PDIP dan PSI. Namun, PDIP sebagai parpol penguasa di Surabaya kemungkinan besar akan mengusung calon sendiri.
Lihat Juga :