Respons Tim 9 Pengurus Besar PGRI soal Mosi Tidak Percaya
Sabtu, 17 Juni 2023 - 19:11 WIB
loading...
A
A
A
Karena, kata dia, PB PGRI juga melihat dan merasakan hal yang sama dalam dinamika kepengurusan Ketum PB PGRI Unifah Rosyidi sangat tidak bijak dalam memimpin organisasi dan sangat emosional, sehingga selalu berkonflik dengan beberapa pengurus lainnya. Menurut dia, organisasi tidak dijalankan secara kolektif kolegial, sebagaimana yang diamanatkan dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART).
“Kami juga melihat dan merasakan bahwa PB PGRI di bawah kepemimpinan Ibu Unifah Rosyidi tidak punya visi yang baik dan terukur dalam membawa organisasi PGRI menjadi lebih dihormati dan disegani, baik oleh pemerintah maupun organisasi guru lainnya,” ujarnya.
Dia mengatakan, tim sembilan ini memohon kepada dewan pembina agar mengadakan pertemuan dengan PB PGRI dan pengurus provinsi untuk mengklarifikasi dan menyelesaikan sengketa antara pembuat mosi tidak percaya dengan ketua umum organisasi tersebut.
Selain itu, tim sembilan berharap agar organisasi PGRI tetap solid dan semakin kokoh berdiri tegak di Indonesia. Dia menambahkan, berbagai dimensi dan elemen bangsa harus diberi ruang untuk mengembalikan kejayaan PGRI seperti di masa lalu.
“Mereka yang pernah berseberangan sedapat mungkin dirangkul kembali, diajak dialog untuk membahas langkah-langkah strategis dalam memajukan PGRI. Ego sektoral dan ambisi pribadi dikesampingkan dulu, demi keutuhan dan kejayaan PGRI, sebagaimana yang diamanatkan oleh para pendirinya,” ucapnya.
“Kami juga melihat dan merasakan bahwa PB PGRI di bawah kepemimpinan Ibu Unifah Rosyidi tidak punya visi yang baik dan terukur dalam membawa organisasi PGRI menjadi lebih dihormati dan disegani, baik oleh pemerintah maupun organisasi guru lainnya,” ujarnya.
Dia mengatakan, tim sembilan ini memohon kepada dewan pembina agar mengadakan pertemuan dengan PB PGRI dan pengurus provinsi untuk mengklarifikasi dan menyelesaikan sengketa antara pembuat mosi tidak percaya dengan ketua umum organisasi tersebut.
Selain itu, tim sembilan berharap agar organisasi PGRI tetap solid dan semakin kokoh berdiri tegak di Indonesia. Dia menambahkan, berbagai dimensi dan elemen bangsa harus diberi ruang untuk mengembalikan kejayaan PGRI seperti di masa lalu.
“Mereka yang pernah berseberangan sedapat mungkin dirangkul kembali, diajak dialog untuk membahas langkah-langkah strategis dalam memajukan PGRI. Ego sektoral dan ambisi pribadi dikesampingkan dulu, demi keutuhan dan kejayaan PGRI, sebagaimana yang diamanatkan oleh para pendirinya,” ucapnya.
Lihat Juga :