Menimbang Resolusi Konflik Rusia-Ukraina ala Prabowo
Minggu, 11 Juni 2023 - 20:25 WIB
loading...
A
A
A
Langkah yang pernah ditunjukkan Presiden Jokowi, dan kemudian dengan pendekatan lain dilakukan Prabowo, walaupun banyak ditanggapi skeptis kalangan domestik, merupakan bagian amanat konstitusi untuk melaksanakan ketertiban dunia. Sikap pro-aktif tersebut bukan kali ini saja ditunjukkan Indonesia, tapi juga dalam berbagai konflik lainnya di penjuru dunia, termasuk ditunjukkan dengan mengirimkan pasukan pemeliharaan perdamaian dunia di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Walaupun Presiden Jokowi belum merespons karena terlebih dulu menunggu bertemu langsung dengan Prabowo, Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengajak semua pihak melihat usulan resolusi konflik Rusia-Ukraina dari Prabowo dari perspektif positif. Dia meyakini usulan Prabowo masih berpegang teguh pada kebijakan Presiden Jokowi.
baca juga: Upaya Prabowo Dorong Penyelesaian Konflik Ukraina-Rusia Diapresiasi Menhan Belanda
Dalam rapat kerja dengan Komisi I DPR (5/6), Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyatakan bahwa posisi Indonesia tidak berubah, yaitu menghormati teritorial, integritas, dan kedaulatan negara lain. Indonesia juga senantiasa mendorong penghentian perang. Sikap tersebut tercermin saat Presiden Jokowi berkunjung ke Ukraina dan Rusia pada 2022 lalu dan kembali disampaikan saat bertemu Presiden Volodymyr Zelensky di sela-sela konferensi tingkat tinggi (KTT) G7 di Hiroshima, Jepang, pada Mei.
Retno juga membeberkan sudah ada sejumlah proposal damai menyoal perang Rusia-Ukraina, termasuk dari pemerintah Kyiv sendiri. Dalam pandangannya, tantangan peace plan atau proposal damai apapun yang diajukan untuk berusaha membantu penyelesaian masalah adalah adanya kesepakatan kedua belah pihak.
Gubernur Lemhannas Andi Widjajanto juga menilai usulan Prabowo menekankan solusi damai dari kekerasan senjata yang terjadi saat ini. Disebutkan, di sesi IISS Shangri-La Dialogue Prabowo mendorong terwujudnya kolaborasi global dan membentuk kepemimpinan bersama yang lebih mengedepankan dialog, kerja sama, dan multilateralisme.
baca juga: Usulan Prabowo soal Perdamaian Rusia-Ukraina Dinilai Hormati Peran PBB
Wakil Menteri Luar Negeri RI Dino Patti Djalal yang tampak hadir di forum sama memandang usulan Prabowo terkait resolusi konflik Rusia-Ukraina spesifik, dengan menawarkan sejumlah langkah konkret seperti genjatan senjata dan menarik mundur pasukan disebut sangat berani. Dalam pandangannya, usulan Prabowo menarik karena saat ini semua negara yang terlibat langsung atau tidak langsung bersiap untuk meningkatkan perang, bukan mewujudkan gencatan senjata.
Usulan Realistis
Tentu saja tidak mudah untuk bisa menghentikan perang Rusia-Ukraina . Selain karena bertumpuknya kepentingan Eropa dan NATO di belakang Ukraina versus kepentingan geopolik Rusia sehingga terlampau sulit masing-masing pihak untuk mengalah, perspektif berbeda tentang resolusi konflik seperti apa juga menjadi kendala berarti.
Kondisi demikian misalnya terbaca jelas pada sesi tanya jawab ketika seorang audiens dari Eropa menanggapi penuh skeptisme proposal resolusi konflik yang dilontarkan Prabowo. Dalam tanggapannya, yang bersangkutan mempertanyakan mengapa Prabowo tidak mengalamatkan pada agresi Rusia yang merupakan salah satu alasan konflik?
Dia juga menandaskan bahwa bila Ukraina berhenti membela diri maka kedaulatannya akan hilang, dan sebaliknya jika Rusia menghentikan perang maka konflik akan selesai. Penanya lalu menegaskan bahwa jika mengikuti proposal mantan Danjen Kopassus itu untuk melakukan gencatan senjata, langkah tersebut tidak lebih memperkuat pembetonan konflik baru di benua Eropa.
baca juga: Dino Patti Djalal: Saran Prabowo untuk Resolusi Konflik Rusia-Ukraina Spesifik
Prabowo yang diberikan waktu tiga menit untuk menjawab menangkap kesan reaksi emosional dari audiens karena seolah menyamakan antara invasi dengan diinvasi, padahal gagasannya mengarah pada resolusi konflik. Secara tegas dia mengatakan, posisi Indonesia sangat jelas, menentang perang seperti disampaikan dalam voting PBB.
