TGB Lebih Potensial Dipilih Jadi Cawapres Ketimbang Mahfud MD, Ini Alasannya
Sabtu, 17 Juni 2023 - 15:16 WIB
loading...
Ketua Harian Nasional DPP Partai Persatuan Indonesia (Perindo) TGB Muhammad Zainul Majdi (kanan) saat bersama bakal calon presiden Ganjar Pranowo. Foto/Dok MPI/Aziz Indra
A
A
A
JAKARTA - Ketua Harian Nasional DPP Partai Persatuan Indonesia (Perindo) TGB Muhammad Zainul Majdi dinilai lebih potensial dipilih menjadi calon wakil presiden (cawapres) ketimbang Menko Polhukam Mahfud MD. Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah mengungkapkan alasannya.
Selain faktor popularitas dan elektabilitas, faktor tokoh dalam bersikap juga dinilai menjadi penentu bagi elite parpol dalam menentukan cawapres. Dedi berpandangan, figur yang dipilih sebagai cawapres adalah tokoh yang tidak tidak mengganggu kontestasi di tingkat masyarakat, dan juga tidak mengganggu kepentingan elite.
“Iya satu sisi gini kalau cawapres itu muncul dan dia dianggap sebagai tokoh yang yang qualified dalam dalam hal gagasan, ide, itu saya kira nomor dua ya, dalam aspek keputusan elite, keputusan pertama pasti yang pertama adalah tokoh yang sekiranya tidak akan mengganggu kontestasi di tingkatan publik, sekaligus tidak mengganggu kepentingan-kepentingan elite,” kata Dedi dalam Polemik MNC Trijaya yang berjudul “Cawapres Adalah Koentji” secara daring, Sabtu (17/6/2023).
Baca juga: Tawarkan Jadi Cawapres Ganjar, Perindo Tegaskan TGB Bukan Figur Kaleng-kaleng
Selain faktor popularitas dan elektabilitas, faktor tokoh dalam bersikap juga dinilai menjadi penentu bagi elite parpol dalam menentukan cawapres. Dedi berpandangan, figur yang dipilih sebagai cawapres adalah tokoh yang tidak tidak mengganggu kontestasi di tingkat masyarakat, dan juga tidak mengganggu kepentingan elite.
“Iya satu sisi gini kalau cawapres itu muncul dan dia dianggap sebagai tokoh yang yang qualified dalam dalam hal gagasan, ide, itu saya kira nomor dua ya, dalam aspek keputusan elite, keputusan pertama pasti yang pertama adalah tokoh yang sekiranya tidak akan mengganggu kontestasi di tingkatan publik, sekaligus tidak mengganggu kepentingan-kepentingan elite,” kata Dedi dalam Polemik MNC Trijaya yang berjudul “Cawapres Adalah Koentji” secara daring, Sabtu (17/6/2023).
Baca juga: Tawarkan Jadi Cawapres Ganjar, Perindo Tegaskan TGB Bukan Figur Kaleng-kaleng
Lihat Juga :