ICW Tantang Firli Usut Potensi Korupsi Surat Jalan Jenderal Polisi

Sabtu, 25 Juli 2020 - 19:41 WIB
loading...
ICW Tantang Firli Usut...
Donal Fariz, peneliti Divisi Hukum dan Monitoring Peradilan ICW. Foto/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Djoko Tjandra benar-benar bikin gempar. Bukan hanya soal skandal lamanya, tapi juga ”kepiawaiannya” supaya bisa datang dan pergi sesuka hati dari Indonesia, dalam statusnya sebagai buron korupsi yang sudah disandangnya sejak 2009.

”Kasus Djoko Tjandra telah memunculkan polemik panjang. Akan tetapi tidak ada keseriusan dari pihak-pihak berwenang untuk betul-betul menuntaskan kasus tersebut,” ujar Donal Fariz, peneliti Divisi Hukum dan Monitoring Peradilan, Indonesia Corruption Watch (ICW) melalui pernyataan tertulis, Sabtu (25/7/2020).

(Baca: LPSK Jamin Lindungi Saksi untuk Tangkap Djoko Tjandra)

Nama Djoko Tjandra kembali mencuat saat dia diketahui dengan mudah mengurus KTP elektronik (e-KTP) dan paspor. Padahal status dia adalah buronan kasus pengalihan hak tagih utang Bank Bali. Kasus itu merugikan negara hingga Rp940 miliar.

ICW menilai mudahnya Joko Tjandra mendapat akses layanan publik dan keluar masuk Indonesia, hampir tak mungkin dilakukan tanpa bantuan pihak berwenang. Dicopotnya tiga perwira tinggi polisi membuktikan penilaian itu.

Sayangnya, tidak ada keseriusan dari pihak-pihak lain yang semestinya bisa turun tangan untuk mengusut masalah. Alih-alih melakukan tugas dan wewenang, mereka lebih memilih berdiam diri tanpa berbuat apa-apa.

(Baca: Tolak RDP Komisi III DPR Bahas Djoko Tjandra, Sikap Azis Dipertanyakan)

ICW menyebut di antaranya adalah DPR dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). ICW berpendapat bahwa lembaga antirasuah itu bisa lebih dalam menelusuri kemungkinan terjadinya tindak pidana korupsi dari sekadar pelanggaran kode etik seperti disampaikan Mabes Polri.

Seperti diketahui, Kapolri Jenderal Idham Azis telah mencopot tiga perwira tinggi dari jabatan mereka di Mabes Polri. Mereka adalah Brigjen Prasetijo Utomo, Irjen Napoleon Bonaparte, dan Brigjen Nugroho Slamet Wibowo.

”Oleh karena itu ICW menantang Ketua KPK Firli Bahuri untuk menelusuri potensi korupsi oknum Jenderal Polri dalam kasus Djoko Tjandra tersebut,” kata Donal.

(Baca: Oknum Jaksa Diduga Temui Djoko Tjandra Dilaporkan ke Komisi Kejaksaan)

Di pihak lain, lanjut Donal, DPR seharusnya bisa merespons kasus Djoko Tjandra dengan melakukan penyelidikan melalui hak angket. Hak angket pernah dilakukan untuk berbagai kasus besar, seperti skandal Bank Century dan BLBI. Namun untuk kasus DjokoTjandra tidak ada pertanda yang menunjukkan DPR bakal menggunakan hak angket. Donal menyebut hal ini sebagai ironi.

”Ini merupakan ironi. Karena itu ICW mendesak DPR RI menggunakan hak angket dalam kasus Joko Tjandra terhadap Kepolisian, Kejaksaan, Kementerian Hukum dan HAM dan Kementerian Dalam Negeri,” kata dia
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Presiden Prabowo Hadiri...
Presiden Prabowo Hadiri Resepsi Pernikahan Putri Ketua KPK
Bareskrim Didesak Pulihkan...
Bareskrim Didesak Pulihkan Hak Korban Penipuan dan Penggelapan Dana Syariah Indonesia
Penyidik KPK Limpahkan...
Penyidik KPK Limpahkan Berkas Perkara Budiman Bayu Prasojo Tersangka Bea Cukai ke JPU
KPK Cecar Maruf Cahyono...
KPK Cecar Ma'ruf Cahyono terkait Penerimaan Uang selama Jabat Sekjen MPR
KPK Ungkap Dugaan Intervensi...
KPK Ungkap Dugaan Intervensi BPK Pusat dalam Kasus Perubahan Opini Audit Pemkab Muara Enim
KPK Belum Menahan Eks...
KPK Belum Menahan Eks Sekjen MPR Ma'ruf Cahyono usai Pemeriksaan, Ini Alasannya
Licin! Markas Judi Online...
Licin! Markas Judi Online di Hayam Wuruk Kelola 145 Website untuk Hindari Pemblokiran
KPK Ungkap Biro Jasa...
KPK Ungkap Biro Jasa Harus Setor Rp100 Ribu hingga Rp2,5 Juta untuk Pengurusan Izin Tinggal WNA di Bali
Kemenhut Bongkar Perdagangan...
Kemenhut Bongkar Perdagangan 100 Satwa Dilindungi dari Papua, 2 Oknum Aparat Ditangkap
Rekomendasi
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
Carlos Ghosn Klaim Cuma...
Carlos Ghosn Klaim Cuma Dirinya yang Bisa Memperbaiki Nissan
INDEF: Pemerintah Perlu...
INDEF: Pemerintah Perlu Evaluasi Kebijakan Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi
Berita Terkini
Didik Rachbini Prediksi...
Didik Rachbini Prediksi Safari Politik Jokowi Menjadi Faktor Negatif Ekonomi Nasional
Gus Yaqut Dibantarkan,...
Gus Yaqut Dibantarkan, KPK: Petugas Pengawal Tahanan Lakukan Pengamanan Melekat
Penegak Hukum Terkoneksi...
Penegak Hukum Terkoneksi Politik, Ubedilah Badrun: Mestinya Independen
Kepercayaan Publik terhadap...
Kepercayaan Publik terhadap Polri Meningkat Jadi Modal Sosial yang Harus Diperkuat
Silaturahmi di Lampung,...
Silaturahmi di Lampung, Jokowi: Aku Masih Seperti yang Dulu
Tak Bisa Ditunda, Tata...
Tak Bisa Ditunda, Tata Kelola, Dana, dan Independensi PBNU Harus Dibenahi
Infografis
16 Komisaris Jenderal...
16 Komisaris Jenderal Polisi Berpeluang Masuk Bursa Kapolri
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved