TGB Lebih Potensial Dipilih Jadi Cawapres Ketimbang Mahfud MD, Ini Alasannya
Sabtu, 17 Juni 2023 - 15:16 WIB
loading...
A
A
A
Dedi melihat para elite itu besar kemungkinan akan menyukai tokoh-tokoh yang selama ini dia tidak terlalu menonjol karakternya. Ia pun mencontohkan TGB Zainul Majdi yang dianggap tidak membuat kegaduhan sama sekali, sehingga berpotensi besar dipilih oleh masyarakat Indonesia Timur, tapi juga Indonesia Tengah dan Barat.
“Dia (TGB) tidak tidak terlalu membuat kegaduhan bahkan bisa dianggap dia tidak membuat kegaduhan sama sekali begitu ya. Sehingga dia tidak saja diterima oleh kelompok Indonesia timur, tengah tapi bisa saja dia juga diterima oleh kelompok Indonesia barat misalnya,” ujarnya.
Namun sebaliknya, menurut Dedi, Mahfud MD tidak akan dilirik oleh elite. Meskipun Mahfud memiliki elektabilitas dan popularitas yang tinggi, sikap Mahfud selama ini cukup kritis baik terhadap pemerintah, maupun kelompok di luar pemerintah.
“Misalnya kita sebut Mahfud MD, saya punya prediksi dalam beberapa catatan Mahfud MD tidak akan dilirik oleh elite, meskipun punya elektabilitas dan popularitas tertinggi. Kenapa? Karena beliau punya intensitas kritik terhadap pemerintah yang baik, sekaligus punya intensitas kritik terhadap oposisi. Elite tidak akan sukai dengan kelompok yang semacam ini,” ujar Dedi.
Dedi menilai, kalau kemudian tokoh itu dianggap satu sisi patuh, tapi juga diterima oleh publik, maka dia besar kemungkinan akan punya potensi keterpilihan lebih besar dibandingkan kelompok yang lain. “Meskipun dari elektabilitas masih rendah, karena elektabilitas itu akan bagus dibangun kalau memang popularitas itu juga rendah, tetapi kalau yang elektabilitasnya rendah sementara popularitasnya sudah tinggi ini akan sulit dikonversi jadi elektabilitas,” pungkasnya.
“Dia (TGB) tidak tidak terlalu membuat kegaduhan bahkan bisa dianggap dia tidak membuat kegaduhan sama sekali begitu ya. Sehingga dia tidak saja diterima oleh kelompok Indonesia timur, tengah tapi bisa saja dia juga diterima oleh kelompok Indonesia barat misalnya,” ujarnya.
Namun sebaliknya, menurut Dedi, Mahfud MD tidak akan dilirik oleh elite. Meskipun Mahfud memiliki elektabilitas dan popularitas yang tinggi, sikap Mahfud selama ini cukup kritis baik terhadap pemerintah, maupun kelompok di luar pemerintah.
“Misalnya kita sebut Mahfud MD, saya punya prediksi dalam beberapa catatan Mahfud MD tidak akan dilirik oleh elite, meskipun punya elektabilitas dan popularitas tertinggi. Kenapa? Karena beliau punya intensitas kritik terhadap pemerintah yang baik, sekaligus punya intensitas kritik terhadap oposisi. Elite tidak akan sukai dengan kelompok yang semacam ini,” ujar Dedi.
Dedi menilai, kalau kemudian tokoh itu dianggap satu sisi patuh, tapi juga diterima oleh publik, maka dia besar kemungkinan akan punya potensi keterpilihan lebih besar dibandingkan kelompok yang lain. “Meskipun dari elektabilitas masih rendah, karena elektabilitas itu akan bagus dibangun kalau memang popularitas itu juga rendah, tetapi kalau yang elektabilitasnya rendah sementara popularitasnya sudah tinggi ini akan sulit dikonversi jadi elektabilitas,” pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :