Taman, Anak, Masa Depan di Normal Baru
Sabtu, 25 Juli 2020 - 14:13 WIB
loading...
A
A
A
Taman juga berpotensi menjadi ruang belajar dan bermain yang menyehatkan fisik, mental, dan otak anak. Peranan penting taman juga tercakup dalam indikator Kota Layak Anak dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA).
Taman diharapkan berperan penting untuk menunjang perkembangan anak Indonesia. Untuk itu perlu diperhatikan prinsip keterkaitan taman dengan perkembangan anak, kriteria taman layak/ramah anak, praktek pendidikan bagi anak melalui interaksi alam dan taman, serta strategi interaksi anak di taman di masa normal baru.
Taman harus terintegrasi dengan sistem pendidikan anak-anak yang jadi tanggung jawab pemerintah. Mereka bisa aman di sekolah yang juga memanfaatkan taman di sekitar sekolah untuk tempat belajar dan bermain. Taman harus disediakan secara memadai, terdistribusi merata ke seluruh permukiman, serta mudah diakses oleh anak-anak.
Survei National Recreation and Park Association (NRPA, AS, 9 April 2020) menunjukkan bahwa taman penting untuk menjaga kesehatan mental dan fisik selama pandemi Covid-19 (83%), kelompok generasi milenial senang melakukan aktivitas fisik di taman (68%), warga (termasuk anak-anak) memilih berolahraga di taman, melepas stres, menjaga kesehatan selama krisis (59%), dimana aktivitas fisik populer berjalan kaki, joging, bersepeda dengan tetap jaga jarak fisik (59%).
Taman menyediakan udara segar dan bersih serta ruang bermain yang lebih lega bagi anak-anak. Untuk mengajak anak-anak bermain ke taman dengan aman ada beberapa persyaratan yang harus diperhatikan (Centers for Disease Control and Prevention, Coronavirus Disease 2019, Amerika Serikat, Juni 2020).
Kunjungi taman yang terdekat dari rumah, sehingga anak cukup berjalan kaki atau bersepeda menuju taman. Pastikan anak Anda dalam kondisi sehat dan bugar. Hindari kerumunan anak-anak dan tetap jaga jarak dengan pengunjung taman lainnya.
Taman diharapkan berperan penting untuk menunjang perkembangan anak Indonesia. Untuk itu perlu diperhatikan prinsip keterkaitan taman dengan perkembangan anak, kriteria taman layak/ramah anak, praktek pendidikan bagi anak melalui interaksi alam dan taman, serta strategi interaksi anak di taman di masa normal baru.
Taman harus terintegrasi dengan sistem pendidikan anak-anak yang jadi tanggung jawab pemerintah. Mereka bisa aman di sekolah yang juga memanfaatkan taman di sekitar sekolah untuk tempat belajar dan bermain. Taman harus disediakan secara memadai, terdistribusi merata ke seluruh permukiman, serta mudah diakses oleh anak-anak.
Survei National Recreation and Park Association (NRPA, AS, 9 April 2020) menunjukkan bahwa taman penting untuk menjaga kesehatan mental dan fisik selama pandemi Covid-19 (83%), kelompok generasi milenial senang melakukan aktivitas fisik di taman (68%), warga (termasuk anak-anak) memilih berolahraga di taman, melepas stres, menjaga kesehatan selama krisis (59%), dimana aktivitas fisik populer berjalan kaki, joging, bersepeda dengan tetap jaga jarak fisik (59%).
Taman menyediakan udara segar dan bersih serta ruang bermain yang lebih lega bagi anak-anak. Untuk mengajak anak-anak bermain ke taman dengan aman ada beberapa persyaratan yang harus diperhatikan (Centers for Disease Control and Prevention, Coronavirus Disease 2019, Amerika Serikat, Juni 2020).
Kunjungi taman yang terdekat dari rumah, sehingga anak cukup berjalan kaki atau bersepeda menuju taman. Pastikan anak Anda dalam kondisi sehat dan bugar. Hindari kerumunan anak-anak dan tetap jaga jarak dengan pengunjung taman lainnya.