Walaupun Presiden Jokowi belum merespons karena terlebih dulu menunggu bertemu langsung dengan Prabowo, Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengajak semua pihak melihat usulan resolusi konflik Rusia-Ukraina dari Prabowo dari perspektif positif. Dia meyakini usulan Prabowo masih berpegang teguh pada kebijakan Presiden Jokowi.
baca juga: Upaya Prabowo Dorong Penyelesaian Konflik Ukraina-Rusia Diapresiasi Menhan Belanda
Dalam rapat kerja dengan Komisi I DPR (5/6), Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyatakan bahwa posisi Indonesia tidak berubah, yaitu menghormati teritorial, integritas, dan kedaulatan negara lain. Indonesia juga senantiasa mendorong penghentian perang. Sikap tersebut tercermin saat Presiden Jokowi berkunjung ke Ukraina dan Rusia pada 2022 lalu dan kembali disampaikan saat bertemu Presiden Volodymyr Zelensky di sela-sela konferensi tingkat tinggi (KTT) G7 di Hiroshima, Jepang, pada Mei.
Retno juga membeberkan sudah ada sejumlah proposal damai menyoal perang Rusia-Ukraina, termasuk dari pemerintah Kyiv sendiri. Dalam pandangannya, tantangan peace plan atau proposal damai apapun yang diajukan untuk berusaha membantu penyelesaian masalah adalah adanya kesepakatan kedua belah pihak.
Gubernur Lemhannas Andi Widjajanto juga menilai usulan Prabowo menekankan solusi damai dari kekerasan senjata yang terjadi saat ini. Disebutkan, di sesi IISS Shangri-La Dialogue Prabowo mendorong terwujudnya kolaborasi global dan membentuk kepemimpinan bersama yang lebih mengedepankan dialog, kerja sama, dan multilateralisme.
baca juga: Usulan Prabowo soal Perdamaian Rusia-Ukraina Dinilai Hormati Peran PBB
Wakil Menteri Luar Negeri RI Dino Patti Djalal yang tampak hadir di forum sama memandang usulan Prabowo terkait resolusi konflik Rusia-Ukraina spesifik, dengan menawarkan sejumlah langkah konkret seperti genjatan senjata dan menarik mundur pasukan disebut sangat berani. Dalam pandangannya, usulan Prabowo menarik karena saat ini semua negara yang terlibat langsung atau tidak langsung bersiap untuk meningkatkan perang, bukan mewujudkan gencatan senjata.
Usulan Realistis
Tentu saja tidak mudah untuk bisa menghentikan perang Rusia-Ukraina . Selain karena bertumpuknya kepentingan Eropa dan NATO di belakang Ukraina versus kepentingan geopolik Rusia sehingga terlampau sulit masing-masing pihak untuk mengalah, perspektif berbeda tentang resolusi konflik seperti apa juga menjadi kendala berarti.
Kondisi demikian misalnya terbaca jelas pada sesi tanya jawab ketika seorang audiens dari Eropa menanggapi penuh skeptisme proposal resolusi konflik yang dilontarkan Prabowo. Dalam tanggapannya, yang bersangkutan mempertanyakan mengapa Prabowo tidak mengalamatkan pada agresi Rusia yang merupakan salah satu alasan konflik?
Dia juga menandaskan bahwa bila Ukraina berhenti membela diri maka kedaulatannya akan hilang, dan sebaliknya jika Rusia menghentikan perang maka konflik akan selesai. Penanya lalu menegaskan bahwa jika mengikuti proposal mantan Danjen Kopassus itu untuk melakukan gencatan senjata, langkah tersebut tidak lebih memperkuat pembetonan konflik baru di benua Eropa.
baca juga: Dino Patti Djalal: Saran Prabowo untuk Resolusi Konflik Rusia-Ukraina Spesifik
Prabowo yang diberikan waktu tiga menit untuk menjawab menangkap kesan reaksi emosional dari audiens karena seolah menyamakan antara invasi dengan diinvasi, padahal gagasannya mengarah pada resolusi konflik. Secara tegas dia mengatakan, posisi Indonesia sangat jelas, menentang perang seperti disampaikan dalam voting PBB.
Lihat Juga :