Pilkada di Masa Corona, KPU: Ke Mal Bisa, Masak ke TPS Nggak Bisa?
Sabtu, 25 Juli 2020 - 14:41 WIB
loading...
Anggota KPU Ilham Saputra. Foto/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) berupaya meningkatkan partisipasi pemilih saat Pilkada Serentak 2020 meskipun pandemi Corona belum berlalu. Salah satu hal yang disosialisasikan adalah mematuhi protokol kesehatan di tempat pemungutan suara (TPS).
"Itu tadi tinggal kita bagaimana melakukan sosialisasi dan pendidikan pemilih yang akurat sebetulnya. Jadi sebetulnya kita sedang merencakan membuat video dalam pemungutan dan penghitungan suara di TPS, agar kemudian orang bisa yakin datang ke TPS itu aman," ucap Komisioner KPU Ilham Saputra dalam diskusi Polemik MNC Trijaya bertajuk "Menghitung Kualitas Pilkada saat Pandemi', Sabtu (25/7/2020).
(Baca: Sudah Masuk Tahap Krusial, KPU: Hentikan Perdebatan Tunda Pilkada)
Ilham menuturkan, dalam simulasi pemungutan suara kemarin sebenarnya sudah hampir mendekati protokol kesehatan Covid-19. Namun memang masih ada beberapa hal yang perlu direvisi agar lebih sempurna.
"Sebetulnya kalau simulasi kemarin sudah mendekati bahwa beberapa hal terkait penyesuaian Covid-19 dalam rangka atau dalam konteks pandemi Covid-19 ini sudah kita lakukan kemarin. Orang kita berikan batas physical distancing dalam mengantre. Kemudian undanfannya kita bagi waktunya agar tidak berkerumun. Petugas juga kita lengkapi dengan APD," tuturnya.
"Itu tadi tinggal kita bagaimana melakukan sosialisasi dan pendidikan pemilih yang akurat sebetulnya. Jadi sebetulnya kita sedang merencakan membuat video dalam pemungutan dan penghitungan suara di TPS, agar kemudian orang bisa yakin datang ke TPS itu aman," ucap Komisioner KPU Ilham Saputra dalam diskusi Polemik MNC Trijaya bertajuk "Menghitung Kualitas Pilkada saat Pandemi', Sabtu (25/7/2020).
(Baca: Sudah Masuk Tahap Krusial, KPU: Hentikan Perdebatan Tunda Pilkada)
Ilham menuturkan, dalam simulasi pemungutan suara kemarin sebenarnya sudah hampir mendekati protokol kesehatan Covid-19. Namun memang masih ada beberapa hal yang perlu direvisi agar lebih sempurna.
"Sebetulnya kalau simulasi kemarin sudah mendekati bahwa beberapa hal terkait penyesuaian Covid-19 dalam rangka atau dalam konteks pandemi Covid-19 ini sudah kita lakukan kemarin. Orang kita berikan batas physical distancing dalam mengantre. Kemudian undanfannya kita bagi waktunya agar tidak berkerumun. Petugas juga kita lengkapi dengan APD," tuturnya.
Lihat Juga :