Fahira Idris Minta Pemerintah Bikin Cetak Biru tentang Perlindungan Anak
Jum'at, 24 Juli 2020 - 11:09 WIB
loading...
A
A
A
Masalah lain, pelayanan rehabilitasi korban kekerasan belum maksimal. Korban seharusnya mendapat pembinaan, pendampingan, serta pemulihan mulai dari konseling, terapi psikologi, advokasi sosial, termasuk penyediaan akses pelayanan kesehatan.
"Performa pelayanan rehabilitasi anak korban kekerasan ini belum sepenuhnya merata, terutama secara kualitas, di seluruh Indonesia. Kekerasan terhadap anak, terutama seksual, apalagi dalam jumlah masif harus ditangani secara serius," tutur senator asal DKI Jakarta itu.
Dia berharap, pemerintahan kedua Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninggalkan policy perlindungan anak. Pemerintah harus membuat Cetak biru perlindungan anak Indonesia yang komprehensif.
"Blueprint itu penting. Selain sebagai strategi menihilkan kasus kekerasan terhadap anak, juga menjadi panduan bagi pemangku kepentingan anak untuk berkolaborasi menciptakan Indonesia yang ramah anak," pungkasnya.
"Performa pelayanan rehabilitasi anak korban kekerasan ini belum sepenuhnya merata, terutama secara kualitas, di seluruh Indonesia. Kekerasan terhadap anak, terutama seksual, apalagi dalam jumlah masif harus ditangani secara serius," tutur senator asal DKI Jakarta itu.
Dia berharap, pemerintahan kedua Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninggalkan policy perlindungan anak. Pemerintah harus membuat Cetak biru perlindungan anak Indonesia yang komprehensif.
"Blueprint itu penting. Selain sebagai strategi menihilkan kasus kekerasan terhadap anak, juga menjadi panduan bagi pemangku kepentingan anak untuk berkolaborasi menciptakan Indonesia yang ramah anak," pungkasnya.
(maf)
Lihat Juga :