Korupsi Tinggi Hambat Indonesia Menjadi Negara Hukum yang Konstitusional

Jum'at, 24 Juli 2020 - 15:53 WIB
loading...
Korupsi Tinggi Hambat...
Foto/ilustrasi.inews
A A A
JAKARTA - Ancaman terhadap kebebasan masyarakat sipil dalam menyatakan pendapat belakangan kerap menyasar akademisi dan mahasiswa. Berdasarkan riset World Justice Project, ada tiga faktor penegakan hukum di Indonesia yang buruk, yakni civil justice, korupsi , dan criminal justice.

Pakar hukum tata negara Universitas Gadjah Mada Oce Madril mengungkapkan Indonesia berada di peringkat 62 dari 126 negara. Mungkin itu posisi itu tidak terlalu buruk.

Namun, dia mengatakan dalam tiga parameter, civil justice, korupsi, dan criminal justice, Indonesia sangat lemah. Civil justice hanya memperoleh poin 0,44 itu menempatkan Indonesia di peringkat 13 dari 15 negara di kawasan regional.

(Baca: Catatan IBSW, Kronologi Kasus Djoko Tjandra hingga Jadi WN Papua Nugini)

“Itu hampir paling buncit. Rangking gobalnya berada di urutan 102 dari 126 negara. Indeks korupsi 0,38 itu skor yang sangat rendah, rangking 14 dari 15 negara di kawasan regional. Criminal justice berada di urutan 12 dari 15 negara,” tuturnya dalam diskusi daring “Kedaulatan Hukum, HAM, dan Vetokrasi”, Jumat (24/7/2020).

Oce menilai praktek legislasi, penegakan hukum, dan perlindungan hukum Indonesia sedang dalam situasi yang ironis. Kebebasan sipil pun mendapatkan tekanan luar biasa ketika vokal mengkritik pemerintah.

Dia mencontohkan kasus-kasus ancaman terhadap panitia dan pembicara diskusi di Fakultas Hukum UGM beberapa waktu lalu. Diskusi itu pun akhirnya tidak terlaksana.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KPK Telusuri Aliran...
KPK Telusuri Aliran Dana terkait Kasus Pembangunan Gedung Pemkab Lamongan
World Giving Report...
World Giving Report 2026: Donasi Global Turun, Indonesia Bertahan di Atas Rata-rata Dunia
Kasus Mega Korupsi BGN...
Kasus Mega Korupsi BGN dan Kitas-Kitap
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang
Cegah Kasus Korupsi...
Cegah Kasus Korupsi di BGN Terulang, Saut Situmorang Beri Saran Ini ke Nanik Deyang
Prihatin Kasus Korupsi...
Prihatin Kasus Korupsi di BGN, Hasto PDIP: Suara Kritis Masyarakat Sudah Mengungkapkan Hal Itu
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
Rekomendasi
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
Ratusan Kepsek di Sulsel...
Ratusan Kepsek di Sulsel Mundur Buntut Temuan BPK Terkait Dana BOS, DPR Dorong Evaluasi
Berita Terkini
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Denny JA Sebut Algoritma...
Denny JA Sebut Algoritma Lahirkan Kelas Baru Pekerja Digital yang Rentan
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Noel Divonis 4,5 Tahun...
Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara, KPK Tidak Ajukan Banding
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved